Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Benturan keras di kepala


__ADS_3

Saat Clara sedang kesal seseorang menyadarkannya


"Clara kau sudah selesai dari toiletnya"


Seketika bayangan Clara pudar kala Nico menegurnya,dan ternyata semua yang terjadi hanya bayangan Clara setelah menerima telpon dari Bu Ratna yang mengabari bahwa Malika kecelakaan.


Clara menerima panggilan yang masuk di ponsel Nico tanpa sepengetahuan Nico.


Clara sangat terkejut dengan kabar kecelakaan Malika,namun dia merasa bahagia dan sempat mendoakan Malika agar dia tidak selamat.


"Co...ya aku sudah selesai,sekarang ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita"


Clara mengajak Nico untuk melanjutkan perjalanannya tanpa memberitahu kabar duka mengenai kecelakaan Malika.


Nico dan Clara pun akhirnya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Jakarta,


Dengan rasa cemas takut Nico sampai tahu tentang kecelakaan Malika,Clara terus mengajaknya bicara agar Nico tidak teringat pada Malika ataupun membuka ponselnya.


...


Suasana yang genting masih terasa diantara Bu Arum,Keenan dan Sherli,mereka masih belum bisa tenang dengan kondisi Malika yang tak kunjung membaik,


Setiap suster yang keluar dari ruang operasi tidak bisa memastikan kondisi Malika,namun yang jelas kondisinya masih sangat kritis.


Keenan coba Menenangkan Bu Arum yang terus menangis teringat akan Malika,


Namun dua orang polisi tiba di ruangan mereka menunggu Malika,


Polisi itu mengabarkan tentang perkembangan kasus lari yang menimpa Malika.


"Selamat siang pak,kami dari pihak kepolisian ingin meminta keterangan korban sebagai bahan laporan kami"


Ucap salah satu polisi yang menangani kasus tabrak lari yang menimpa Malika.


Mendengar itu,Keenan justru menegur polisi itu di depan Bu Arum dan Sherli.


"Keterangan apa pak,korban masih belum sadarkan diri,apa yang akan dia katakan kepada kalian"


Tegur Keenan dengan nada kasar dan tinggi pada kedua polisi itu.


Sherli pun coba Menenangkan Keenan dan


menyadarkannya jika sikap nya terlalu berlebihan,


"Sudah pak,kami tahu bapak sedang cemas,mohon tenang ya,pak polisi hanya ingin meminta keterangan saja".ucap Sherli berhasil menenangkan emosi Keenan.


Sherli pun bergerak menuju pak polisi,diapun juga membawa anak kecil yang sudah Malika tolong.


"Dek kamu jangan takut ya sama pak polisi,adik bisa jelaskan semua yang terjadi pada ka Malika tadi"

__ADS_1


Ucap Sherli pada anak kecil tadi agar bisa memberikan kesaksiannya,


Anak kecil itupun bersedia dia langsung menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan Malika.


"Apa adik bisa sebutkan ciri-ciri mobil sedan yang menabrak ka Malika"


Pertanyaan polisi selanjutnya mengarah pada si penabrak.


Anak kecil itu hanya menyebutkan jika mobil sedan yang menabrak Malika berwarna putih.


"Mobil sedannya terlihat sangat bagus pak,mobilnya berwarna putih namun ada warna hitamnya sedikit."


Lanjut anak kecil jalanan itu.


Polisi pun sudah merasa cukup dengan semua keterangan yang di berikan anak kecil itu,merekapun pamit pergi dan mendoakan semoga Malika bisa cepat sadar dan pulih kembali.


Doa kedua polisi itu .


Bu Arum yang mendengar semua kejadian yang menimpa anaknya merasa bersyukur,karena Malika kecelakaan dalam keadaan menolong seseorang yaitu anak kecil itu.


Bu Arum memanggil anak kecil itu agar mendekat padanya dan memeluknya,


"Kemari nak"


Panggil Bu Arum pada anak kecil itu,dia pun menghampiri Bu Arum dan meminta maaf karena dirinya Malika bisa kecelakaan .


Ucap Bu Arum membelai rambut anak jalanan itu.


Melihat semua itu Sherli pun teringat akan cerita Malika padanya tentang Bu Arum yang sangat menyayanginya.


"Jadi benar,Bu Arum memang sangat baik dan begitu menyayangi Malika,"


Ucap hati Sherli memuji kasih sayang Bu Arum.


"Sekali lagi saya minta maaf Bu,"


Anak kecil itu terus meminta maaf pada Bu Arum.


Meski sedih dan terpukul,Bu Arum tidak bisa menyalahkan anak kecil yang polos itu untuk garis takdir yang terjadi pada Malika


Bu Arum pun hanya menangis dan memeluk anak kecil itu.


Sherli dan Keenan pun dibuat haru melihat mereka.


Sherli juga merasa bersalah,karena dirinya yang mengajak Malika untuk makan keluar kantor.


Bu Arum pun teringat akan suci,


"Nak Keenan,maaf ibu takut suci menghawatirkan ibu karena sudah lama belum kembali ke kamarnya,bisakah nak Keenan beritahu suci jika ibu sedang menunggu Malika disini"

__ADS_1


Tentunya Keenan langsung menuruti permintaan Bu Arum tanpa keberatan.


"Baik Bu, Bu Arum duduk disini saja,biar saya yang mengantarkan makanan ini pada suci"


Keenan pun bergegas menuju kamar suci, disana suci dan Alana sedang asik bercanda di atas pembaringannya.


Mereka terkejut,melihat Keenan datang dengan membawa makanan yang mereka pesan pada Bu Arum,


"Loh kenapa Kaka bisa ada disini?"


Tanya suci cemas melihat raut wajah Keenan yang terlihat sangat sedih.


Keenan pun duduk di sofa dan coba menceritakan kecelakaan yang menimpa Malika.


"Astaga lalu bagaimana kondisi Malika sekarang ?"


Tanya suci, Keenan hanya bisa menjelaskan jika suci masih dalam kondisi kritis,mereka belum menjelaskan bagaimana keadaannya.


Untuk kedua kalinya,suci melihat kesedihan yang teramat dalam di mata kakaknya itu,


Kesedihan yang sama kala Keenan di tinggal pergi oleh calon istrinya yang bernama Kartika,dia pergi meninggalkan Keenan demi pria yang lebih kaya darinya.


Dan kini kesedihan yang sama terlihat kembali,suci pun bisa menebak jika Keenan mempunyai perasaan pada Malika,sehingga Keenan terlihat sangat sedih dan mencemaskan nya.


Suci ingin sekali menemui Bu Arum yang sedang menunggu Malika,Keenan pun tak mampu menolaknya,hingga akhirnya Keenan membawa kursi roda dan mendorong suci ke tempat Bu Arum dan Sherli,Alana pun ikut bersama mereka.


Bu Arum nampak masih menunggu kabar dari dokter dengan sangat cemas,hingga akhirnya dokter pun keluar dari ruang UGD.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"


Tanya Bu Arum cemas .


Dokter menghela nafasnya dalam,


"Pasien kehilangan banyak darah,benturan yang sangat keras juga membuat tulang kepalanya sedikit retak,untuk saat ini kami masih berusaha menanganinya,ibu berdoa semoga ada keajaiban untuk anak ibu"


Bu Arum melemah dan hampir terjatuh saat mendengar kabar kondisi Malika yang begitu parah,dia tak kuasa dan tidak bisa membayangkan jika Malika pergi meninggalkannya.


Untunglah Sherli sigap menahan tubuh Bu Arum sehingga dia tidak jatuh pingsan ke lantai.


"Malika,,,Malika"


Ucap Bu Arum terus memanggil nama anaknya dengan sangat sedih.


***


Nico dan Clara akhirnya sampai di Jakarta,untuk mengisi waktu,Clara mengajak Nico untuk lunch terlebih dahulu sebelum kembali ke bengkel.


Nico pun tidak menolak,karena dia juga merasa sangat lapar setelah perjalanan panjang dari Bandung menuju Jakarta.clara sangat senang karena Nico bersedia makan bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2