Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Malika setuju


__ADS_3

Mendengar Malika hendak memanggilnya, dia sudah bisa mengira jika Malika akan menolak ajakannya untuk pergi ke Jakarta.


Tatapan Malika begitu gelisah saat memandang Nico, dalam hati Malika berkata mengapa Nico seakan tidak mengerti dirinya, baru saja dia di tinggal pergi oleh sang ibu, tapi kenapa tepat besok pula Nico mengajaknya ikut dan hidup di Jakarta, apa yang sebenarnya terjadi padanya, dan apa yang harus Malika lakukan.


Hati kecil Malika dia tidak ingin ikut bersama Nico ke Jakarta, tapi dia sangat takut jika Nico melakukan hal nekad atau marah padanya seperti kemarin, Malika cukup takut dan trauma menghadapi sikap pemarah suaminya itu.


"Kamu mau kan ikut denganku?"


Nico kembali bertanya pada Malika,


Malika pun menganggukkan kepalanya dan berkata ya, tidak ada pilihan lain bagi Malika untuk setuju dan ikut dengan suaminya.


Dan yang sebenarnya terjadi, Nico sengaja mengambil pekerjaannya di Jakarta untuk menghindari pemeriksaan polisi mengenai kematian Bu Arum.


"Tapi co, bagaimana dengan pemeriksaan polisi lusa, bukankah kita ada agenda pemeriksaan polisi tentang kejanggalan kematian ibu?"


Malika kembali bertanya mengingatkan perihal yang tidak ingin Nico dengar.


Nico pun menarik napasnya, raut wajahnya mulai memerah namun dia berusaha tenang karena tidak ingin membuat Malika curiga.


Akhirnya Nico menyarankan agar kematian ibunya tidak di usut, Nico meminta Malika untuk menghentikan pemeriksaan polisi untuk kematian ibunya, karena sebagai anaknya, Malika tentu bisa melakukan itu.


Saran Nico cukup bisa masuk di akal Malika, dan ketika Malika hendak istirahat, dari luar kamar seseorang mengetuk pintu.


"Malika"

__ADS_1


Ka Suci memanggil Malika, dia meminta Malika untuk turun sebentar, ada hal yang ingin dia sampaikan padanya.


Malika pun ikut bersama ka Suci ke bawah, disana semua karyawan Bu Arum sudah menunggu kedatangan Malika.


Maksud hati para pegawai Bu Arum, mereka ingin menanyakan nasib pekerjaan mereka setelah Bu Arum tiada, dan itu sungguh membuat Malika kembali bimbang.


"Sebenarnya, sebelum meninggal alm ibumu pernah menyampaikan amanat kepadaku ka, dia tidak mau usaha konveksinya bubar ataupun gulung tikar, meskipun dia sudah tiada, dia ingin kamu meneruskan usahanya ini"


Ka Suci menyampaikan amanat sang ibunda kepadanya, dan amanat itu berhasil membuat Malika kembali bimbang dengan ajakan Nico untuk ikut bersamanya.


Malika pun bicara semua yang terjadi pada ka Suci, Malika tidak tahu keputusan apa yang harus dia ambil saat ini,


Di satu sisi sebagai anak yang baik, tentunya Malika harus menuruti amanat sang ibu untuk meneruskan usaha konveksinya.


Ka Suci pun meminta Malika untuk solat malam dan minta petunjuk Allah untuk semua jalan keluarnya.


"Kamu benar ka, aku harus membuat keputusan, kalaupun aku harus pergi bersama Nico, semoga itu menjadi keputusan yang terbaik,


Dan kalaupun aku tidak bisa meneruskan usaha ibu, ada ka Suci dan pak Eman yang sudah berpengalaman disini menemani ini dari nol sampai sukses sekarang."


Ucap Malika pada pak Eman dan ka Suci.


Pak Eman pun mengambil kesimpulan jika Malika tidak bisa ikut andil bersamanya dalam meneruskan usaha ibunya.


Malika pun menjelaskan jika dalam kehidupan nyata dia tidak bisa ikut bersama memajukan usaha konveksi ibunya, tapi Malika akan berusaha bermain di belakang layar.

__ADS_1


Pak Eman dan Suci pun mengerti dengan apa yang dimaksudkan Malika pada mereka.


Di dalam kamar Nico yang sudah membereskan semua pakaian Malika sangat antusias ingin segera besok untuk berangkat ke Jakarta.


"Kamu sedang apa co?"


Malika berhasil membuat Nico terkejut, hingga dia tidak sengaja menjatuhkan dompetnya.


Malika pun berjalan perlahan menuju Nico dan dompetnya yang jatuh,


Dompet Nico pun Malika ambil dan coba membukanya.


"Astaga, disana ada surat dari Bu Arum, Malika tidak boleh sampai tahu?"


Nico cemas, dia takut Malika membuka surat tersebut.


*sejenak mari kita merenung dan mendoakan saudara kita yang menjadi korban bencana gempa Cianjur,


maafkan author karena minggu-minggu ini jarang up, karena memang situasi hati masih dalam kesedihan karena salah satu saudara author menjadi korban bencana tersebut,


jangan bosan simak dan tunggu up efisode selanjutnya ya min ...


happy reading reader tercinta 🥰🥰


i love u*

__ADS_1


__ADS_2