
Dan ternyata selama ini Lidya menyuruh mata-matanya untuk mencari informasi tentang Malika,
Lidya tahu jika Malika sudah mempunyai kekasih yang bernama Nico yang saat ini sedang bekerja di Jakarta,
Lidya juga tahu hubungan keduanya sudah berjalan lama,hingga dia pun juga berhasil mendapatkan nomor ponsel Nico dari mata-mata suruhannya,
"Lihat saja Malika,disini aku tidak bisa memberimu pelajaran,tapi dengan foto ini,maka dia sendiri yang akan memberimu pelajaran,"
Senyum licik penuh rencana jahat terlihat di bibir Lidya,
Dipikirannya berisi semua rencana untuk memberi pelajaran pada Malika,
Kebencian Lidya sudah terlalu besar pada Malika,hingga dia tidak bisa melihat kebaikannya,
Lidya pun mengirim foto Malika saat di gendong oleh pak Keenan menaiki anak tangga darurat,
Terlihat mesra foto Malika dan pak Keenan,apalagi foto disaat pak Keenan membenarkan kaki Malika yang ter gilir, terlihat sangat romantis seperti sepasang kekasih,
Lidya sangat puas sekali untuk pagi ini,
Dia pun kembali ke meja kerjanya,
"Untuk saat ini,aku biarkan kamu yang dekat dengan pak Keenan,tapi untuk selanjutkan aku tidak akan membiarkan kamu lebih dekat dengannya"
Hati Lidya bergejolak mengingat kedekatan Malika dan pak Keenan,
Karena lidya sudah menaruh hati pada pak keenan,jauh sebelum Malika bekerja di perusahaan nya,
Keenan dulu sering dibawa pak Mahardika untuk ikut bekerja bersamanya,dengan bantuan Lidya pak Keenan pun banyak mendapat ilmu baru mengenai perusahaan kakeknya itu,
Seiring berjalannya waktu Lidya dan Keenan semakin dekat,
Dan kedekatan itu disalah artikan oleh Lidya,
Lidya merasa Keenan menyukainya,hingga dia memberanikan diri menyatakan perasaannya pada pak Keenan,bahwa dia menyukainya,
Keenan jelas menolak perasaan Lidya,karena dia tidak menyukainya,
Keenan mendekati Lidya hanya sebatas rekan kerja,tidak lebih,dan dari saat itu,Keenan memutuskan untuk kembali ke Hongkong,
Karena dia tidak nyaman dengan Lidya yang terus mengejar cintanya,
***
Jam istirahat pun tiba,Nico membawa ponsel nya di dekat meja Clara,
Saat Nico membuka ponselnya,banyak sekali pesan masuk dari Malika dan beberapa nomor yang tidak dikenal,
Nico tersenyum dengan pesan dari Malika yang rindu dengannya,dia pun ingat betul dengan hari jadi mereka,
"Kado apa ya,untuk tahun ini"
Pikir Nico mengingat Malika,
Nico berencana ingin memberi kejutan untuk Malika di hari jadinya nanti,
Nico pun kembali membuka pesan dari nomor yang tidak dikenal,
__ADS_1
"Nomor siapa ini,foto apa yang dia kirimkan"
Klik
Nico mengklik foto tersebut,
Seketika mata Nico memerah,tangannya mengepal menahan amarah,
"Malika,kau sudah mengkhianati ku"
"Euh"
Satu tonjokan mendarat di tembok meluapkan amarah nya pada Malika,
"Apa-apaan ini,beraninya kau mengkhianati ku Malika"
Ucap Nico dalam hatinya,
Dia pun segera menghubungi Malika,namun tidak tersambung,
Malika selalu mematikan ponselnya jika dia masih bekerja,karena takut mengganggu waktu bekerjanya,
Malika akan menghidupkan ponselnya jika waktu istirahat dan pulang sudah tiba,
Nico yang sudah terlanjur emosi,mengirimkan foto Malika dan Keenan ke nomor Malika,
"Penghianat"
Tulis pesan Nico pada Malika,
"Ahh"
Teriak Nico
Andre yang menyadari ada yang tidak beres dengan Nico langung mengikutinya,
Andre melihat Nico sedang meremas tangannya,tatapannya penuh amarah,
"Apa yang terjadi co,kau baik-baik saja?"
Tanya Andre memastikan bahwa Nico baik-baik saja,
"Semua tidak baik-baik saja Dre,dia telah mengkhianati ku"
Jawab Nico pada Andre,
Andre pun menanyakan siapa yang Nico maksud,
Melihat ponsel Nico tergeletak,dia langsung melihat isi didalam ponsel nya,
Andre ikut terkejut melihat foto Malika kekasih Nico yang sedang berduaan bersama seorang pria,
"Dia telah mengkhianati ku"
Ucap Nico pada Andre,
Sebagai teman yang baik,Andre coba menenangkan dan meluruskan masalah Nico,
__ADS_1
"Sudahlah co,kau seperti bukan pria saja,wanita yang cantik dan baik dari gadis itu banyak co,kamu bisa mendapatkan satu bahkan lebih,ah kau ini"
Ujar Andre membuat hati nya semakin memanas,
Nico berusaha untuk menghubungi Malika,untuk menanyakan kabar dan kebenaran foto yang dia dapat dari nomor yang tidak dikenal,
namun Malika masih tidak bisa di hubungi,
Nico pun menghubungi nomor yang telah mengirim foto itu, namun tidak bisa di hubungi,Nico pun semakin kesal dan marah,dia tidak bisa mengontrol emosi yang dia rasakan saat ini,
Dalam kemarahan Nico,semua kata kasar dan kata-kata hewan yang tidak pantas,terucap dari bibir Nico,dia tidak sadar akan aa yang telah dia ucapkan dalam kemarahannya
***
di tempat lain,Malika sedang fokus untuk mengerjakan tugas nya dari pak Keenan,dia pun akhirnya menemui keenan untuk menanyakan lebih banyak lagi akan tugas yang sedang dia kerjakan
Malika sangat fokus sekali mengerjakan tugasnya itu,karena selain posisi yang saat ini sedang dia jalani sebagai sekretaris pertama membuatnya nyaman,cita-cita Malika memang ingin menjadi sekretaris, hingga saat ini dia begitu fokus dan menjalani setiap detiknya menjadi seorang sekretaris,
Malika sangat bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari Mahardika grup,perusahaan yang begitu baik kepadanya,
Lidya pun melihat ke arah Malika dan tersenyum kepadanya,
Malika sangat terkejut,mengapa Lidya tersenyum kepadanya,
"ish.. ada angin apa dia tersenyum kepadaku?"
tanya hati Malika melihat Lidya,
namun sebagai wanita yang baik,meskipun Malika kesal pada Lidya,dia membalas senyumnya,
Senyum licik yang penuh dengan rencana jahat kepadanya,
Senyum yang mungkin akan berakhir petaka bagi Malika,.namun dia berusaha berpikir positif,
"Mungin Lidya sedang mendapat bonus hari ini,itu sebabnya dia tersenyum ke arahku"
pikir positif Malika mengingat senyum Lidya kepadanya,
...
Nico yang marah masih dirundung kesedihan dan kekesalan yang teramat besar kepada Malika,
untuk yang kesekian kalinya,
Nico marah dan cemburu pada Malika karena seorang pria,
terakhir mereka bertengkar karena pria lain,sebelum Malika melanjutkan kuliahnya,Nico sangat marah besar mengetahui ada pria yang menyukai Malika hingga coba mendekatinya,
Nico menghajar pria itu tanpa ampun,hingga dia diamankan ke kantor polisi atas dugaan penganiayaan yang telah menyebabkan korban terluka.
meskipun begitu,Nico tidak kapok dan terus mengulangi perbuatannya yang kasar jika dia temukan ada pria lain yang mendekati kekasihnya,Nico tidak akan mengampuni mereka yang coba mendekati Malika ,
Dia pun berusaha untuk mencaritahu sendiri siapa pria yang ada di dalam foto ini,
pria yang telah membuat Nico merasa cemburu dan marah akan kedekatannya,
Nico pun kembali menghubungi Malika ,namun masih tidak terjawab,
__ADS_1