
Ya Lidya mengingat jika pria yang datang untuk menyelamatkan Malika adalah Nico,kekasihnya.
"Sial,mengapa dia bisa tahu tentang penculikan ini,dasar anak buah gak becus pasti dia melihat Malika bersama mereka"
Tebakan Lidya pada Nico yang mengetahui jika Malika di culik.
Lidya pun mencari cara untuk memberi pelajaran pada Nico yang terlihat sudah bisa mengalahkan satu anak buahnya.
Nico dan kedua penjahat itu tak henti saling memukul dan menendang satu sama lain,hingga disaat Nico melumpuhkan satu anak buah Lidya,rekannya yang satu lagi coba menghantam Nico dari belakang dengan sebuah besi panjang.
"Awas di belakangmu"
Teriak Malika yang coba memberitahu Nico untuk menghindar berhasil menyelamatkan Nico dari serangan itu,
Seketika Nico pun kembali melawan,dia terjatuh,namun kala melihat malika.yanh mencemaskan keselamatannya,Nico pun kembali bangkit.
Entah berapa kali Nico terjatuh,namun dia masih berusaha bangkit kembali demi menyelamatkan kekasihnya itu.
Dan disaat terakhir,Lidya yang menyadari jika Malika akan terus menjadi kekuatan Nico membawa Malika pergi ke ruangan lain agar Nico tidak bisa melihatnya.
Malika pun coba berontak,namun tubuhnya yang masih terluka pasca kecelakaan membuatnya tidak bisa melawan.
Malika.hanya sedih dan terus bertanya pada Lidya apa kesalahannya,dan mengapa dia menculiknya,apa yang dia inginkan darinya.
"Kau telah merenggut semua kebahagiaanku,maka aku juga harus merenggut kehidupanmu,aku akan mengakhiri hidupmu,mengakhiri semua kisahnya"
Jawab Lidya membuat Malika sangat ketakutan.
Dia terus berdoa berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkannya dari wanita gila di hadapannya.
Nico yang menyadari jika Malika kini tidak ada lagi di tempat yang semula,coba melihat ke arah sekitar karena dia takut Malaika akan celaka.
Si penjahat yang melihat Nico tidak fokus karena mencari Malika,memanfaatkan situasi itu dengan memukul kepalanya dengan botol minuman di kepala belakangnya.
"Bruk
Satu pukulan yang membuat botol minuman itu pecah tepat di bagian belakang kepala Nico,
Nico tetap berdiri tegak kala menyadari jika kini kepalanya mulai berdarah akibat pukulan itu,dia pun berbalik dan coba melawan si penjahat.
Namun tendangan dari nya membuat tubuh Nico terjatuh,namun meskipun begitu dia tetap berusaha untuk melawan penjahat itu dengan sisa tenaga yang ada.
Hingga akhirnya terdengar gemuruh suara langkah kaki yang datang dan mengakhiri semua perkelahiannya.
"Angkat tangan"
Polisi mengangkat pistol pada penjahat dan Lidya,mereka pun tidak bisa berkutik.
__ADS_1
Keenan dan Arkana datang tepat pada waktunya,Lidya pun tidak bisa lari,namun sebelum dia berhasil di tangkap,Lidya menarik Malika dan coba untuk menjatuhkannya dari jendela gedung itu.
"Berhenti,kalau tidak maka dia tidak akan selamat"
Teriak Lidya membuat Keenan dan Arkana mulai cemas akan keselamatan Malika di tangan wanita psikopat itu.
"Mundur Keenan,ini berbahaya"
Arkana menyuruh Keenan untuk mundur,
"Tapi Malika ,dia"
Keenan pun dibuat bimbang harus berbuat apa,namun dia menyadari jika ternyata Malika sudah berhasil melepaskan ikatan tangan dan kakinya tanpa Lidya ketahui.
Keenan pun memberi kode pada Malika agar tetap tenang dan coba ikuti arahannya tanpa Lidya sadari dengan perlahan,
Malika pun mengerti dengan kode dari Keenan untuk coba melepaskan diri dari genggaman Lidya.
"Bukk"
Malika berhasil menginjak kaki Lidya dengan keras hingga dia melepaskan tangannya dari Malika,
Lidya pun terjatuh dan melihat Malika lari darinya menuju Keenan.
Nico yang pada saat itu sudah lemah dan hanya bisa melihat semuanya merasa bahagia karena Malika bisa melepaskan dirinya,Clara pun datang dan terkejut melihat kondisi Nico yang bersimbah darah terkulai lemah di tanah.
Dengan dibantu beberapa polisi Clara coba menolongnya dengan memapah Nico untuk bangkit,
Nico berharap Malika berlari ke arahnya dan memeluknya,namun ternyata Malika berlari ke arah Keenan dan langsung memeluknya tepat di depan mata Nico.
Malika memeluk Keenan dengan semua perasaannya,
"Aku sangat takut sekali"
"Tenanglah,kau aman saat ini,tenanglah"
Keenan pun membalas pelukan Malika dengan menenangkan dan mengusap kepalanya,Keenan pun mengecup keningnya dan terus berusaha membuat Malika kembali tenang.
Seketika tubuh Nico pun melemah di antara perasaannya yang hancur,di depan mata kepalanya sendiri dia melihat kekasihnya memeluk pria lain dan seolah tidak mengenalnya.
"Malika"
Sebuah nama yang dia sebut sebelum akhirnya Nico tidak sadarkan diri.
Clara pun terkejut dan cemas,dia langsung menyuruh polisi untuk segera membawa Nico ke rumah sakit,mereka pun langsung membawa Nico untuk segera mendapat penanganan yang serius.
Malika yang melihat Nico tidak sadarkan diri coba memberitahu Keenan jika dia yang telah berusaha menyelamatkannya.
__ADS_1
"Dia telah berusaha menyelamatkanku,aku harus berterimakasih kepadanya"
Ucap Malika pada Keenan.
Dan disaat Keenan melihat wajah Nico,dia pun menyadari jika pria itu adalah Nico,kekasih Malika yang Bu Arum ceritakan kepadanya.
"Nico,mengapa dia ada disini?"
Dalam hatinya penuh pertanyaan seputar keberadaan Nico yang coba menyelamatkan Malika.
Malika yang memaksa Keenan untuk membawa nya pada Nico coba menolak dengan halus,
"Ya,kita akan berterimakasih padanya,tapi sebelum itu kamu harus tenangkan dulu diri kamu,ayo kita kembali dan pulang,ibumu sangat mencemaskan mu"
Lidya yang ada di tangan Arkana terus coba melawan dengan semua kemampuannya.
"Lepaskan aku,lepaskan"
"Kali ini aku tidak akan melepaskan mu Lidya,sudah cukup kejahatan yang kamu lakukan kepada Keenan,untuk Kartika aku masih tetap diam,namun kali ini,kau sudah melewati batasan mu"
Lidya terkejut dengan semua pernyataan Arkana tentang Kartika,apa yang dia maksud,mengapa dia membawa nama Kartika dalam masalah ini.
"Kau pikir aku tidak tahu,kau lah yang menjebak Kartika dengan pria lain di kamar hotel kala itu kan,dan itu yang membuat Keenan berpikir jika Kartika sudah menghianati nya,aku tahu semuanya,
Aku diam karena aku melihat cintamu yang besar pada Keenan berharap kamu bisa menjadi lebih baik,tapi ternyata aku salah,kau tidak lebih dari seorang wanita jahat"
Jawab Arkana meluapkan semua kekecewaannya pada Lidya yang tidak bisa berubah.
Lidya pun menangis dan memohon ampun pada Arkana untuk melepaskannya,karena dia tidak bersalah,cinta buta nya yang salah.
Arkana pun membawa Lidya kedalam mobil polisi bersama ketiga penjahat bayarannya.
Keenan dan Malika pun sudah berada dalam mobil untuk kembali pulang.
"Minumlah dulu,kau terlihat sangat tegang sekali"
Keenan memberinya sebotol air mineral untuk dia minum agar bisa lebih tenang.
Keenan pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi saat mereka sedang jalan pagi tadi.
Malika menjelaskan jika seseorang sudah membekapnya dari belakang dan membawanya dirinya setelah dia tidak sadarkan diri.
Malika tidak tahu siapa mereka dan siapa wanita yang telah mengancamnya,
"Aku hanya bertemu sekali dengan wanita itu,aku bertemu dengannya di pemakaman umum saat aku pergi ke makam ayah"
Ujar Malika pada Keenan.
__ADS_1
Keenan pun mengerti dengan semua ucapan Malika kepadanya,
Malika juga bertanya darimana Keenan tahu jika dia berada di gedung itu.