
Dengan luapan penuh amarah,Nico pulang ke rumah menemui Clara,dia sudah tidak bisa memaafkan lagi kesalahan yang dibuatnya kali ini.
"Clara"
Nico meremas kedua tangannya seakan ingin menghajar nya jika dia pria,namun sayang dia hanya seorang wanita yang umurnya tidak akan lama lagi.menurut Nico.
Setiba di rumah Nico langsung memanggil Clara dengan nada suara yang keras,hingga membuat seisi rumah terkejut dan takut mendengarnya.
"Clara...Clara"
Teriak Nico membuat Bu Ratna sangat panik.
"Ada apa ini nak,kenapa kamu terlihat sangat marah"
"Dimana Clara"
Clara pun keluar dari kamar Nico dan menemuinya dengan wajahnya yang tak bersalah.
Dengan tenang dia bertanya mengapa Nico memanggilnya dengan kasar,apa yang sudah terjadi.
"Sebaiknya kamu bicara yang sebenarnya padaku?"
"Apa maksudmu aku tidak mengerti"
"Bicara padaku atau sekarang juga kamu pergi dari sini"
Clara mengira jika Nico sedang membicarakan tentang penyakitnya yang palsu. Dia mulai merasa takut jika kebohongannya akan terungkap,namun dia juga berpikir mungkin inilah waktunya untuk jujur kepada Nico tentang kebohongan penyakitnya.
"Ia ia,aku akan bicara yang sebenarnya,maafkan aku Nico,sebenarnya aku tidak mengidap kanker darah,aku baik-baik saja,aku membohongimu karena aku ingin kamu selalu dekat denganku,aku minta maaf"
Bruk
Satu tonjokan mendarat di tepi dinding tepat di depan mata Clara,sehingga membuatnya ketakutan,Nico yang selama ini dia kenal lembut dan perhatian,kini di depan matanya terlihat tak jauh seperti preman pasar yang sedang marah karena tidak mendapat jatah pajak dari anak buahnya.
Nico tidak menyangka jika Clara bisa membohonginya untuk hal yang serius seperti itu,di tidak menyangka jika demi mendapatkan cintanya,Clara sampai memalsukan penyakitnya.sungguh Nico sangat kecewa dengan semua kebohongan Clara.
Meski bukan kebohongan penyakit yang di maksudkan Nico pada Clara,tapi setidaknya kini dia juga tahu jika selama ini dia sudah menipunya tentang kanker darah yang dideritanya.
"Ah ...
Satu kebohongan sudah terbongkar,aku yakin masih banyak lagi kebohongan lain yang sedang kamu sembunyikan dariku"
"Maksud kamu,kebohongan apa,aku tidak mengerti,aku hanya membohongimu untuk penyakit ku saja,itu saja co,tidak ada lagi"
Clara masih teguh pada pendiriannya tentang kebohongan yang selama ini dia sembunyikan.
"Lalu apa maksud kamu dengan memblokir semua kontak temanku disini hingga mereka tidak bisa menghubungi aku untuk sekedar memberitahu kalau Malika kecelakaan hah "
__ADS_1
Nico begitu sangat kasar pada Clara,sehingga Clara tidak mengenal sosok Nico yang selama ini ada bersamanya.
Clara merasa pria yang ada dihadapannya bukan Nico,karena pria yang ada di depannya kini sangat kasar dan pemarah.
Clara pun merasa bersalah karena memang dia yang sudah memblokir semua kontak temannya agar dia tidak bisa menghubungi mereka untuk menanyakan Malika.
Diapun mencari alasan agar Nico tidak semakin kecewa kepadanya.
"Memblokir apa maksud kamu,aku tidak memblokir apapun dari ponselmu?"
"Sudahlah Clara,aku sudah tidak bisa percaya lagi pada semua kata-kata mu"
Nico pun berlalu dengan amarah yang masih memuncak pada Clara,dia sudah tidak peduli dengan semua hutang jasa Clara pada keluarganya,dia tidak peduli jika Clara akan menuntutnya.
Bruk
Suara pintu terdengar begitu keras terbanting oleh tangan Nico,Clara pun baru menyadari jika Nico ternyata tempramen,dia tidak menyangka jika dia seperti itu.
Karena sedih dan kecewa akhirnya Clara pun memutuskan untuk pergi dan kembali ke Jakarta.
Nico yang sedih dengan semua yang terjadi pada Malika merasa bersalah karena dia tidak bisa menemaninya disaat dia sedang membutuhkannya.
Sepintas bayangan mimpi buruk itu pun muncul di pikirannya.
"Aku tidak akan membiarkan mimpi itu menjadi kenyataan,aku tidak akan pernah merelakan Malika menikah dengan pria lain selain aku"
Nico coba memikirkan cara untuk bisa menemui Malika tanpa sepengetahuan Bu Arum,tapi bagaimana?
Di kamar Malika terlihat sangat bosan,hingga Keenan pun coba menghiburnya dengan semua cerita dan candaannya.
"Entah sejak kapan hati ini begitu mencintaimu Malika,padahal sebelumnya tak terbayangkan di pikiranku untuk kembali jatuh hati setelah dia pergi,rasanya cinta tidak akan pernah lagi aku rasakan,tapi kehadiranmu telah mengubah semua yang mustahil menjadi mungkin.terimaksih Malika kau datang di waktu yang tepat"
Rasa sukur Keenan kala melihat senyum Malika yang tulus untuknya.rasa syukur Keenan yang kembali merasakan jatuh cinta setelah sekian lama hatinya hampa.
Pasca Kartika pergi meninggalkannya,tak ada satu gadis pun yang berhasil menarik hati Keenan,termasuk Lidya,meski dia sudah sangat berusaha mengejar cintanya,namun hati Keenan masih tertutup.
Tapi sejak kehadiran Malika di hidupnya,semua terasa berwarna,kehidupannya yang hampa kini mulai terisi dengan perhatian dan cintanya pada Malika.
"Aku mencintaimu Malika, i love u"
Sebuah kalimat cinta yang romantis terucap dari bibir Keenan pada Malika,semua terasa aneh di telinga Malika,
Dia merasa sebuah kalimat itu pernah dia dengar tapi entah kapan.
Malika pun membalas kalimat cinta Keenan dengan memeluknya erat,
"I love u to"
__ADS_1
Keenan pun membalas pelukannya dengan penuh cinta,meski di hati kecilnya dia merasa sangat bersalah karena telah menipu Malika dengan statusnya.
"Maafkan aku Malika,"
Dan disaat itu pula tiba-tiba saja Malika menanyakan kenangan mereka di masa lalu seperti apa.
"Oh ya,apa.kita pernah foto bersama?atau mungkin kau mempunyai benda bersejarah untuk hubungan kita?"
Pertanyaan Malika yang tak mampu dia jawab,
Malika terus menanyakan tentang hubungannya di masa lalu,
Sejak kapan mereka berpacaran dan sudah berapa lama.
"Ceritakan lah tentang hubungan kita,aku ingin tahu,sudah sejauh mana kita dekat ,please aku mohon,setidaknya ada sedikit kenangan yang akan bisa ku ingat tentang kita"
Keenan pun terdiam.
Dan tiba-tiba saja dokter datang untuk memeriksa Malika,
"Selamat siang Bu,pak bagaimana keadaan Bu Malika sekarang?"
"Kepala saya sudah tidak terlalu sakit dok"
"Ibu jangan dulu memaksa kan untuk mengingat masa lalu atau berpikir terlalu berat ya,sebab itu akan membuat kepala ibu sakit,"
Dokter menasihati dan memeriksa Malika seperti biasa,sementara itu Keenan coba menghubungi Bu Arum dan menceritakan semua pada Bu Arum jika Malika ingin mengetahui tentang kisah mereka.
Bu Arum pun kemudian datang ke kamar Malika.
"Nak Keenan bukankah sekarang kau ada meeting penting di kantor"
Keenan pun mengerti dengan semua ucapan Bu Arum padanya,dia tidak ingin sampai Keenan terlalu banyak membohongi Malika dengan semua kisahnya,cukup statusnya yang palsu,tidak dengan kisahnya.
"Malika,aku pergi ke kantor dulu sebentar ya,ada hal penting yang tidak bisa aku tinggalkan"
Keenan pamit pada Malika.
"Tapi..sudahlah kau pergi saja,lain kali kita bicarakan semuanya"
Keenan mencium tangan Malika di depan Bu Arum dan berpamitan kepadanya.
Dia juga tak lupa mencium tangan Bu Arum sebagai rasa hormat kepadanya.
"Hati-hati di jalan nak"
Pesan Bu Arum sebelum pergi.
__ADS_1
Keenan pun pergi dari rumah sakit menuju kantor yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit.
Di lain tempat,Nico yang menunggu di luar rumah sakit sedang mengintai Keenan untuk dia celakai.