
Pikiran Malika masih tertuju pada Nico,dia sangat sedih karena telah memutuskan hubungannya,
Raga Malika berada di samping ibunya,namun hatinya jauh melayang mencari cintanya,
Oh Malika sungguh sedih nasib permintaanmu
Tiara coba menghubungi Malika namun gagal,dia juga coba menelpon rumah Malika,panggilan tersambung namun tidak ada yang menjawab,
"Mungkin mereka sedang sibuk,biar nanti aku hubungi lagi Malika"
Ucap Tiara dari Surabaya,
***
Clara merasa senang karena Nico tidak bisa pulang,
Masih ada kesempatan untuknya lebih dekat lagi dengan Nico,ditambah keadaan Nico sekarang sedang tidak stabil,Clara bisa memanfaatkan kesedihannya agar bisa lebih dekat dengan Nico,
Clara memikirkan rencana untuk bisa mengajak Nico pergi berduaan bersamanya,
"cari alasan apa ya,agar aku bisa berdua dengan Nico"
Pikir Clara,
"Biarlah aku lihat besok,ide selalu datang dengan sendirinya,yang terpenting sekarang,Nico tidak jauh dariku,dia juga sudah putus dengan kekasihnya"
Senyum licik Clara,
...
Kegelisahan Malika seketika hilang saat dia mendengar suara tangis anak kecil dari belakangnya,Malika coba menengok ke belakang,ternyata seorang anak kecil wanita berusia 4 tahun terbangun dari tidurnya,dia menangis,akhirnya Malika masuk kedalam kamar tersebut dan coba mendekati anak itu,meski Malika merasa tidak sopan masuk dengan lancang kedalam kamar orang lain,tapi Malika memaksakan diri karena tidak tega melihat anak itu terus menangis,sementara di ruangan masih terdengar suara pengajian
"Oh sayang,anak manis baru bangun ya,ade cari ibu ya nak,sut sut sut jangan nangis ya,Kaka gendong mau?".
Ucap Malika saat mendekati anak kecil itu,
Anak itu tidak takut saat Malika dekati,sehingga dengan mudah Malika mendekatinya,
Malika pun menggendong anak itu dan coba membuatnya tidur kembali,
Dengan nyanyian dan sholawat yang Malika lantunkan,anak itupun kembali tidur,namun saat Malika coba membaringkannya,anak itu kembali terbangun,dia seolah tidak ingin lepas dari pelukan Malika,
Malika pun kembali menggendong anak kecil itu,meski dirasa pegal,tapi Malika sangat menikmati menggendong anak kecil itu,
Hingga pengajian pun selesai,semua sudah bubar,termasuk Bu Arum,
"Dasar anak gadis,kalau ngaji tidak pernah sampai selesai,giliran monoton film baru semangat"
Ucap Bu Arum berpikir Malika sudah pulang lebih dulu sebelum pengajian selesai,
Saking antengnya Malika menggendong anak kecil itu,dia tidak sadar bahwa suci dan Keenan kini berada di belakangnya,
"Kamu siapa?"
Tanya suci,
Malika pun terkejut dan langsung membalikan badannya,
"Maaf mba,tadi anaknya bangun,dia menangis"
__ADS_1
Ucap Malika mengira bahwa anak yang dia Gending adalah anaknya pak Keenan dan wanita yang ada di samping nya,
"Malika,jadi kau juga tinggal disini"
Tanya Keenan,tak biasanya dia bertanya kepada Malika,
Untuk menyapa saja rasanya Keenan tidak akan pernah melakukannya,dia sangat dingin kepada semua orang di kantor,
Tapi mendengar Keenan bertanya seperti itu pada Malika,
Malika melihat ada sisi keramahan juga dibalik seorang Keenan,
"Iya pak,rumah saya diseberang rumah bapak"
Tunjuk Malika menunjukan rumahnya yang ada di sebrang sana,
Suci nampak tidak menyukai Malika menggendong anaknya,
"Berikan anakku"
Pinta suci meminta anaknya untuk kembali ke pelukannya,
Malika pun langsung menurunkan anak kecil itu pada pelukan suci,
Namun dia kembali menangis dan merengek,hingga suci pun menjadi kesal,
"Diam lah dek,ayo bobo"
Ucap suci coba mendiamkan tangisan anak nya,
Namun bukannya diam,anak itu justru semakin menangis kencang,
Malika coba menawarkan dirinya untuk mendiamkan anak itu,
Suci melihat ke arah Keenan,dia mempersilahkan Malika menggendongnya kembali karena Keenan memberi kode padanya untuk Malika menggendong Alana,anak suci,
Malika pun langsung menggendong Alana kembali,hingga tangisnya pun terdiam,
***
Sepanjang malam,Nico memikirkan nasib hubungannya dengan Malika,
Dia sangat menyesal sekali karena telah terburu-buru mengambil kesimpulan dan menuduh Malika menghianati ya,hingga akhirnya sekarang dia sendiri yang sedih,
Andre sengaja membawa 2 botol minuman keras untuknya dan Nico,
"Nih untukmu"
Ucap Andre pada Nico,
"Sudahlah co,kau jangan berlarut dalam masalah percintaan mu,putus satu tumbuh seribu,ingat saja pribahasa itu,"
Mendengar itu,Nico hanya terdiam,Nico merasa tidak ada yang mengerti dirinya selain Malika seorang,
Malika yang selalu mengerti dirinya,
Tiba-tiba saja Clara datang dengan membawa makanan ringan untuk Nico dan Andre,
"Clara,kenapa kau ada disini"
__ADS_1
Tanya Nico,
"Aku baru selesai check kantor untuk persiapan pertemuan besok dengan klien,kalian sendiri sedang apa,belum tidur"
Tanya Clara,sambil memberi kode pada Andre untuk meninggalkannya berdua dengan Nico,
Andre pun paham,dengan segera,tanpa disadari Nico,Andre pun berlalu,hingga kini tinggal mereka berdua,
"Kau kenapa co,oh ya bagaimana ibu kamu sekarang"
Tanya Clara coba membuka percakapan,
Nico yang tadinya hanya sekedar alasan tentang kesehatan ibunya merasa malu sendiri saat Clara menanyakan kabar ibunya,
"Sebenarnya ibuku baik-baik saja ,hanya saja masalah yang sedang aku hadapi sekarang memaksa ku harus pulang dulu sebentar "
Jawab Nico coba kembali meminta ijin pada Clara berharap dia akan mengijinkan nya,
"Memangnya masalah apa yang sedang kamu hadapi,kamu tidak mau membagi masalahmu denganku?"
Tanya Malika pura-pura tidak tahu,
Nico pun menceritakan semua masalahnya pada Clara,
Nico bercerita semua berawal dari kiriman foto Malika bersama bosnya yang membuat Nico cemburu dan marah pada Malika,dalam kemarahan Nico menuduh Malika telah mengkhianatinya,dia menghina dan berkata kasar padanya,
Padahal sebenarnya Malika sangat setia kepadanya,ada orang yang tidak suka pada Malika hingga dia ingin membuat Nico dan Malika bertengkar dan membuat Malika sedih,
Nico juga menceritakan bahwa ibunya sendiri telah memastikan bahwa Malika tidak menghianati nya,
Nico coba meminta maaf pada Malika namun sampai saat ini Malika tidak bisa di hubungi,
Nico mendapat pesan kalau Malika memutuskan hubungannya,
"Aku tidak sanggup jika harus berpisah dengan Malika,aku sangat mencintainya"
Ucap Nico sembari menitikkan air matanya karena sedih dan rindu pada Malika,
Dalam hati kecil Clara,dia kasihan melihat Nico sedih,dia juga kagum karena dia mempunyai keyakinan dan cinta yang besar pada kekasihnya itu,
Namun niat jahatnya pun kembali merasuki hati dan pikirannya,Clara ingin menghancurkan hubungan Nico dan Malika,karena dia juga mencintai Nico,
Clara akan melakukan cara apapun agar dia bisa bersama Nico,
Clara juga tidak akan pernah mengijinkan Nico untuk kembali ke Bandung dengan mudah sebelum dia bersama nya,
...
Keenan bicara berdua dengan suci,
Entah apa yang mereka bicarakan,Malika merasa mereka seperti bertengkar,
"Apa mungkin istrinya pak Keenan tidak menyukai aku menggendong anaknya,aduh salah aku juga sih tidak sopan masuk kedalam kamar orang"
Ucap Malika menyalahkan diri sendiri,
"Maafkan saya mbak,karena saya memang sudah tidak sopan masuk kedalam kamar anaknya,anaknya sudah saya tidurkan di kasur,sekali lagi saya minta maaf,saya pamit"
Ucap Malika pamit setelah dia berhasil membuat Alana tidur dengan nyenyak,
__ADS_1
Suci pun terdiam,sementara Keenan seolah ingin bicara kepada Malika,namun dia terlalu gengsi untuk mengucapkan terimakasih,