
"kita makan dulu co"
Andre mengajak Nico makan siang dengan anak lain bersamanya,Nico pun mengikuti Andre,
Andre mengajak Nico ke sebuah warung Tegal tidak jauh dari tempat mereka bekerja,
Para pekerja disana mendapat uang makan setiap harinya,jadi mereka harus membeli sendiri makanan mereka,
Nico memesan nasi dengan lauk pauk kesukaannya,semur ikan mujair,rasanya dia jadi teringat akan ibu dan kedua adiknya,ketika di rumah mereka paling suka makan dengan ikan,
"Aku jadi teringat ibu"
Ucap hati Nico,
Dia pun mulai membuka ponsel berniat untuk menghubungi ibunya terlebih dahulu sebelum menghubungi Malika,
Namun saat Nico membuka ponsel,banyak pemberitahuan tentang komentar di foto Malika yang di postingnya,Nico pun langsung membuka pemberitahuan itu dan membaca setiap komentar nya,Nico tersenyum manis saat melihat foto Malika berseragam kantoran dengan make up nya yang tipis,Nico memuji kecantikan kekasihnya itu,namun saat dia membaca komentar fotonya
"Brengsek,"
Nico marah melihat banyak komentar dari pria maupun wanita yang memuji kecantikan Malika,
Dengan segera diapun langsung menelpon Malika,
Ponsel Malika tertinggal di meja kerjanya,hingga Nico semakin marah pada Malika karena tidak menjawab telponnya,dia mengira Malika terlalu sibuk hingga dia tidak bisa menjawab telpon darinya,
"Kamu kenapa co,?"
Tanya Andre serius,
"Ini pacar saya "
Jawab Nico tidak melanjutkan ucapannya,dia hanya menunjukan foto dan komentar di sosial media ya,
Sontak Andre pun tertawa terbahak-bahak melihat Nico kepanasan dengan semua komentar yang memuji kekasihnya itu,
"Harusnya kamu bersyukur co,pacar kamu banyak yang suka itu artinya pacar kamu berkualitas ,,hehe"
Celetuk Andre,tidak membuat amarah di hatinya meredam,Nico hanya sedikit tersenyum miring pada Andre,
"Sudah,makanlah saja dulu,nanti malam akan aku bawa kau ke tempat dimana hati kamu tidak kepanasan"
Ucap andre kembali dan menyuruh Nico untuk melanjutkan makannya terlebih dahulu,
Jam istirahat pun berlalu,Malika kembali pada pekerjaannya,begitupun dengan Sherli,
"Hape pun ya"
Sherli menyemangati Malika,agar dia bisa bekerja dengan baik dan rileks,
Tentunya Malika merasa bahagia karena di hari pertama bekerjanya dia sudah mendapat teman baru yang baik,
Tapi sampai saat ini,Malika masih merasa ada orang yang sedang mengawasinya dari tadi,tapi entah siapa itu,saat Malika duduk dan membuka ponselnya,Malika sangat terkejut,karena banyak sekali panggilan tak terjawab dari Nico kepadanya,
,"Astaga,ini pasti Nico marah,karena aku tidak menjawab panggilannya,"
Ucap Malika panik,
Namun saat dia hendak balik memanggil Nico,jam sudah menunjukan harus siap mulai bekerja kembali,
__ADS_1
"Sepulang ini akan aku hubungi lagi Nico,aku takut dia marah"
Ucap hati Malika,
Dia pun kembali bekerja,
Jam istirahat Nico pun juga sudah selesai,saatnya mereka kembali ke pekerjaan mereka,Nico berjalan di belakang Andre,
Namun tiba-tiba saat Nico melihat Clara yang sedang berjalan di bawah penyimpanan barang barang bengkel,Nico menyadari sesuatu dari atas Clara akan jatuh mengenai kepalanya dengan secepat mungkin Nico berlari dan menyelamatkan Clara agar tidak tertimpa barang yang hendak jatuh,
"Awas Clara"
Nico menarik tubuh Clara hingga terjatuh,semua yang melihat terkejut karena teriakan dan barang yang jatuh tepat di posisi Clara berdiri sebelum Nico menariknya saat itu,
"Astaga"
Ucap Clara sangat terkejut dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika Nico tidak menariknya,
Clara memeluk Nico erat,dia berterimakasih kepada Nico karena telah menyelamatkan nyawanya,
"Terimakasih Nico,aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika kamu tidak menolongku"
Ucap Clara dengan pelukannya yang erat pada Nico,
Jujur,Nico sangat risih dengan pelukan Clara padanya,dia tidak terbiasa mendapat pelukan dari seorang wanita,bahkan dari Malika kekasihnya sendiri,
Malika sangat menjaga dirinya dengan baik pada Nico,hanya satu ciuman saja Malika kecolongan tidak bisa menjaga dirinya waktu itu,
"Ia sama-sama Clara, sekarang kamu sudah aman"
Nico coba melepaskan pelukan Clara padanya,karena dia sangat tidak nyaman di peluk Clara,
"Kau tidak apa-apa Clara,Nico"
Andre pun ikut mencemaskan keduanya,
Nico pun bangun dan kembali berdiri,begitupun dengan Clara,
"Tidak Dre aku tidak apa-apa,tapi sepertinya Clara terluka "
Jawab Nico menunjuk ke arah Clara, merekapun membawa Clara ke dalam ruangan untuk dia beristirahat,
Clara pun masuk,dia mengambil minum dan duduk di sofa ruang kerjanya,
Clara menghela nafasnya dalam-dalam,dia membayangkan Nico,
Pria yang usianya jauh lebih muda darinya,
Selisih 5 tahun usia Clara dari Nico,
"Nico,kenapa aku memikirkannya"
Pikir Clara dengan senyumnya yang penuh hasrat,
...
"Kau benar tidak apa-apa co?"
Andre kembali menanyakan keadaan Nico,
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa Dre,tenanglah,kau seperti ibuku saja,haha"
Nico menjawab pertanyaan Andre dengan leluconnya,
Andre pun ikut tertawa,
Andre menceritakan tentang Clara pada Nico,
Dia bercerita bahwa sebelumnya Clara adalah wanita tertutup,dia sangat jutek dan dingin kepada semua karyawan disini,termasuk kepada dirinya,
"Aku jadi merasa aneh melihat sikap Clara kepadamu,karena sebelumnya wanita jutek itu tidak pernah bersikap hangat,tapi semenjak kau disini,aku melihat sikap Clara kepadamu dan kepada semuanya seperti berubah,dia bersikap hangat kepada kita,apa dia menyukaimu?"
Pikir Andre pada Nico,
"Bisa saja kau,mungkin itu hanya perasaanmu saja,sudahlah kita kembali bekerja lagi"
Jawab Nico tidak merespon semua yang Andre katakan tentang Clara,karena hati Nico tetap pada satu wanita,yaitu Malika,
Merekapun kembali bekerja seperti biasa,
***
Di tempat lain,Malika tidak sempat memberi kabar kepada Nico untuk menanyakan kabar tentangnya,apa Nico sudah makan,sedang apa dan bagaimana kabarnya,
Perasaan Malika sangat rindu kepada Nico,karena terbiasa setiap hari selalu bersua meski lewat sosial media atau WA,tapi untuk hari ini,satu pesan atau satu panggilan pun belum sempat Malika lakukan,
"Semoga saja Nico baik-baik saja disana"
Ucap hati Malika,
Dan disaat Malika sedang mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba saja seorang wanita melewati mejanya dan tak sengaja menumpahkan kopi panasnya pada Malika,
"UPS sorry,aku tidak sengaja"
Ucap seorang gadis bernamakan Lidya di baju seragamnya,
"Aduh panas"
Malika sangat kepanasan akibat tumpahan kopi Lidya,dan sepertinya paha Malika akan sedikit melepuh karena tumpahan kopi tersebut,
Semua yang melihat hanya terdiam,termasuk Sherly,
Mereka sudah tahu dengan tabiat Lidya,dia selalu mengusili karyawan baru,apalagi dengan mereka yang berparas cantik melebihi kecantikannya,
Dia selalu membuat semua karyawan baru tidak betah bekerja di Mahardika grup,terlebih mereka yang lebih berpotensi darinya, Lidya selalu berusaha agar mereka mengundurkan diri dengan sendirinya karena ulahnya yang membuat mereka tidak nyaman,
"Kau tidak apa-apa "
Tanya Lidya dengan wajahnya yang tak bersalah,
"Tidak,tapi lain kali hati-hati ya ka"
Jawab Malika dengan polosnya menyuruh Lidya untuk berhati-hati,
Lidya pun merasa tersinggung dengan jawaban Malika yang memang benar adanya,
"Sombong sekali ya,baru masuk satu hari saja laganya sudah berani menyuruh aku untuk berhati-hati,"
Ucap Lidya memaki Malika,
__ADS_1
"