Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Sia-sia


__ADS_3

Setelah semua permainannya selesai, mereka berdua terkulai lemas, mereka berdua menikmati malam ini.


"Aku ingin tidak ada satu orangpun yang tahu dengan semua ini ?"


Pinta Nico pada Clara dalam keadaannya yang masih terbaring.


Clara pun berjanji tidak akan ada satu orangpun yang tahu tentang hubungannya asal Nico mau melayaninya jika dia sedang menginginkannya.


"Apa?"


Nico terkejut dengan semua permintaan Clara.


"Tenang sayang, semua aman ko, selagi ada ini?"


Jawab Clara sambil menunjukan alat kontrasepsi yang sudah mereka pakai.


"Sial, kenapa aku terjebak seperti ini?"


Gerutu Nico didalam hatinya meratapi semua yang terjadi pada dirinya dan Clara.


Mereka berdua pun terbangun, Nico segera membersihkan dirinya ke kamar mandi, sementara Clara masih tersenyum menang melihat Nico yang merasa bersalah karena telah mengkhianati istrinya.


"Tidak akan ada orang yang mampu menolak uang, terimakasih sayang, much"


Ucap Clara mencium selembar cek 100juta untuk Nico.


...


Setelah selesai membersihkan diri, Nico pun menanyakan uang yang sudah mereka sepakati, Clara pun memberikan cek tersebut pada Nico dengan menarik kerah bajunya dan mendekatkan wajah Nico dengan wajahnya.


"Ingat ya, jangan pernah lupakan malam ini"


Bisik Clara pada Nico membuatnya merasa berdosa.


Nico pun merebut cek ditangan Clara dengan kasar dan melepaskan genggaman tangan di kerah bajunya, tanpa menjawab semua yang Clara ucapkan Nico pun berlalu meninggalkan kamar hotel Clara.

__ADS_1


Saat membuka pintu kamar menuju keluar, tidak sengaja dia bertemu Rishi yang juga sedang bermalam di hotel yang sama dengan Clara, kamar nya pun bersampingan dengan kamar Clara.


"Kau,, kamu suaminya Malika kan?"


Tanya Rishi saat melihat Nico keluar dari kamar Clara.


Nico sangat terkejut melihat Rishi yang menanyakan tentang Malika.


Nico pun merasa gugup menjawab semua pertanyaan Rishi padanya.


"Ia, aku dan Malika sedang berlibur disini, kami berdua sedang honeymoon, kamu paham kan, biasa lah suami istri?"


Jawab Nico dengan suara yang terbata-bata membuat Rishi sedikit mencurigainya.


Rishi pun tersenyum mendengar jawaban Nico padanya.


"Baiklah, aku pergi keluar sebentar ya"


Nico akhirnya pergi berlalu meninggalkan Rishi, tanpa menjawab pertanyaan Nico, Rishi pun masuk kedalam kamarnya.


"Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan mereka?"


Saat masuk kedalam kamar, Rishi mendapat pesan dari sang nenek jika besok jadwal dirinya check up ke rumah sakit besar, karena di klinik peralatannya masih kurang lengkap, jadi nek Rima di rujuk untuk pergi ke rumah sakit besar.


"Baiklah nek, besok Rishi antar nenek"


Balas chat Rishi pada sang nenek.


Malika tidak tega melihat Bu Marni yang sudah lelah menjaganya, Malika pun meminta Bu Marni untuk pulang, karena dia khawatir Bu marni akan jatuh sakit karena menjaganya di rumah sakit.


"Nak Malika tidak apa ibu tinggal sendirian?"


"Tidak apa bi, terimakasih karena bi Marni sudah sangat menolong Malika, mungkin Malika tidak akan bisa membalas semua kebaikan bi Marni"


Kata Malika pada bi Marni berterimakasih.

__ADS_1


Bi Marni pun tersenyum dan memeluk Malika, dia pamit untuk pulang dahulu, tapi dia juga berjanji jika besok pagi dia akan kembali menjenguk Malika dengan membawa makanan dan buah-buahan untuk Malika.


"Terima kasih bi"


Ucap Malika pada bi Marni.


Nico pun bergegas menuju rumah sakit, karena dia tidak ingin jika Malika sampai sadar dan tidak menemukan dirinya.


"Aku harus segera ke rumah sakit, kasihan Malika? Apa yang akan dia pikirkan tentang aku jika aku tidak ada disampingnya kala dia tersadar"


Ucap Nico dalam perjalanan.


Sesampainya di rumah sakit, Nico langsung menuju ke ruang administrasi untuk melunasi semua tagihan dan tunggakan yang belum terbayarkan.


"Maaf Bu saya ingin melunasi sisa pembayaran atas nama pasien Malika?"


Tanya Nico pada sang administrator.


"Sebentar ya pak, saya cek dulu"


Petugas pun melihat data biaya atas nama Malika.


"Mohon maaf pak, tapi disini semua biaya atas nama pasien ibu Malika sudah lunas semua"


Jawab petugas membuat Nico terkejut.


"Apa?"


Perasaan Nico serasa di permainkan dengan situasi ini, disaat dirinya berjuang keras demi mendapatkan uang untuk melunasi semua biaya persalinan istrinya, hingga dia rela menghianati cintanya pada Malika, tapi ternyata usahanya sia-sia,


Marah..


Ya Nico sangat ingin marah saat itu juga, karena dia merasa semua usahanya tidak berharga samasekali.


Nico pun berjalan menuju kamar dimana Malika dirawat saat ini, dengan perasaan yang sakit dan patah.

__ADS_1


__ADS_2