
Nico yang saat itu setia menemani Clara merasa sudah mulai terbiasa dekat dengannya,
Hingga sedikit demi sedikit,Nico sudah mulai memperhatikan Clara mulai dari makanannya dan keseharian Clara saat bekerja,
Nico selalu mengingatkan Clara untuk tidak terlaku kecapean ,dan semua itu membuat Clara semakin jatuh hati kepadanya
Sedangkan disisi lain Nico sampai saat ini masih memikirkan Malika dan nasib hubungannya,
Melihat semua ketulusan Nico memperhatikannya,Clara menyadari jika Nico memang pria yang sangat baik kepada wanita,begitupun kepada Malika,
"Wanita itu beruntung jika bisa memiliki pria seperti Nico"
Ucap hati Clara berharap cintanya Nico bisa dia dapatkan,
***
Malika yang saat itu masih kebingungan mengapa dia bisa berada di atas pemakaman menyadari jika dirinya mungkin dikerjai oleh Lidya,
"Lidya pak,pasti ini ulah Lidya"
Ucap Malika mengingat Lidya kepada Keenan,
Malika menceritakan jika sebelumnya Lidya mengajak dia makan di sebuah restoran,dan saat itu mereka makan seperti biasa tidak ada hal aneh yang terjadi,tau setelah itu Malika sudah tidak ingat apa-apa lagi,
Malika langsung tersadar sudah berada di makam ini,
Mengingat hari sudah semakin petang,Keenan tidak memperdulikan semua penjelasan Malika kepadanya,
Keenan segera mengajak Malika untuk pulang,
"Udah bicara nya,kamu mau terus berada disini,oke baiklah,duduklah disini bersama semua temanmu"
Ucap Keenan berlalu meninggalkan Malika yang masih menggerutu karena kesal kepada Lidya,
"Eh pak,tunggu pak,aku ikut pulang"
Malika segera mengejar Keenan,
Malika pun sedikit ragu untuk naik motornya,
Karena ini kali pertama dia naik motor dengan pria lain yang dia kenal selain tukang ojek online,
Seketika ingatan Malika tertuju pada Nico,karena biasanya Malika hanya naik motor dengan Nico,
"Semoga kau baik-baik saja disana co"
Ucap hati Malika saat teringat akan sosok Nico,
Malika pun naik,Keenan memberinya helm untuk dia pakai,namun Malika tidak merespon perintahnya untuk memakai helm,Malika sangat terlihat melamun saat Keenan menyuruhnya untuk memakai helm,
"Hei Malika,ayo cepat pakai helm ini"
Ucap Keenan,
Malika tidak menjawab ataupun melihat Keenan,
Namun saat Keenan memencet klakson nya dengan sangat keras,Malika terkejut luar biasa,
"Nico"
Malika berteriak memanggil nama Nico dan langsung memeluk Keenan dari belakang,
"Maafkan aku Nico,maafkan aku sungguh aku masih sangat mencintaimu"
__ADS_1
Ucap Malika saat memeluk tubuh Keenan diatas motor dari belakang,
Keenan pun memahami jika Malika mungkin saat ini sedang teringat akan Nico,jantung Keenan berdetak kencang saat Malika memeluknya,dia coba menstabilkan detak jantungnya agar tidak terdengar oleh Malika,
Dengan nada lembut Keenan pun coba menyadarkan malika,
Keenan memegang tangan Malika yang sedang memeluknya erat,Keenan coba melepaskan pelukannya dengan pelan seraya berkata
"Ayo pakailah helm mu dulu,kita pulang sekarang"
Ucap Nico dengan pelan membuat Malika pun tersadar dan melepaskan pelukannya,
Malika yang menyadari dirinya telah memeluk Keenan merasa malu sendiri
"Apa-apaan sih kamu Malika,kenapa kamu sampai memeluk pak Keenan"
Hati kecil Malika menggerutu,
"Maafkan saya pak,saya tidak bermaksud..."
Belum selesai Malika menyelesaikan permintaan maafnya,Keenan langsung melajukan motornya,
"Dasar bos arogan"
Ucap Malika kesal karena permintaan maafnya tidak dia dengarkan,
***
Nico bekerja seperti biasanya,Nico coba sedikit menyibukkan diri agar tidak terlalu memikirkan Malika yang sulit untuk di hubungi,
Hingga akhirnya ibunya Nico menghubunginya memberitahu bahwa adiknya yang kedua kecelakaan,dia terserempet motor saat pulang sekolah,dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit,
Semua membuat Nico kaget dan khawatir,
Clara pun ikut bersimpati,
Clara memberi uang santunan pada Nico,tapi setelah dia pikir-pikir,
Clara takut,Nico akan bertemu dengan Malika sehingga dia tidak akan balik lagi ke Jakarta,
Clara pun menawarkan diri untuk mengantarnya ke Bandung,
"Kamu pakai saja mobilku,aku ikut denganmu ya,sekalian aku ingin lihat kota Bandung"
Ucap Clara,
"Tapi ..."
"Tidak usah tapi-tapi,sekarang juga kita pergi "
Ajak Clara segera berangkat ke Bandung,
Nico akhirnya bisa tersenyum,karena kini dia benar-benar akan pulang ke kota kelahirannya,
Meski pulang dalam rangka kedukaan,setidaknya dengan waktu satu atau dua hari,dia bisa menyempatkan diri menemui Malika,
Clara menyempatkan diri berhenti di tengah jalan untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga Nico,
Nico pun menghentikan laju mobilnya,
Nico memberitahu ibunya jika dia saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bandung bersama Clara,
Bu Ratna pun senang karena Nico hendak pulang,
__ADS_1
Bu Ratna coba menghubungi Malika,namun tidak tersambung,akhirnya Bu Ratna pergi ke rumah Malika untuk memberitahu bahwa adik Nico masuk rumah sakit dan Nico sedang dalam perjalanan pulang,
Setiba di dekat rumah Malika,Bu Ratna melihat Malika di bonceng seorang pria tampan,
Malika dan Keenan pun tiba di depan rumah Malika,
Malika langsung turun dan menyodorkan kepalanya untuk dibukakan helmnya,kebiasaan sama yang selalu dia lakukan kepada Nico,
Dimana saat Malika turun dari motor,Nico selalu membuka kunci tali helm Malika dan membukanya,
Keenan yang menyadari Malika menyuruhnya untuk membukakan helmnya secara tidak langsung,dia pun membuka helm Malika,
Helm pun terbuka,Malika sangat terkejut saat dia membuka matanya,dalam khayalannya Malika mengira pria yang membuka helmnya itu adalah Nico,namun seketika khayalan itu pudar saat Malika menyadari bahwa pria yang ada di hadapan wajahnya adalah Keenan,
"Pak Keenan,kau"
Malika salah tingkah,dia kembali merasa malu sendiri karena terlena dalam khayalannya bersama Nico,
"Astaga,apa-apaan aku ini,sadar ka sadar"
Ucap Malika dalam hatinya,
Keenan pun berlalu tanpa menunggu Malika meminta maaf kepadanya karena telah menyuruhnya membukakan helm,
Bu Ratna yang melihat kejadian itu semua merasa sangat kesal dan marah,Bu Ratna mengira Malika telah mengkhianati anaknya,
Bu Ratna pun memotret Malika dan Keenan lalu mengirimnya pada Nico,
"Nico harus tahu ini"
Ucap Bu Ratna mengurungkan niatnya untuk menemui Malika karena terlanjur kesal melihat kebersamaan Malika dengan pria lain,
...
Malika pun melihat ke arah sebrang,Alana menyambut Keenan dengan sangat gembira,
Malika melihat Alana memeluk Keenan dengan penuh kasih,
"Pak Keenan,sosok bapak idaman sepertinya"
Pikir Malika saat melihat pemandangan itu,karena Malika masih mengira jika suci adalah istri dan Alana adalah anaknya,
Malika pun masuk kedalam rumah,
Bu Arum menyambutnya dengan cemas,karena Malika pulang terlalu sore,banyak sekali pertanyaan Bu Arum yang tidak bisa Malika jawab satu persatu,
"Darimana saja kamu baru pulang?
Kenapa bajumu kotor?
Dengan siapa kamu pulang?
Apa kau main keluar tanpa seijin ibu?"
Semua pertanyaan yang mencemaskan hati Bu Arum ketika Malika terlambat pulang,
Malika pun hanya tersenyum dan berkata,
"Malika baik-baik saja Bu,tadi ada insiden kecil,tapi tidak usah dikhawatirkan "
Jawab Malika coba menenangkan ibunya,
Bu Arum pun menyuruh Malika untuk mandi terlebih dahulu,karena dia sudah menyiapkan air hangat untuk Malika mandi,
__ADS_1
Malika pun mencium dan memeluk ibunya lalu bergegas mandi,