Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Wanita di masa lalu


__ADS_3

Keenan pun membawa gadis itu menuju rumah sakit Hermina sesuai dengan permintaan Malika padanya.


Setiba di sana Keenan langsung menyuruh suster untuk membawa gadis itu dan segera menanganinya.


"Tolong sus,dia jatuh pingsan"


Malika yang masih duduk di dalam mobil tiba-tiba merasa pusing dan memanggil Keenan sebelum kesadarannya hilang.


"Mas Keenan "


Panggil Malika di ujung kesadarannya,dan kemudian tubuhnya pun terjatuh tak sadarkan diri kala membuka pintu mobil.


Keenan yang mendengar Malika memanggilnya langsung menoleh dan melihat Malika pun pingsan,dengan segera dia langsung menggendongnya dan membawa Malika kedalam bersama gadis yang telah menyelamatkannya.


"Malika bangunlah,"


Dengan cemas Keenan berusaha menyadarkan Malika.


Dia sangat takut jika kondisi Malika kembali drop.


Sementara wanita yang telah menolongnya kini sedang ditangani dokter.


"Bapak tunggu sebentar di luar ya,kami akan memeriksa istri bapak"


Mendengar juru rawat memanggil Malika sebagai istrinya membuat perasaan Keenan kembali meratapi apakah mungkin Malika akan menjadi istrinya.


***


Bu Ratna pun berhasil membuat Nico lebih tenang dengan semua nasihatnya.


"Ibu tahu,kamu sangat menyayangi Malika,kau sangat mencintainya,tapi kamu juga harus bisa mengendalikan dirimu,jangan sampai amarahmu mengalahkan akal sehatmu nak,berpikirlah jernih"


Lanjut nasihat Bu Ratna pada Nico.


"Kau harus menyusun rencana agar ingatan Malika kembali dan membuatnya jatuh di pelukanmu dengan kemauannya sendiri,sehingga ibunya yang sangat membencimu tidak bisa melarang hubungan kalian lagi"


Mendengar semua saran dari ibunya,kini Nico pun akan berusaha untuk mencoba mengembalikan ingatan Malika secara perlahan.


"Baiklah Bu,aku akan coba berusaha untuk mengembalikan ingatan Malika kepadaku,"


Niat Nico untuk mengembalikan ingatan Malika.


Nico pun pergi keluar untuk menemui Malika kembali dan kali ini dengan sikap yang lebih baik dari sebelumnya.


...


Malika pun di tangani oleh dokter,suster pun datang pada Keenan untuk menanyakan data wanita yang jatuh pingsan itu,


Keenan tidak tahu siapa dia,akhirnya dia pun menceritakan pada suster semuanya.


"Baiklah kalau begitu,untuk administrasi nya siapa yang bertanggung jawab"


"Saya sus, tangani saja wanita itu dengan baik,untuk urusan itu nanti sekretaris kantor saya yang akan mengurusnya"


Keenan pun kembali melihat keadaan Malika,


"Bapak tidak usah khawatir ,istrinya hanya kelelahan itu sebabnya dia jatuh pingsan.sekarang bapak bisa masuk"


Ranjang Malika dan ranjang wanita itu bersebelahan,sehingga saat Malika tersadar dia langsung menanyakan bagaimana keadaan wanita itu dan dimana dia,


Malika dan Keenan belum tahu jika wanita itu ada di sebelahnya.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa kan,aku sudah melarang mu untuk tidak terlalu kelelahan dulu"


"Aku baik-baik saja pak,tenang saja,"


Terlihat sekali wajah Keenan yang mencemaskan nya,Malika tersenyum menggoda Keenan agar kecemasannya hilang.


"I love u pangeran ku"


Malika berhasil merayu Keenan hingga kecemasannya pun kini berubah menjadi sebuah senyum tipis di bibirnya.


"Bisa saja kamu ,sudah sekarang kamu harus istirahat agar kita bisa segera pulang ke rumah,ibumu pasti sangat menghawatirkan mu"


Malika merasa senang melihat senyum manis di wajah Keenan,dia terlihat sangat tampan hati kecil Malika terus memuji ketampanan wajahnya.


"Ada apa denganku,mengapa aku terus memujinya?"


Tanya hati Malika tersenyum sendiri.


Wanita yang menolong Malika ikut tersenyum mendengar semua percakapan Malika dan Keenan,dia teringat akan seseorang yang menjadi masa lalunya.


"Andai kamu percaya padaku,mungkin saat ini kita masih bersama"


Ucap hati wanita itu mengingat kenangannya.


Kemudian dia pun teringat akan tujuannya untuk menengok sang Kakak yang kecelakaan di rumah sakit yang sama.


"Astaga aku harus segera menemui kakakku,kalau tidak dia pasti cemas"


Wanita itu pun turun dari ranjangnya dan ternyata suster datang untuk memeriksa dirinya.


"Saya sudah merasa baik sus,apa saya sudah boleh pulang"


"Bukankah itu suara wanita itu,"


Malika turun dari ranjang dan langsung menemui wanita itu,


"Kau,terimakasih kamu telah menyelamatkanku,jika tidak mungkin saat ini aku..."


"Shut...sudah yang terpenting sekarang kamu baik-baik saja itu sudah cukup bagiku"


Keenan mencari Malika,dia pun mendengar suaranya ada di sebelah.


Keenan merasa tidak asing dengan suara yang sedang bicara dengan Malika.


"Maaf tadi aku tidak sengaja mendengar semua percakapan kalian,kau beruntung mempunyai suami yang sangat mencintaimu"


Malika tersenyum,dia merasa lucu mendengar wanita itu mengira jika Keenan adalah suaminya.


"Malika"


Panggil Keenan,


Dia pun membuka tirai penghalang ranjang tersebut dan melihat Malika ada disana.


Seketika pandangan Keenan tak berkedip kala melihat wanita yang telah menyelamatkan Malika.


Keenan merasa terkejut karena ternyata wanita itu adalah Kartika.


Perempuan yang sangat dia cintai di masa lalunya,


Wanita itupun terdiam kala Keenan melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Keenan,ternyata ...ternyata wanita ini adalah istri Keenan"


Hancur dirasa hati Kartika kala menyadari jika Keenan sudah benar-benar pergi darinya,melupakan semua kenangan bersamanya,bersama cinta dan hatinya.


Kartika coba menahan air mata yang seakan saling mendorong untuk tumpah dari kelopak matanya.


Dia berusaha bersikap tenang di hadapan Malika dan Keenan.


"Aku harus kuat,aku tidak boleh menangis,kuat Kartika kuat"


Kartika coba menguatkan dirinya sendiri.


Keenan yang terkejut merasa semua seakan mimpi,


Setelah sekian purnama wajah Kartika baru dia lihat kembali setelah kejadian itu terjadi.


"Kartika sedang apa dia disini,bukankah dia di luar negri"


Tanya hati Keenan.


Keenan tidak menyadari jika sedari tadi Malika coba memperkenalkan Kartika padanya.


"Mas ...mas Keenan,are you oke"


Tanya Malika untuk kesekian kalinya hingga diapun tersadar dan menjawab pertanyaan Malika.


"Ya sayang,maaf ayo kita pulang"


Ajak Keenan seakan tidak mengenali Kartika.


"Tunggu dulu mas,ini Kartika gadis yang telah menyelamatkanku tadi,".


Keenan menarik tangan Malika memaksanya untuk segera pulang tanpa menjawab perkenalannya pada Kartika.


"Mas kamu kenapa ?"


Malika terus bertanya akan sikapnya yang sedikit berbeda pada Kartika,sebab Keenan tidak pernah bersikap seperti ini pada perempuan.


"Ibumu sudah meneleponku untuk segera pulang,dia sangat mencemaskan mu,ayo,mau aku gendong?"


Jawab Keenan dengan serius kemudian berusaha mencairkan ketegangan mereka dengan candaannya.


Malika tentu saja tidak mau dia gendong,karena dia tidak mau merepotkan Keenan,dia juga terlalu malu untuk di gendong Keenan karena sudah besar.hihi.


Sebelum pulang,Malika meminta Keenan untuk mengijinkan dirinya berpamitan pada Kartika terlebih dahulu.


Keenan pun mengijinkannya agar Malika tidak curiga jika mereka saling mengenal,


"Baiklah jangan lama,aku menunggumu di mobil."


Malika pun berpamitan pada Kartika dan kembali mengucapkan terimakasih padanya.


"Sekali lagi terimakasih Kartika,semoga kita bisa bertemu lagi ya",


"Sama-sama Malika, "


Dengan senyum penuh kecewa Kartika menjawab ucapan terimakasih Malika padanya,


Dia sangat kecewa karena Keenan tidak mau bertemu dengannya.


"Sebesar itukah kebencian mu padaku Keenan."

__ADS_1


__ADS_2