Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Tiara dilema


__ADS_3

Betapa terkejut Tiara saat mendengar jika Nico adalah anak dari pembunuh ayah Malika,


Dia sangat bingung sekali dia sudah tahu alasan sebenarnya mengapa Bu Arum sampai tidak merestui hubungan Nico,namun dia tidak berani untuk berbicara pada Nico tentang alasan ini.


"Astagfirullah jadi Nico,sabar Tante sabar"


Tiara mengusap bahu Bu Arum untuk menenangkan dirinya agar tidak menangis dan terus mengingat kepergian suaminya itu.


"Tante sangat ingat sekali waktu itu Tiara,Tante lihat wajah Gunawan yang ditangkap polisi karena telah membunuh suami Tante,ayah Malika telah menolong Gunawan yang hampir jatuh dari gedung atas,namun saat mereka berdua berhasil bangkit,Gunawan tiba-tiba saja dengan sengaja mendorong mas Herman hingga dia jatuh dari ketinggian dan meninggal,Tante sangat sedih sekali jika mengingat itu Tiara,"


Tiara pun memeluk Bu Arum dan terus mengusap punggungnya.


"Sabar Tante,jangan bersedih lagi"


Ucap Tiara yang ikut sedih dengan semua curahan Bu Arum.


"Saat itu Malika masih terlalu kecil untuk mengenal sosok ayahnya,Malika masih berusia 3 tahun,dia memang sudah mengenal ayahnya,namun di usai itu, sangat mudah untuk Malika melupakan kenangan ayahnya,sehingga tidak ada memori yang tersimpan di ingatan Malika tentang ayahnya,hanya potret kebersamaan kita yang mungkin jadi kenangan untuk Malika "


Bu Arum yang masih terbawa suasana terus mencurahkan segala isi hatinya pada Tiara.


Dan disaat yang bersamaan itu pun Bu Arum menggenggam tangan Tiara dengan lemah.


"Tante mohon padamu Tiara,titip Malika jaga dia seperti saudaramu sendiri,jangan sampai dia kembali pada Nico,Tante akan sangat sedih jika itu semua terjadi,Tante mohon,berjanjilah pada Tante"


Bu Arum meminta Tiara berjanji padanya untuk menjaga Malika agar tidak sampai kembali pada Nico.


Batin Tiara pun kini bergelut antara janji dirinya pada Nico dan janji dirinya pada Bu Arum.


Satu janji yang bertujuan sama,Tiara bingung keduanya adalah orang baik di mata Tiara,


Nico sebenarnya anak baik namun jika sudah terpancing maka dia memang tempramental.


Bu Arum pun juga sangat baik padanya,dia sudah menganggapnya seperti ibu kandungnya sendiri,


Dengan terpaksa Tiara pun akhirnya menganggukkan kepalanya dan berjanji akan menjaga Malika.


"Baik Tante,Tiara berjanji akan menjaga Malika sebisa Tiara,sudah ya,Tante jangan sedih lagi,Tiara ikut sedih loh dengan semua curahan Tante"


Bu Arum pun menyeka air matanya dan kembali tersenyum.


Meski kecewa dengan semua keputusan Keenan dan Malika,namun dia juga ikut bahagia untuk kebahagiaan Keenan,karena bagaimana pun cinta tidak bisa di paksakan.


Meski Keenan sempat mencintai Malika,namun mungkin itu hanya sekedar pelarian cinta sesaat,hingga akhirnya Keenan menyadari jika cinta sejatinya hanyalah Kartika.


Tiara pun mengajak Bu Arum untuk turun ke bawah menemui Keenan dan Kartika.

__ADS_1


"Bu Arum bisa kan,biar Tiara bantu papah jalannya ya"


"Tidak usah nak,ibu bisa sendiri,"


Bu Arum pun kini menuju Keenan dan Kartika,


Malika.yang melihat sang ibu turun dan menuju dirinya langsung berdiri dan coba mendekati ibunya dan Tiara.


Bu Arum tersenyum pada Keenan dan Kartika.


Dia pun mulai duduk,


Bu Arum berusaha tenang dan bersikap bijak dalam memutuskan segala keputusan di depan matanya.


"Bu Arum baik-baik saja"


Tanya Keenan yang terlihat cemas.


"Kamu memang anak baik nak,pantas saja setiap ibu pasti mengidamkan mempunyai menantu sepertimu,namun apalah daya,kita tidak berjodoh untuk menjadi sepasang menantu dan mertua ya nak.hihi"


Ucap Bu Arum yang sudah mulai sadar akan sikapnya harus seperti apa pada Keenan dan ketika.


"Kematian nak"


"Semoga kamu bahagia ya nak,ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu"


Dia juga menyuruh Madina untuk ikut memeluknya,hingga akhirnya suasana pun menjadi haru bertabur air mata bahagia diantara semuanya, tak terkecuali Tiara.


Tiara yang tidak menyangka alasan tidak direstuinya hubungan Nico dan Malika pun kembali dilanda kegundahan


Tiara sangat bingung,dia sudah terlanjur berjanji kepada keduanya.


"Bagaimana ini ya Allah,siapa yang harus aku bantu,berilah petunjuk mu agar aku tidak salah melangkah"


Ucap Tiara dalam hatinya


Malika yang melihat kegundahan di mata Tiara mulai bertanya apa yang sebenarnya terjadi di kamar,mengapa dia terlihat sangat cemas.


"Kamu kenapa Tiara,apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku di kamar,ceritakan lah"


Tanya Malika pada Tiara.


Belum sempat Tiara menjawab pertanyaan Malika,Bu Arum memanggil Malika untuk duduk di sampingnya.


"Malika sini sebentar nak,"

__ADS_1


Malika pun menuruti permintaan Bu Arum untuk duduk di samping nya.


"Nak Keenan,sebenarnya ibu memang kecewa dengan semua yang terjadi ini,namun ibu merasa bahagia karena melihat kamu kembali menemukan cinta sejati mu yang telah lama hilang,dan itupun dengan bantuan Malika,ibu bangga padanya dan ibu sangat bahagia akan kebahagiaan mu bersama Kartika."


Ucap Bu Arum pada Keenan.


"Maafkan Keenan Bu,Keenan memang bersalah karena sudah memberi harapan kosong pada Bu Arum,saya pun merasa malu dan tidak enak hati pada ibu,karena selama ini ibu dan Malika sudah sangat baik terhadap kelurga saya,pada Alana dan Suci"


Jawab Keenan.


Bu Arum meminta Keenan untuk tidak bersikap berlebihan untuk semua yang telah terjadi,


Bu Arum tulus menyayangi keluarga Keenan,dia sudah menganggap semua sepeti anggota keluarganya sendiri, terlebih pada Alana,dia sudah seperti cucu baginya.


Keenan pun juga sekalian pamit pada Bu Arum dan Malika,karena sebenarnya masa penggantian dirinya di perusahaan sang kakek Mahardika grup sudah habis,


Sang kakak meminta Keenan kembali ke Jepang untuk mengurus perusahaannya disana.


" Lalu Alana dan Suci juga ikut?"


Tanya Bu Arum yang terkejut dengan berita yang mendadak seperti ini,


Begitupun dengan Malika,dia tidak pernah mengira jika pertemuannya hari ini adalah pertemuan terakhir dirinya bersama keenan.


Keenan menyebutkan jika Suci akan tetap berada disini,karena dia tidak mau pindah ke luar negri,dia sudah meras nyaman tinggal di kota ini terlebih dekat dengan Bu Arum yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.


"Syukurlah kalau Alana tidak ikut, ibu akan merasa kehilangan sekali jika Alana dan Suci ikut pergi denganmu,"


Lanjut Bu Arum.


Keenan pun meminta Malika untuk kembali bergabung di Mahardika grup jika sudah pulih,meski kini Keenan tidak memimpin perusahaannya disini,namun dia akan mengabari Malika setiap hari disana untuk masalah pekerjaan.


"Baiklah pak Keenan,secepatnya saya kembali masuk bekerja di kantor bapak,saya pun sudah jenuh harus terus duduk di dalam kamar "


Ucap Malika yang berusaha tegar meski dirinya akan merasa kehilangan jika Keenan sampai benar-benar pergi.


Semua kenangan bersamanya kini tiba-tiba muncul di pikirannya,


Saat-saat yang indah saat bersama Keenan selama ini akan menjadi kenangan di hati Malika.


Setelah semua dirasa sudah baik,Keenan dan Kartika pun pamit pulang,


Keenan hendak mengantar Kartika pulang menuju kakaknya.


Sementara Malika masih menggoda Tiara yang terlihat seperti menyimpan beban berat dihatinya.

__ADS_1


__ADS_2