Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Ciuman kedua


__ADS_3

Perasaan Malika terus teringat pada Nico,entah apa yang terjadi,tapi hati nya merasa tidak enak ,


"Semoga Nico baik-baik saja"


Doa Malika berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padanya.


Diapun coba menghubungi Nico,namun tidak tersambung,mungkin kendala sinyal di bar yang tidak terlalu baik.


Malika tidak menyerah dia terus coba menghubunginya.


Clara sangat menikmati dada Nico,tangannya terus membelai wajah Nico,tak henti Clara terus memuji ketampanan Nico yang menawan,


"Aku ingin malam ini kita bersatu pria ku"


Ucap Clara dengan hasratnya yang kian meningkat.


Clara pun berdiri dan membawa segelas minuman yang telah dia campur dengan obat perangsang di air tersebut,kemudian dia pun meminum air tersebut,agar gairahnya semakin liar pada Nico,


Semua cara itu pernah Clara lakukan kepada mantan kekasihnya dulu yang sempat menemani dan hampir menikah dengannya,namun sayang sehari menuju hari pernikahannya kekasihnya meninggal kecelakaan tabrakan mobil.


Dan karena itulah Clara menjadi wanita pendiam dan jutek kepada semua pria setelah kejadian itu,


Tidak ada satu pria pun yang berhasil mendekati Clara ,hanya dengan Nico lah Clara mau membuka hatinya kembali,karena wajah Nico hampir mirip dengan mantan kekasihnya yang telah meninggal.


Pengaruh obat pun mulai bereaksi,


Tubuh Clara mulai kepanasan,hingga dia membuka seluruh pakaian nya,hanya tersisa pakaian dalam yang Clara pakai,


Kemudian dia kembali menjatuhkan tubuhnya ke ranjang tepat di samping Nico yang sedang terbaring.


Clara kembali membelai wajah Nico dengan hasrat yang kian membara, Clara pun hampir membuka seluruh pakaiannya,namun saat Clara hendak mencumbu bibir Nico,tiba-tiba saja dering ponsel Nico disaku celana nya bergetar,hingga Nico sedikit tersadar Kareng getaran ponselnya.


"Euh kepalaku "


Ucap Nico kala sedikit tersadar meski masih dalam keadaan mabuk.


Clara terkejut karena Nico tersadar,karena hasratnya yang kian membara dan takut Nico pergi darinya,Clara tiba-tiba saja langsung mencumbu bibir Nico yang masih dalam keadaan lemah tanpa berpikir apa-apa.


Nico pun ikut terkejut,pikirannya langsung teringat pada kejadian yang menimpanya dengan Liora di masa lalu,Nico pun langsung bangkit dan mengingat Malika.


"Lepaskan aku Clara,gila kau ya"


Nico melepaskan ciuman Clara padanya dengan sangat kasar,namun Clara tidak menanggapi,hasratnya justru semakin naik kala Nico melepaskan ciumannya.


Clara terus menggenggam tangan Nico dan berusaha menariknya agar memeluk tubuhnya yang kini tinggal memakai bra dan pakaian dalam,


Sebagai seorang pria,tentunya Nico akan tergoda dengan semua pemandangan yang indah menggoda birahinya itu,namun ternyata meski dalam keadaan masih mabuk,Nico menolak Clara,dia terus teringat akan Malika,

__ADS_1


Nico tidak mau kejadian dulu bersama Liora terjadi kembali dengan Clara,


Cukup satu kali dia melakukan hal bodoh dengan wanita lain.


"Cukup Clara cukup"


Nico melepaskan tangannya dan menghempaskan kembali tubuh Clara ke ranjang.


"Nico,aku mencintaimu co,aku ingin bersamamu selamanya"


Ucap Clara dengan hasrat dan cintanya yang dalam pada Nico.


Nico mulai bangkit dan berjalan mengambil segelas air putih dan mengguyurkan air tersebut di wajah Clara yang terlihat sangat kepanasan.


"Sadarlah Clara,sadar,"


Ucap Nico coba menyadarkan Clara yang samasekali tidak dia kenal dari biasanya.


Clara yang kebasahan terus memanggil nama Nico.


Kemudian Nico memeluknya dan meminta maaf pada Clara,


"Sadarlah Clara sadar,kau tidak boleh melakukan hal sebodoh ini"


Ucap Nico dalam pelukannya berharap Clara akan sadar dari kegilaannya itu.


Jawab Clara dengan tangisannya karena kecewa Nico menolaknya mentah-mentah,bahkan menyiramnya.


"Sekarang ayo kita pulang,kita bicarakan semua ini di rumah oke,pakailah pakaian mu sekarang"


Nico coba membantu memakaikan mini dress yang di pakai Clara sebelumnya,


Nico juga merapihkan kancing kemejanya yang sudah terbuka oleh Clara.


Nico juga memberikan jaketnya untuk Clara pakai agar tubuhnya tidak kedinginan karena telah dia siram.


Merekapun masuk mobil,Nico memasangkan sabuk pengaman di kursi Clara,dan saat wajah Nico hampir dekat dengan wajah Clara,tangan Clara menahan wajahnya Nico,


"Ijinkan aku mencium mu sekali saja,aku mohon"


Masih dalam keadaan tak sadar dan hasrat yang belum terselesaikan,Clara meminta cium pada Nico.


Perasaan Nico tak menentu,dia melihat dengan jelas ada cinta untuknya di mata Clara,hingga Nico merasa iba padanya.


Satu kecupan Nico berikan sebagai tanda persahabatan mereka pada Clara,


Kecupan yang pernah dia berikan pada Malika untuk yang pertama kalinya,kini dia berikan pada Clara atas dasar rasa kasihan.

__ADS_1


Clara begitu menikmati kecupan Nico padanya,Clara terus menahan bibir Nico agar lama bercumbu dengannya,tangan Clara pun coba merangkul dan memeluk tubuh Nico agar dekat dengan tubuhnya.


Perasaan yang tidak menentu pun di rasakan Nico saat itu,entah apa yang kini mendera jiwanya,


Entah itu hasrat atau apa,semua Nico rasakan begitu indah dan ingin merasakan lebih.


Sedangkan diseberang jalan seseorang yang hendak mencari Nico berdiri tepat menghadap mobil mereka dan melihat pemandangan yang sangat menyakitkan hatinya.


Pemandangan seorang pria yang sedang mencumbu wanita di dalam mobil dengan begitu romantis.


Ya,Malika berada tepat di sebrang jalan menuju mobil Nico,


Malika sengaja mencari Nico dengan melacak keberadaanya di ponsel,hingga Malika bisa berada di sana.


Malika sangat terkejut dengan semua yang dia lihat dihadapan matanya,air matanya menetes,tangannya gemetar,langkahnya pun melemah,


Namun cinta yang menguatkannya hingga Malika coba melangkah kan kakinya menuju Nico.


Langkah demi langkah Malika gerakkan menuju Nico,air matanya coba dia tahan agar tidak terlihat lemah di hadapan Nico,


Malika berdiri tepat di belakang Nico yang masih bercumbu dengan Clara,hingga Nico menyadari ada seseorang di belakang nya.


Nico pun menghentikan ciumannya pada Clara,dan melihat ke arah wanita yang sedang berdiri tepat di belakangnya,


Di bawah sinar rembulan yang tertutup awan,Malika coba menguatkan dirinya dihadapan Nico,


Dan saat Nico berbalik ke arahnya,tiba-tiba saja satu tamparan mendarat di pipinya dan menyadarkannya dari semua yang telah dia lakukan pada Clara.


"Plak..."


Air mata Malika pun menetes,kala tangannya berhasil melayangkan satu tamparan di wajah pria yang sangat dia cintai.


Nico merasa kesakitan,dia menyadari seseorang yang sangat dia cintai telah membangunkannya dari ketidaksadarannya pada Clara,


"Malika...kau disini"


Ucap Nico tersadar dari semua pengaruh alkohol yang telah memabukkannya.


"Apa.yamg sudah aku lakukan,dan kenapa kau menamparku"


"Kau masih bertanya mengapa aku menamparmu?tidak malu kah kamu melakukan hal itu pada wanita lain di hadapanku,apa kau memang sudah tidak mencintaiku?jawablah co,jawab"


Ucap Malika dengan nada tegas pada Nico.


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan,apa yang kau maksud?"


Nico masih banyak bertanya tentang semua yang terjadi padanya,

__ADS_1


Kemudian Nico pun berbalik ke arah Clara yang masih tidak sadarkan diri di kursi mobil dengan sabuk pengaman yang sudah dia pasang.


__ADS_2