Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Sementara itu Nico baru sampai di tempat kerjanya,disana semua karyawan terdiri atas 10 laki-laki,dan 2 perempuan yang bekerja di dalam kantor,karena lulusan SMA,Nico ditugaskan bekerja di lapangan sebagai montir,bersama 4 rekannya yang lain,Nico diajak mengelilingi toko dan bengkel sebagai perkenalan oleh sekretaris disana yang bernama Clara,


"Kamu bisa mulai kerja besok,sekarang kamu istirahat saja dulu,itu kamar kamu"


Clara menunjukan kamar mes Nico,


"Terimakasih mbak Clara"


Ucap Nico dengan senyum manisnya,


"Tidak usah memanggil aku mbak,panggil saja aku Clara,usia kita tidak beda jauh ko"


Jawab Clara membalas senyum Nico,


Keduanya pun saling tersenyum dan menatap,Nico pun berlalu masuk kedalam kamarnya,begitupun dengan Clara,dia kembali ke kantornya,


Nico pun mulai merebahkan tubuhnya karena letih sepanjang jalan Bandung Jakarta,diapun teringat akan Malika,namun yang paling Nico ingat adalah masa dimana ciuman pertamanya dengan Malika,


"Aku jadi ingin lagi,Malika oh"


Nico pun membuka ponselnya dan disana terdapat 3 panggilan tak terjawab dari Malika,


"Tuh kan baru sehari saja dia sudah sangat merindukan aku,pasti dia juga ingin aku cium lagi"


Gumam Nico dengan senyum nakalnya di hadapan ponsel,


Diapun coba menghubungi Malika melalui video call,


Malika yang saat itu masih bersama teman-temannya merasa bingung harus menjawab telponnya atau tidak,


"Angkat saja ka,kita akan diam ko,biar Nico tidak tahu kalau kamu sedang kumpul bersama kita,dia kan suka marah kalau kamu pergi bareng kita,ia kan?"


Jawab anggun,


"Baiklah,terimakasih ya kalian sudah mengerti aku,"


Malika pun pergi menuju halaman masjid disana agar tidak terlalu bising untuk menjawab telpon dari Nico,


"Sebenarnya aku kasihan sama Malika,aku tidak setuju jika Malika masih bersama dengan Nico"


Ucap anggun selepas Malika pergi,


"Akupun berpikiran yang sama,entah mengapa aku merasa Nico akan membawa pengaruh buruk pada Malika,kita tahu sendiri Nico orang nya seperti apa,dia ringan tangan dan pemarah,aku sangat khawatir dengan masa depan Malika nanti kedepannya"


Jawab Nara,


"Kita doakan saja yang terbaik bagi Malika dan Nico,bagaimana pun Nico juga teman kita kan,sudah tugas kita mendoakan yang terbaik bagi mereka"


Tiara meminta anggun dan Nara mendoakan yang terbaik bagi hubungan Malika dan Nico,


Merekapun setuju dengan jawaban Tiara yang bijak,


"Tidak akan ada yang bisa menjawab Tiara yang bijak jika sudah bicara,hihihi"


Celoteh anggun membuat suasana kembali riang,merekapun kembali melanjutkan makan nya,


Sementara itu Malika sedang asik melepas rindu dengan Nico di balik layar handphone,


Nico menanyakan kenapa Malika bisa pergi keluar,sedang apa dan bersama siapa dia disana,

__ADS_1


"Aku pergi bersama Tiara untuk membeli seragam kerja untuk besok co"


Jawab Malika,


Mendengar Malika akan bekerja,Nico langsung bereaksi sedikit khawatir,


"Kamu kerja dimana?"


Tanya Nico


"Mahardika grup,aku diterima sebagai sekretaris disana co"


Malika tersenyum bahagia pada Nico,


Dia menceritakan bahwa ibunya pun juga sangat bahagia karena dia telah diterima di sebuah perusahaan yang cukup ternama disana,dengan jabatan yang lumayan bagi dirinya yang pemula,


Namun dibalik senyum bahagia Malika,perasaan Nico mulai memanas mendengar semua cerita kebahagiaan kekasihnya itu,


"Sudah cukup ka,tapi aku tidak ingin kamu sampai dekat dengan pria lain ingat itu,jaga jarak kamu dengan mereka,jika tidak aku akan sangat marah sekali dan berbuat nekad"


Jawab Nico sedikit mengancam Malika,


Nico pun mengakhiri pembicaraannya,


Malika sedikit terkejut dengan ancaman yang dilayangkan Nico padanya,namun dia tidak terlalu memikirkannya,Malika menganggap Nico mungkin sedang khawatir dan rindu padanya saja,


Nico yang saat itu sedang terbaring,kemudian bangkit dan berpikir negatif kepada Malika,dia sangat khawatir Malika akan selingkuh darinya,rasanya dia ingin pulang ke Bandung saat itu juga,


Kemudian seseorang pun datang ke kamar Nico,


"Kau karyawan baru ya "


Tanya pria 3 tahun lebih tua darinya,


Jawab Nico memperkenalkan diri,


"Andre"


Jawab pria itu yang ternyata bernama Andre,saat itu jam pulang kerja,sebelum makan semua karyawan istirahat terlebih dahulu,dalam satu kamar memang di isi oleh 2 orang dan kebetulan teman satu mes Nico adalah Andre asal dari Lampung,


Merekapun berbincang agar semakin akrab dan tidak canggung lagi,


"Kamu kenapa,sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu?"


Tanya Andre pada Nico yang memang sedikit termenung memikirkan Malika,


"Sebenarnya memang ada yang sedang saya pikirkan?"


Jawab Nico,


"Apa yang kau pikirkan?"


"Aku takut Malika pergi dariku"


Jawab Nico singkat,


Gelak tawa pun keluar dari bibir Andre,


"Hahaha jadi kau termenung hanya karena memikirkan wanita,haha lucu kamu"

__ADS_1


Jawab Andre membuat Nico heran,


"Zaman sekarang sudah bukan zamannya memikirkan wanita,kerja keras yang utama,nanti kalau kita sudah banyak uang kita bisa beli wanita manapun yang kita mau"


Lanjut Andre sambil meledek Nico,


Nico pun hanya menjawab dengan senyum nya,


"Kamu ini bisa dikatakan anak kemarin sore,dan kamu baru di kota Jakarta ini,nanti kalau kamu sudah lama disini kamu pun akan merasakan hiruk pikuk kota Jakarta dengan seribu wanitanya"


Andre kembali melanjutkan ucapannya,


Nico samasekali tidak mengerti dengan semua ucapan Andre,


Akhirnya Nico pun memutuskan untuk mengikuti jawaban pertama Andre yang menyuruhnya untuk fokus bekerja agar banyak uang dan bisa menikahi Malika,


...


Hari pertama kerja Malika pun tiba,


Dengan pakaian yang rapih,rambut terurai dan poles make up yang tipis,Malika sangat terlihat lebih cantik natural dan dewasa,


Bu Arum pun memuji kecantikan anaknya itu,


"Kau sangat cantik sekali nak"


Ucap Bu Arum memuji kecantikan Malika,


Tak lupa Malika pun swa foto bersama ibunya di hari pertama dia memakai seragam,Malika pun Ng-upload foto dirinya itu kedalam medsos nya,


Semua komentar memuji kecantikan Malika yang natural dan menarik setiap mata yang memandang,


Malika pun berangkat dengan grab car pesanannya,jaraknya memang tidak terlalu jauh,Malika bisa saja naik motor sendiri kesana,namun dia berpikir ini hari pertama dia bekerja jadi tampilannya harus rapih sempurna,jika naik motor Malika khawatir rambutnya akan berantakan,hihi


"Malika berangkat ya Bu"


Pamit Malika memeluk ibunya,


Di tengah perjalanan dia teringat Nico,karena belum ada kabar lagi darinya setelah video call kemarin,Malika memutuskan untuk menghubunginya,namun tidak ada jawaban,


Mobil pun berhenti,Malika sampai di depan kantor barunya,


Hati berdebar begitu keras dirasa Malika,


"Semoga saja aku bisa mendapat teman baru disini,"


Ucap hati Malika,dia pun masuk kedalam dan langsung menemui resepsionis,Malika di suruh untuk menemui Mr Mahardika di ruangannya,


Malika mengetuk pintu ruangan Mr Mahardika dengan sopan dia pun masuk kedalam


"Selamat pagi pak"


Sapa Malika dengan senyum nya yang memikat kepada direktur umum Mahardika grup,


"Masuklah,nak,duduklah"


Mr Mahardika menyuruh Malika masuk dan duduk


"Sebelum kamu mulai kerja hari ini,ada yang ingin saya sampaikan kepada kamu,hari ini hari terakhir saya kerja disini,selama satu tahun ke depan saya harus mengurus pekerjaan saya yang ada di jepang,sebagai gantinya,posisi saya akan di ganti oleh cucu saya yang bernama Keenan,"

__ADS_1


Ucap Mr Mahardika kepada Malika,


Di hari pertama dia kerja ternyata pimpinan utama Mahardika harus pindah tugas karena ada sedikit masalah di Jepang,dengan gantinya cucu Mahardika grup yang menggantikannya selama berada disana yaitu Keenan Mahardika putra,


__ADS_2