Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Secangkir kopi


__ADS_3

Bu Arum yang semula mulai berpikir untuk merestui kembali hubungan Malika dan Nico kini berpikir dua kali,Bu Arum tidak Sudi memberikan anak semata wayangnya pada orang salah seperti Nico.


Dia tidak mau merusak hidup putri nya dengan merestui hubungannya kembali dengan Nico.


Dalam hati,ingin sekali Bu Arum marah dan memakai Nico karena telah berani mengirim foto bersama wanita lain pada Malika.


Namun dia tidak berdaya mengingat kondisi Malika yang belum sadarkan juga.


"Bisa pinjam handphone nya sebentar Bu?"


Tanya Keenan kembali menanyakan ponsel Malika.


Dengan tatapan kosong melihat ke arah Malika,Bu Arum tidak menyadari jika dirinya menyerahkan ponsel pada Keenan dengan arah yang salah.


Keenan pun berpikir,apa yang telah mengganggu pikiran Bu Arum,hingga tatapannya terlihat sangat kosong dan melamun.


"Bu Arum tidak apa-apa?"


Tanya Keenan kembali menanyakan keadaannya yang kurang baik,Bu Arum pun tersadar dari lamunannya kala Keenan terus bertanya dan menyentuh bahu Bu Arum.


Bu Arum pun tidak mengerti apa yang terjadi padanya,mungkin Bu Arum terlalu banyak berpikir tentang keadaan Malika,dan kini muncul satu masalah yang harus dia pikirkan,Nico.


Ya Bu Arum sedang memikirkan cara agar Nico tidak lagi ada dalam hidup Malika.


Bu Arum pun meminta maaf pada Keenan karena sudah membuatnya khawatir,dia berusaha bersikap tenang kembali agar Keenan tidak mencemaskan nya.


Keenan pun coba mencari nomor klien yang akan dia hubungi,setelah berhasil mendapatkan nomor tersebut,Keenan pun langsung mengembalikan ponsel Malika pada Bu Arum,kemudian dia pun pamit keluar sebentar untuk menghubungi klien nya.


Bu Arum pun tersenyum dan mempersilahkan Keenan,Bu Arum terus melihat Keenan sampai keluar dari ruangan Malika.


Dalam hati Bu Arum membayangkan,betapa bahagianya jika dia bisa mendapatkan menantu sebaik dan bertanggung jawab seperti Keenan.


Tidak hanya tampan,Keenan juga sangat sopan pada mereka yang lebih tua dan muda darinya,sungguh sosok pria yang bisa membahagiakan Malika menurut hati Bu Arum.


Bu Arum pun juga sudah mulai nyaman dengan Keenan,dia sudah menganggap Keenan dan suci seperti anak kandungnya sendiri.


Seketika bayangan Bu Arum pudar kala jari jemari Malika mulai bergerak,


"Malika "


Bu Arum langsung memanggil dokter dan memberitahu jika jari Malika mulai bergerak.


Dokter pun masuk dan langsung memeriksa Malika,


Malika pun nampak membuka matanya perlahan,


Di bawah cahaya lampu yang bersinar,pandangan pertama Malika tertuju pada pria yang ada di hadapannya,sosok pria yang berdiri tegap terlihat sangat menghawatirkan nya.


"Kau siapa?aku dimana?"


Tanya Malika kala tersadar dan membuka matanya melihat Keenan.


Ya,pandangan pertama Malika pada pria yang berdiri tegap itu adalah Keenan,

__ADS_1


Pandangan pertama yang membuat Malika merasa harus mempercayai pria itu di tengah ingatannya yang hilang.


"Mohon mba jangan banyak bertanya dulu,keadaan mba saat ini masih lemah,mba jangan khawatir,semua yang ada disini adalah keluarga mba"


Ucap dokter menyarankan agar Malika tidak banyak berpikir terlebih dahulu.


Malika pun hanya diam mematuhi semua perintah dokter,karena dia juga masih merasakan sakit di kepala dan badannya pasca kecelakaan itu terjadi.


"Aku ibu mu nak,kau jangan takut ya,ibu akan selalu menemanimu"


"Ibu.kau ibuku?"


Tanya Malika masih terlihat lemas.


"Ya,aku ibumu,ibu akan selalu menjagamu,sekarang kau istirahatlah,biar ibu suapi kamu makan ya nak"


Bu Arum pun mulai menyuapi Malika yang terlihat sangat linglung karena tidak bisa mengingat siapa dirinya dan orang-orang di sekitarnya.


***


Dan sebelum Nico mengetahui tentang kecelakaan Malika,Clara menghubungi Bu Ratna terlebih dahulu,dia memperingatkan Bu Ratna agar tidak memberitahu jika Malika kecelakaan.


"Apa ibu masih ingat dengan kesepakatan kita,jika ibu masih ingat,aku ingin ibu tidak memberitahu Nico tentang kecelakaan yang menimpa Malika,aku tidak ingin Nico kembali pergi dari pelukanku,jika itu terjadi,maka ibu dan anak-anak ibu yang akan menerima resikonya"


Ucap Clara mengancam Bu Ratna.


Bu Ratna yang takut akan ancaman Clara berusaha tenang dan coba menuruti keinginannya,meski Bu Ratna takut akan ancaman Clara,namun dia buka tipe ibu yang suka menghancurkan masa depan anak-anaknya.


Justru Bu Ratna adalah tipe ibu yang menginginkan kebahagiaan semua anaknya.


"Maafkan ibu nak,karena ibu kau harus menanggung semua akibatnya"


Ucap Bu Ratna menyesali semua perbuatannya.


...


Pagi pun tiba,


Nico terbangun karena menghirup wangi kopi kesukaannya,


Saat Nico membuka mata,pemandangan yang indah menyambut awal harinya.


Nico melihat Clara membawa secangkir kopi untuknya dengan hanya mengenakan handuk pink muda kesukaannya,Clara yang baru selesai mandi langsung menghidangkan secangkir kopi untuk Nico.


Clara terlihat sangat cantik dan seksi,dengan rambut basah yang terurai dan kain handuk yang hanya sepaha membuat setengah belahan dadanya terlihat menonjol,sungguh pemandangan yang membuat setiap pria normal terbuai termasuk Nico.


"Aku buatkan kopi kesukaanmu,minumlah,tenang saja,aku tidak mencampur obat lain di kopi itu kok"


Ucap Clara menggoda Nico mengingatkannya pada kejadian di malam yang lampau.


Nico pun tersadar dari pandangan tubuh Clara,


"Tidak,"

__ADS_1


Nico mengusap matanya dan coba mengalihkan pandangan matanya dari tubuh Clara yang menggoda birahinya.


"Aku juga sudah buatkan sarapan untukmu,tapi kau jangan mengejek rasanya ya,aku belajar masak hanya untukmu co"


Lanjut Clara berharap Nico akan menggodanya.


Nico pun meminum kopi yang dibuat Clara untuknya,rasanya memang sungguh nikmat,sesuai dengan seleranya,tidak terlalu manis dan sedikit air.


Clara sudah paham betul kopi kesukaan Nico.


Clara pun duduk di samping Nico,ikut minum kopi bersamanya,Nico pun teringat akan pesan dokter yang melarang Clara untuk mengkonsumsi kafein,


"Jangan Clara,kata dokter kau tidak boleh minum kopi simpan itu,biar aku buatkan yang lain"


Nico mengambil gelas yang hendak diminum Clara.


"Tapi co,kau tahu sendiri,aku sangat suka dengan kopi ini"


Clara memaksa Nico untuk tidak melarangnya minum kopi.


Namun dengan segala perhatian Nico,akhirnya Clara pun menuruti perintahnya.


Nico berjalan ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk Clara,


Clara pun mengikuti Nico pergi ke dapur.


"Kau mau buat apa,sudahlah aku tidak akan minum ko,lebih baik kamu mandi saja,biar aku buat yang lain"


Ucap Clara memancing Nico untuk terus memberikan perhatiannya pada Clara.


Clara nampak sangat bahagia melihat Nico sangat perhatian dan memanjakannya,


"Ya sudahlah kalau kau memang memaksa,tapi aku ingin teh hangat ya,jangan teh panas,"


Jawab Clara saat Nico terus memaksanya untuk tidak minum kopi.


Saat Nico hendak memberikan teh hangatnya pada Clara yang sedang berdiri memilih baju di lemarinya,Clara tiba-tiba saja berbalik dan membuat teh hangat yang dibawa Nico tumpah tepat mengenai dadanya.


Nico sangat terkejut dan langsung menyeka air teh hangat itu di dada Clara,


"Aduh ...kau tidak apa-apa,maafkan aku"


Nico sangat panik,dia tidak menyadari jika tangannya terus mengusap setengah dua gunung di dada Malika.


Sedangkan Malika sangat menikmati kecemasan Nico dan usapan tangan Nico di dadanya,Nico meniup dada Clara karena dia cemas Clara akan terluka akibat air teh yang dia tumpahkan.


"Sudah co,aku tidak apa-apa"


Clara coba menghentikan tangan Nico,namun Nico melihat jelas luka merah akibat air teh di dada Clara sehingga Nico terus mencemaskan nya.


Clara pun melepas perlahan handuk nya dan menyuruh Nico untuk meniup dadanya yang mulai terasa panas.


Clara yang saat itu hanya mengenakan handuk merasa mendapat kesempatan baik untuk dia bisa bersatu dengan Nico,

__ADS_1


Pikiran kotornya pun kembali bangkit,secara perlahan handuk Clara mulai terlepas dan berhasil membuat Nico melihat dua mahkotanya yang sangat indah.


__ADS_2