Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Hilang ingatan


__ADS_3

Dalam ketidaksadarannya Malika bertemu seorang pria berjubah putih tersenyum melambaikan tangannya,


Senyum nya sangat indah dan menawan,pria itu seolah melambaikan tangan mengajak Malika untuk ikut dengannya.


Malika pun terdiam sejenak sebelum langkahnya terhenti.


"Dia adalah ayahmu Malika"


Ucap Bu Arum menghentikan langkah malika menuju ayahnya.


Malikapun kaget,apa benar itu ayahnya,dia terlihat muda dan tampan,senyumnya juga sangat menawan,wajahnya bercahaya dan dia di temani pria muda lain berjubah putih sama dengan ayahnya.


"Kembalilah pulang Malika,ibu sangat kesepian nak"


Pinta Bu Arum menggenggam tangan Malika,


Sesuatu seakan menghalangi pita suaranya,Malika tak bisa berucap menjawab semua permintaan ibunya.


Bu Arum nampak memohon agar Malika kembali pulang bersamanya.Malika terlihat sangat bingung,dia ingin sekali menemui ayahnya yang terus melambaikan tangan kepadanya,namun Bu Arum menangis memohon agar Malika ikut kembali pulang bersamanya.


"Ayah"


Sebuah kata yang terucap dari bibir Malika membuatnya tersadar pasca operasi.


Keenan yang melihat Malika terbangun langsung memanggil dokter untuk segera memeriksa Malika.


"Dokter Malika sadar,cepat kemari"


Panggil Keenan dengan mata yang berbinar,dia sangat bahagia karena Malika akhirnya sadarkan diri.


Keenan tak mampu mengungkapkan betapa bahagianya dia kala melihat Malika tersadar,ingin rasanya dia memeluk erat Malika untuk meluapkan rasa bahagianya kala itu juga.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa Malika,suster menyuruh Keenan untuk tetap menunggu di luar.


"Syukurlah,akhirnya kau sadar juga Malika,aku harus memberitahu Bu Arum"


Pikir Keenan saking bahagianya.


Diapun segera ke kamar Bu Arum dan memberitahu jika Malika sudah sadar,Bu Arum pun sangat bersyukur dan bahagia mendengar kabar tersebut.


"Ayo kita kembali kesana nak"


Bu Arum pun tak sabar ingin menemui Malika.


Keenan dan Bu Arum akhirnya pergi menuju ruang Malika di periksa.


Disana terlihat dokter masih sedang menangani Malika yang terbaring,tapi kebahagiaan mereka kembali memudar kala melihat dokter dan suster seakan panik dan cemas saat menangani Malika.


Semua terlihat tegang,dan entah apa yang terjadi,dokter seakan menyuruh suster untuk memberi kejut listrik di jantung Malika.

__ADS_1


"Ini ada apa nak Keenan,mengapa dokter dan suster terlihat sangat tegang,apa yang terjadi "


Bu Arum ikut panik melihat semua yang terjadi pada anaknya.


Keenan pun tidak mengerti,mengapa dokter dan suster melakukan kejut jantung pada Malika,karena yang dia lihat Malika bangun dan tersadar seraya memanggil kata "ayah".


Keduanya pun kembali berdoa kepada Tuhan,agar Malika bisa di selamatkan.


Bu Arum kembali memasrahkan hidup malika.oada sanga maha kuasa untuk memberikan yang terbaik baginya.


Dan tak lama kemudian,para suster nampak terlihat lebih tenang setelah detak jantung Malika kembali terdeteksi di mesin.


Dokter pun keluar ,Keenan dan Bu Arum langsung menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan Malika.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"


Tanya Bu Arum cemas,


"Ibu tidak usah khawatir sekarang,Malika sudah sadarkan diri,detak jantungnya kembali berkat doa kalian,"


Mendengar semua pernyataan dokter Bu Arum pun mulai tenang dan berucap syukur.


"Sebelumnya kejadian ini sangat jarang terjadi pada pasien kami,dimana si pasien mengalami mati suri selama 7 menit,dan syukurlah tuhan masih ingin anak ibu untuk melakukan hidupnya"


Bu Arum dan Keenan sangat terkejut mendengar Malika mengalami mati suri.


"Apa dok,mati suri,maksud dokter anak saya sempat meninggal?"


Dokter menjelaskan,jika Malika mengalami mati suri sesaat setelah dirinya terbangun dan sadar dari mimpi yang dia alami di bawah sadarnya pasca operasi,dan itu sangat jarang terjadi,baru kali ini lagi dokter menangani pasien seperti Malika.


Keenan pun mengingat,mungkin Malika mengalami mati suri sesaat setelah dirinya pergi menemui Bu Arum untuk memberitahu keadaan Malika.


"Tapi apakah sekarang anak saya sudah baik-baik saja dok?apa anak saya sudah bisa di temui?"


Tanya Bu Arum ingin sekali melihat dan bertemu anaknya.


Dokter pun mengijinkan Bu Arum untuk menemui Malika.


"Tapi hanya 2 orang yang bisa masuk ya,dan jangan dulu banyak diajak bicara,karena pasien masih belum pulih"


Ucap dokter melanjutkan jika hanya 2 orang yang bisa masuk kedalam kamar Malika.


Bu Arum dan Keenan segera masuk kedalam,Bu Arum melangkah begitu gembiranya menghampiri anaknya yang masih terbaring.


"Malika anakku".


Ucap Bu Arum kala menghampiri Malika yang sedikit membuka matanya melihat kedatangan Bu Arum dan Malika.


Bu Arum dan Keenan sangat senang dan bahagia karena ini adalah kenyataan,Malika benar-benar membuka matanya dan melihat ke arah Keenan dan Bu Arum.

__ADS_1


Bu Arum memeluk Malika dan menangis bahagia bisa memeluk anaknya kembali.


Keenan pun terharu melihat kebahagiaan Bu Arum yang sekian lama tidak pernah dia lihat kembali pasca kecelakaan Malika.


"Kau baik-baik saja nak?"


Tanya Bu Arum tak melepaskan tangannya yang terus mengusap wajah dan tangan Malika karena rindu.


Malika tak menjawab,dia terlihat linglung melihat kedatangan Bu Arum dan Keenan.


"Malika ,kau baik-baik saja kan nak?"


Bu Arum kembali bertanya pada Malika yang terlihat bingung.


"Kalian siapa?dimana aku? Siapa aku?"


Tanya Malika pada Bu Arum dan Keenan membuatnya sangat terkejut.


"Astaga"


Keenan tidak menyangka jika Malika tidak mengenali mereka,Keenan langsung memanggil suster dan dokter.


Malika pun berteriak histeris karena dia merasakan sakit di kepalanya.


"Ah sakit..kepalaku sakit"


Ucap Malika dengan tangannya yang terus memegang kepalanya.


Keenan tidak kuasa melihat Malika kesakitan,hatinya terasa sakit kala melihat Malika tersiksa,Bu Arum pun kembali panik,dia coba Menenangkan Malika yang kesakitan.


"Sabar nak,sabar sayang,sebentar lagi dokter akan datang"


Ucap Bu Arum tak kuasa menahan air matanya.


Dokter pun datang,Malika segera di tangani,suster pun meminta Bu Arum dan Keenan untuk menunggu di luar.


"Kenapa Malika tidak mengenal ibu?mengapa Keenan?"


Tanya Bu Arum terpukul melihat Malika yang tidak mengenalnya,bahkan Malika juga tidak mengenal dirinya sendiri.


Dalam hati,Keenan sudah bisa mengira,apa mungkin Malika hilang ingatan,kasihan Malika.


Dia harus menderita karena kecelakaan ini.


Keenan berjalan menyusuri lorong rumah sakit dan menelpon sahabatnya yang bekerja di agen kepolisian rahasia,dia ingin mencari tahu siapa yang telah menabrak Malika hingga dia bisa kehilangan ingatannya.


"Aku ingin kau mencari tahu siapa yang telah menabrak Malika beri dia pelajaran"


Perintah Keenan pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Keenan sangat marah pada penabrak yang telah mencelakai Malika hingga dia kehilangan ingatannya.


__ADS_2