Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Malika pingsan


__ADS_3

Nek Rima pun bertanya pada Rishi sampai kapan dia akan mengambil cuti hanya untuk menemani dirinya,


"Nenek, sudah merasa lebih baik nak, kamu bisa kembali mengambil tugas kamu, pasti semua sangat membutuhkan kamu disana?"


Ucap Nek Rima pada Rishi yang memintanya untuk kembali bertugas.


"Sepertinya untuk sekarang, saya ambil cuti dulu nek, kasihan juga kakek sendirian di kantor harus mengurus semua pekerjaannya"


Jawab Rishi yang menolak permintaan sang nenek karena dia ingin membantu kakeknya di kantor.


Malika yang tidak menyangka jika pria yang telah menyelamatkan nya tempo lalu adalah cucu nek Rima pun berniat ingin mengucapkan terimakasih,


"Jadi pria ini cucu nek Rima yang di ceritakan tadi pada Malika?"


Tanya Malika pada nek rima.


Mendengar itu, Rishi pun bertanya pada neneknya, apa yang sudah dia ceritakan tentang dirinya pada Malika.


"Tidak nak, itu tidak penting"


Jawa nek Rima dengan senyumnya yang keriput.


Malika pun tersenyum melihat nek Rima, sebenarnya sebelum Rishi datang, nek Rima sempat menceritakan jika takdir memaksa Rishi harus menjadi seorang yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan saat dirinya hendak wisuda di Jerman.


Kedua orangtua Rishi mengalami kecelakaan mobil saat mereka hendak berangkat ke bandara yang akan terbang menuju Jerman.


Dari sana lah Malika tahu jika ternyata pria yang terlihat sangat cuek itu ternyata mempunyai nasib yang sangat menyedihkan, dimana saat wisuda harusnya di hadiri orangtua dengan penuh sukacita, Rishi justru harus menerima kenyataan pahit akan takdirnya.


"Kenapa nenek sembarangan membicarakan tentang aku pada orang lain?"


Rishi tidak suka dengan cara neneknya yang menceritakan tentang dirinya pada Malika.

__ADS_1


"Jangan marahi nenekmu, dia hanya ingin mencurahkan semua kesedihannya saja, "


Jawab Malika membela nek Rima.


Rishi tidak suka dengan apa yang Malika katakan padanya.


Tanpa Menjawab apa yang Malika katakan, Rishi akhirnya membawa nek Rima masuk kedalam ruangannya meninggalkan Malika sendirian di luar.


"Tidak seharusnya kamu bersikap seperti itu nak, dia wanita yang baik, dari tadi dia yang menemani nenek, minta maaflah kamu sama dia"


Ucap nek Rima pada Rishi memintanya untuk meminta maaf pada Malika.


Rishi pun hanya terdiam.


***


Jam istirahat pun tiba, Nico bergegas menuju klinik untuk melihat keadaan Malika, dengan menggunakan kendaraan kantornya, Nico pun bersiap.


Ucap Clara meminta Nico untuk mengajaknya.


Nico tidak bisa menolak, karena tidak ada alasan yang kuat untuk Clara tidak ikut bersamanya.


"Baik, naiklah"


Clara pun akhirnya masuk kedalam mobil, namun karena banyaknya berkas yang dia bawa, Clara akhirnya kerepotan memasang sabuk pengaman.


Melihat Clara yang kesulitan akhirnya Nico pun berinisiatif untuk membantunya,


Saat Clara hendak meraih sabuk pengaman di atas bahunya, tiba-tiba saja Nico mengejutkannya dengan memasangkan sabuk itu pada tubuhnya, hingga akhirnya wajah Nico kini hanya berjarak 3 cm dari wajahnya, detak jantung Clara berdegup kencang kala melihat wajah Nico yang berada dekat dengan wajahnya.


"Kamu sudah siap"

__ADS_1


Ujar Nico membuat lamunannya tersadar,


"Ingat Clara, kamu harus balas dendam padanya, jangan sampai cinta tumbuh lagi di hatimu untuk pria ini"


Ucap hati Clara berusaha sadar akan hatinya.


"Aku sudah siap"


Jawab Clara pada Nico.


Akhirnya Nico pun melajukan mobilnya menuju klinik.


...


Karena kini Malika sendirian, akhirnya diapun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Malika merasa aneh dengan tingkah Rishi yang sepetinya tidak menyukai dirinya.


"Kenapa dia seperti tidak menyukai ku? Apa salahku?"


Gumam Malika memikirkan semuanya.


Malika terus berjalan menyusuri lorong, menuju ke kamarnya,


Bersamaan dengan itu, karena kondisi jalan yang sepi dan kosong, membuat Nico sampai lebih cepat ke klinik.


Malika yang merasa sedikit pusing mulai melangkah dengan tidak stabil, hingga akhirnya Malika pun jatuh pingsan, namun untunglah Rishi datang di waktu yang tepat.


"Malika"


Panggil Rishi coba membangunkannya, Malika hanya sedikit membuka matanya untuk melihat siapa yang menahan tubuhnya, kemudian Malika pun benar-benar tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2