
Malika yang masih menemani Alana bermain di halaman depan memintanya untuk segera masuk,Karena terik matahari sudah semakin meninggi.
"Sebentar lagi ka Malika,satu tendangan lagi ya Alana akan menendang bola ini sama Kaka,ka Malika harus bisa menahannya "
Malika pun mengalah dan menuruti semua permintaan Alana untuk menjadi kiper dan menangkap bolanya.
Alana sangat girang karena Malika menuruti permintaannya.
"Tangkap ya ka"
Alana pun menendang bola dan ternyata bola terbang jauh dari gawang,
Malika tersenyum pada Alana menandakan jika dirinya sudah kalah,
Kemudian Malika pun meminta Alana untuk masuk kedalam rumah,sedangkan Malika membawa bola yang terbang jauh dari gawang.
"Dimana bola itu ya?"
Malika terus mencari keberadaan bola tersebut,hingga akhirnya bola terlihat diantara semak rumput di bawah tangga,Malika pun segera membawanya.
Namun tiba-tiba kaki Malika tersandung sebuah batu yang menancap di tanah,
Malika tidak melihat ada batu disana,
Malika pun terjatuh sampai bawah tangga dengan kepala membentur keras ke tembok.
"Ah..."
Malika pun tak sadarkan diri.
***
Tiara yang berniat ingin menemui Malika,mampir ke toko donat kesukaannya,
Tiara ingin memberi kejutan kepadanya.
"Ini donat madu kesukaannya Malika,aku akan membelinya sebagai hadiah,semoga saja Malika suka dan mengingat semuanya"
Setelah selesai membeli donat tersebut,Tiara pun segera menuju ke rumah Malika.
...
Keenan dan Arkana kini terdiam,keduanya tidak saling bicara,Arkana pun coba memecah keheningan diantara keduanya.
"Lalu bagaimana sekarang,apa yang akan kamu lakukan pada Kartika"
"Entahlah,aku sangat bingung, 4 hari lagi aku akan menikahi Malika"
Keenan dibuat dilema dengan semua yang terjadi,
Dia pun memutuskan untuk memikirkan nya nanti,karena sekarang dia harus pergi menghadiri proyek barunya.
"Baiklah,sebagai sahabat aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu"
Ucap Arkana pada Keenan.
Arkana pun juga ikut pergi dari kantor Keenan, dia segera kembali ke kantor polisi untuk bertugas.
Tiara pun tiba di rumah Malika,
__ADS_1
Dia mengetuk pintu dan seorang anak kecil membuka kan pintu untuknya.
"Assalamualaikum de,Malika nya ada?"
Tanya Tiara pada Alana yang membukakan pintu.
Alana mengatakan jika ka Malika sedang ada di kamarnya,dia juga bertanya siapa dirinya dan ada apa menemui ka Malika,
"Saya ka Tiara sahabatnya ka Malika, kakak bisa masuk boleh?Bu Arum sedang kemana?"
Alana pun mengijinkan Tiara untuk masuk kedalam rumah,dia mengatakan jika Bu Arum sedang pergi keluar untuk membeli bahan kain.
Tiara dan Alana pun masuk dan menuju kamar Malika.
Saat pintu kamar di buka,Tiara sangat terkejut karena tidak melihat keberadaan Malika di dalam kamar,
"Ka Malika nya kemana de?"
Tanya Tiara pada Alana,
Alana pun tidak mengetahui kemana Malika.
"Malika... Malika"
Tiara memanggil Malika dan mencari keberadaannya.
Dia coba membuka kamar mandi dan melihat Malika berada di dalamnya.
Malika terlihat sangat linglung dia terlihat terus memegang kepalanya,
"Astagfirullah,kamu kenapa Malika"
Malika masih terdiam dan terus memegang kepalanya,
Tiara yang tidak tahu apa yang terjadi pada sahabatnya itu, bingung harus berbuat apa,
"Kamu kenapa Malika"
Tiara terus bertanya pada Malika hingga akhirnya Malika pun
Melihat Tiara dan memeluknya.
"Tiara"
Malika memeluk erat Tiara,dia sangat merindukannya setelah sekian lama tidak bertemu.
Tiara yang bingung tidak menyangka jika Malika masih mengingatnya meski dirinya sedang hilang ingatan.
"Kau mengingatku Malika?"
Tanya Tiara pada Malika dengan raut wajah yang serius.
Malika menganggukkan kepalanya,dia mengatakan jika dia masih mengingat Tiara sahabatnya.
Kemudian Tiara juga bertanya mengapa dia bisa mengingatnya sedangkan Malika sedang hilang ingatan.
Alana pun datang diantar keduanya.
"Ka Malika darimana saja,Alana mencari kakak dari tadi"
__ADS_1
Malika pun meminta Alana untuk duduk dan bermain game di laptopnya,
"Kamu main game dulu sebentar ya de,Kaka mau bicara penting sebentar dengan kak Tiara"
Alana pun justru senang di suruh bermain game di laptopnya Malika,dia pun segera bergegas ke bangku kerja Malika dan mulai membuka laptopnya.
Tiara pun kembali memulai pembicaraannya dengan Malika,apa yang senangnya terjadi.
Dan ternyata Malika mengatakan jika sebenarnya ingatan Malika sudah kembali,dia sudah bisa mengingat semuanya.
"Tapi kapan,dan bagaimana keadaanmu sekarang?apa harus kita periksa ke rumah sakit?"
Ucap Tiara yang mencemaskan keadaan Malika.
Malika menolak untuk di periksa dokter,karena dia tidak mau ada seseorang yang tahu jika ingatannya sudah kembali,
Malika mengingat Kartika yang bicara kepadanya tadi pagi.
Malika mengingat wajah Kartika ada di foto Keenan di laci meja kantornya,
Karena dulu Malika tidak sengaja menemukan foto Keenan bersama Kartika yang tersimpan di laci meja kerja Keenan.
Malika pun teringat akan cerita Kartika yang ingin mengembalikan masa lalunya yang telah pergi,
Malika sangat paham apa maksud dari ucapan Kartika saat ini,
Kartika ingin kembali pada Keenan,dia ingin kembali menggapai cintanya dan berharap Keenan mau mengerti akan kesalahannya di masa lalu ternyata bukan di sengaja,melainkan jebakan dari sahabatnya yang juga mencintai Keenan.
Tiara yang menyimak semua cerita Malika menanyakan apa yang akan dia lakukan untuk semua ini,
Malika pun meminta Tiara untuk tidak menceritakan kembalinya ingatan Malika karena dia ingin menyatukan kembali cinta Keenan dan Kartika.
Karena Malika tidak akan pernah bisa mencintai Keenan sampai kapanpun,meski hatinya kini mulai terbuka untuknya,namun itu terjadi karena ketidaksadaran dirinya dalam hilang ingatan.
Malika hanya bisa mencintai satu pria yaitu Nico,dia pun mengingat semua janjinya pada Nico untuk setia menunggunya.
Tiara merasa senang mendengar kata cinta Malika yang masih setia untuk Nico,itu artinya kesetiaan Nico memanglah tidak sia-sia selama ini.
***
Sore pun tiba,Arkana sengaja mengajak Kartika untuk datang ke sebuah taman,begitu pun dengan Keenan,dia juga memintanya untuk datang,
Arkana ingin menyatukan kembali cinta mereka sebagai mana pesan Lidya kepadanya.
Ya,sebelum semuanya terjadi,Lidya yang menyesali semua kejahatannya berpesan pada Arkana untuk bisa menyatukan kembali cinta Keenan dan Kartika,karena keduanya masih saling mencintai meski kini hari pernikahan Keenan sudah di depan mata.
Arkana pun berusaha sebisa mungkin untuk mengabulkan pesan Lidya padanya.
Dan ternyata Kartika datang tepat pada waktunya,dia menunggu Arkana di kursi yang sudah di sediakan.
Lama menunggu,namun Arkana tak kunjung datang,Kartika sempat mengira jika Arkam pasti menipunya,
Kartika pun bangkit dan hendak pergi,
Namun saat Kartika berbalik dia melihat seseorang berdiri di hadapannya,
Kartika dibuat diam dengan kedatangan pria tersebut,Kartika tak kuasa menahan tubuh dan tangannya saat kini pria itu semakin dekat dengannya.
Dan akhirnya Kartika pun memeluk pria itu dan menangis di pelukannya.
__ADS_1
"Maafkan aku Keenan"