Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Mendengarkan


__ADS_3

"Kau masih bertanya mengapa aku menamparmu?tidak malu kah kamu melakukan hal itu pada wanita lain di hadapanku,apa kau memang sudah tidak mencintaiku?jawablah co,jawab"


Ucap Malika dengan nada tegas pada Nico.


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan,apa yang kau maksud?"


Nico masih banyak bertanya tentang semua yang terjadi padanya,


Kemudian Nico pun berbalik ke arah Clara yang masih tidak sadarkan diri di kursi mobil dengan sabuk pengaman yang sudah dia pasang.


Sedikit demi sedikit bayangan yang sudah dia lakukan pada Clara pun muncul dalam bayangannya,


Bayangan Clara yang coba memaksanya untuk bersatu,dan penolakan Nico padanya muncul dalam ingatannya.


Bayangan ciuman nya dengan Clara pun kini muncul sehingga dia sangat terkejut dengan semua yang telah dia lakukan pada Clara,


"Apa ini...ini tidak mungkin,aku tidak melakukan semua ini Malika,percayalah,aku tidak mungkin mengkhianatimu"


Ucap Nico membela dirinya sendiri dan memohon pada Malika agar percaya padanya.


Namun Malika samasekali tidak mempercayai semua yang telah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri saat Nico mencium Clara di dalam mobil.


Malika pergi dari hadapan Nico,namun Nico berhasil menahannya.


"Percayalah padaku Malika,ini semua tidak seperti yang kamu lihat "


Nico memohon pada Malika agar mau mendengarnya.


"Aku mohon percayalah padaku,aku sangat mencintaimu dan aku sangat merindukanmu"


Lanjut Nico mengemis agar Malika mau mendengarkannya.


Langkah Malika pun terhenti,dia tak kuasa melihat pria yang sangat dia cintai nya memohon dan mengemis kepadanya agar mau mendengarkan penjelasannya.


"Mohon dengarkan aku Malika,sungguh aku tidak melakukan hal yang kamu pikirkan,percayalah padaku,aku sungguh mencintaimu"


Nico memeluk erat Malika dan tak melepaskannya sekalipun Malika coba melepas pelukannya.


"Aku ingin kamu tahu,aku sangat merindukanmu Malika,aku tidak mau kau pergi dariku"


Lanjut Nico dalam pelukannya pada Malika.


Malika di buat diam dengan pelukan Nico padanya,pelukan yang selama ini dia rindukan dari Nico,pelukan yang selalu membuatnya tenang dan damai,


Malika memejamkan matanya menikmati pelukan Nico,namun dia langsung tersadar kala bayangan Nico bercumbu dengan Clara melintas di pikirannya.


Malika melepas paksa pelukan Nico,


"Lepaskan aku,aku sudah tidak percaya lagi kepadamu,kamu pembohong,kamu tidak mencintaiku,kamu pembohong,kamu pembohong Nico"

__ADS_1


Jawab Malika sedikit berteriak padanya,karena dia sangat sedih dan kecewa dengan semua yang dia lihat.


"Jika kau tidak mau mempercayaiku,jangan salahkan aku jika aku akan melakukan hal yang akan kamu sesali"


Nico sudah kehabisan akal untuk membuat Malika percaya kepadanya,hingga dia melayangkan ucapan yang sedikit mengancam Malika.


Nico tiba-tiba saja berlari ke tengah jalan raya yang sedang ramai lalu lalang dengan kendaraan besar,


Nico berniat ingin menabrakkan dirinya agar malika percaya padanya,


Suatu upaya bunuh diri seperti biasanya,dimana Nico sudah pasrah karena Malika sudah tidak mempercayainya,


Kejadian dulu kini terulang kembali,


Dulu pun Nico sempat ingin bunuh diri kala dia mengetahui ada seorang pria yang mendekati Malika dan Maika juga terlihat nyaman dengan pria itu.


Itu sebabnya Nico berupaya bunuh diri agar Malika tidak berpaling darinya.


Malika pun segera menarik Nico yang hampir tertabrak truk yang lewat menuju ke arahnya,


"Nico"


Malika berteriak dan memanggilnya,Malika langsung menarik tangan Nico,


"Kau sudah gila ya,jika kau tidak menyayangi nyawamu,maka kau juga tidak menyayangiku"


Ucap Malika menyadarkan Nico,jika perbuatannya sangat salah,


"Baiklah,aku akan mendengar semua penjelasan mu,tapi aku ragu jika aku bisa mempercayaimu lagi"


Jawab Malika dengan semua paksaan Nico yang mengajaknya bicara 4 mata dengannya.


Nico dan Malika pun duduk di kursi sebuah taman tak jauh dari bar tersebut,


Nico menggenggam tangan Malika dengan lembut,


Nico coba menjelaskan semua yang sudah terjadi antara dirinya dan Clara.


Nico menceritakan dari awal dia bertemu dengan Clara yang bekerja satu tempat dengannya,


Clara bekerja sebagai sekretaris atasannya di bengkel Nico bekerja.


Jadi keduanya selalu bertemu setiap hari,nico.juga menjelaskan bahwa dirinya selalu menjaga jarak dari setiap wanita disana,namun entah mengapa Clara ternyata mencintainya.


Nico juga menceritakan jika Clara ingin menjadikannya miliknya,meski Nico terus menolak,namun Clara terus berusaha mendekatinya.


"Jadi itu alasannya mengapa wanita itu mengancam ku untuk meninggalkan dan melupakanmu"


Ujar Malika pada Nico,

__ADS_1


Nico pun terkejut,apa yang di maksud nya,apa mungkin Clara pernah bertemu dengan Malika dan mengancam Malika untuk meninggalkan dirinya.


"Ya kemarin aku sempat menghubungimu,aku ingin penjelasan darimu tentang semua kejadian yang aku lihat di kamar adikmu di rawat"


Malika menceritakan semua yang dia lihat pada saat dirinya hendak menjenguk adik Nico,Malika melihat Clara memeluk Nico dan itu membuatnya sakit hati dan kecewa,di tambah ucapan Clara yang begitu sangat membuatnya semakin ragu pada Nico.


Nico tidak percaya jika Clara bisa mengancam Malika untuk meninggalkannya,


Nico pun terlihat sangat marah pada Clara,


"Maafkan aku sayang,aku samasekali tidak tahu jika kamu sempat menghubungiku,maafkan aku"


Nico coba meminta maaf dan meyakinkan Malika untuk percaya padanya,percaya pada semua kata-katanya,


"Percaya padaku Malika,apapun yang Clara lakukan dan ucapkan,aku mohon jangan kamu anggap serius,dia tidak waras,aku saja muak dengannya"


"Jika kau muak dengannya,mengapa kamu masih mau bekerja dengannya"


Tanya Malika membalikkan keadaan.


Nico sedikit terdiam,tangsi rasanya jika harus membeberkan semua kekurangan ekonominya pada Malika meski Malika sudah tahu keadaan ekonomi keluarga Nico yang serba pas-pasan dan seadanya.


"Kau tahu sendiri mengapa aku masih bertahan bekerja disana,tidak perlu aku jelaskan kau pasti mengerti dengan kondisi keuangan keluargaku, belum lagi masa kontrakku belum habis,semoga saja setelah ini atasanku memindahkan aku ke Bandung lagi"


Jawaban Nico membuat Malika merasa bersalah karena telah menyinggung masalah keuangan keluarganya.


Malika hanya terdiam dengan semua penjelasan Nico kepadanya.


Dan seperti biasa,cinta Malika mengalahkan semua kesalahan Nico.


Cinta Malika menerima semua kekhilafan kekasihnya itu hingga Malika kembali percaya kepadanya.


"Tapi aku ingin kamu berjanji,kamu tidak akan pernah meninggalkanku ataupun membagi cintamu pada wanita lain"


Pinta Malika pada Nico untuk setia hanya kepadanya.


Nico pun sangat meyakinkan Malika bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan dirinya dan akan menjaga hatinya hanya untuk Malika.


Namun Nico pun mulai menanyakan masalahnya dengan Bu Arum,dan itu membuat Malika sedih.


"Sebenarnya mengapa ibumu tidak menyetujui hubungan kita,bukankah aku tidak pernah berbuat salah kepadanya?"


Tanya Nico ingin tahu lebih jelas masalahnya dengan Bu Arum.


Malika pun menggelengkan kepalanya,Malika juga tidak tahu mengapa ibunya tiba-tiba saja tidak merestui hubungannya dengan Nico,padahal setahu mereka,Bu Arum menyukai dan mendukung hubungan mereka dari sejak bangku sekolah.


"Bisakah kau cari tahu apa sebabnya,aku ingin tahu dan berusaha mendapat restu ibumu kembali"


Jawab Nico pada Malika.

__ADS_1


Malika pun tersenyum,dia tidak menyangka jika Nico ingin berusaha mendapat restu ibunya kembali,meski hayi Bu Arum sangat sulit untuk di luluhkan.


__ADS_2