
Keesokan paginya,Malika sengaja bangun siang karena hari ini hari Minggu,
Jadi Malika agak santai dan terlambat bangun,
"Nak,bisa kau antar kue ini untuk suci?"
Pinta Bu Arum pada Malika untuk mengantarkan kue buatan ibu nya ke rumah Keenan dan suci,
"Tapi Bu,aku..."
Malas rasanya Malika harus pergi kesana,Malika masih tidak enak dengan sikap suci Tempo kemarin meski Keenan sudah meminta maaf,tapi apalah daya,Malika tidak bisa menolak perintah ibunya,
Dengan terpaksa Malika yang saat itu masih mengenakan pakaian tidurnya terlihat sangat santai dengan rambut yang dia ikat satu di belakang,
"Malika pergi dulu Bu"
Ucap Malika dengan sedikit memanyunkan bibirnya karena kesal,
Malika pun akhirnya pergi,
Namun saat Malika sampai di depan pintu,dia mendengar teriakan Alana yang memanggil om pada Keenan,
"Om Keenan ibu pingsan om"
Teriak Alana dengan tangisnya yang sangat menyedihkan,
Dan disaat itu pula malika.baru mengetahui jika Keenan bukanlah ayahnya Alana,melainkan om nya,
"Om...apa itu maksudnya pak Keenan bukan ayahnya,atau suami suci?"
Pikir Malika,
Malika.seakan terpaku akan teriakan Alana yang memanggil Keenan karena suci jatuh pingsan,
Kemudian Malika pun secepatnya sadar dari semua pikiran itu dan langsung masuk,tanpa mengucap salam Malika langsung menghampiri Alana dan coba menenangkannya,
Alana yang menangis terus menarik tangan suci dan menyuruhnya agar bangun,
"Bangun Bu bangun"
Ucap Alana sambil menangis,
Malika tak kuasa melihat tangis Alana,sesak rasanya mendengar tangis Alana,Malika memeluk Alana,
"Tenang dek,ibu kamu pasti bangun,kita angkat ibu kamu ke kursi dulu ya"
Ucap Malika coba Menenangkan,
Keenan pun datang
"Ada apa nak,kenapa dengan suci?"
Tanya Keenan salah paham dengan bantuan Malika yang sedang memindahkan suci ke atas kursi,
"Apa yang sudah kau lakukan Malika?kau apakan adikku"
Tanya keenan pada Malika,
"Aku tidak melakukan apapun pak,sungguh"
Jawab Malika terkejut dengan perangai Keenan yang seolah menyalahkannya karena suci pingsan,
Terlihat sekali kemarahan Keenan di matanya pada Malika,
Namun sesaat kemarahannya pun hilang kala Alana berkata bukan Malika yang membuat ibunya pingsan,
"Ibu jatuh pingsan om,Kaka ini yang menolong Alana mengangkat ibu ke kursi,om Keenan jangan memarahinya,"
Ucap Alana yang polos dan jujur,
__ADS_1
Alana pun memeluk Keenan,
Keenan pun meminta maaf karena telah menyalahkan Malika untuk semua ini,
Dia juga mengingat pesan dokter untuk memeriksa suci X-ray atau USG,
Dengan segera Keenan pun membawa suci kedalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit,
"Om Alana ikut om?"
Ucap Alana
"Tapi,kau terlalu kecil untuk ikut ke rumah sakit "
Alana menangis pada Keenan memaksanya untuk ikut ke rumah sakit,
"Tidak apa-apa pak,biar saya yang menemani Alana"
Malika menawarkan diri untuk menemani Alana ke rumah sakit,tapi Malika minta ijin untuk mengganti pakaian nya terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit,
Namun karena terburu-buru Keenan pun tidak mengijinkan Malika untuk ganti pakaian,
"Lapisi saja bajumu dengan jaket ku yang ada di dalam mobil,"
Ucap Keenan tidak mengijinkan Malika dan menyuruhnya untuk segera masuk,
Malika pun mengerti akan kecemasan Keenan akan suci,Alana dan Malika pun segera masuk kedalam mobil,
"Ibu kamu tidak akan kenapa-napa nak,kamu jangan khawatir ya,semua akan baik-baik saja"
Malika kembali memeluk Alana dan coba menenangkannya,
Malika pun kaget karena dia belum sempat ijin pada ibunya untuk pergi keluar,
"Astaga,saya lupa pak,saya belum ijin pada ibuku,nanti dia mencari ku"
Ucap Malika pada Keenan yang sedang melajukan mobilnya,
Malika heran mengapa dia memberikan ponselnya,seakan Keenan tahu jika Malika tidak memegang handphone,
Malika pun segera menghubungi Bu Arum dan meminta ijin mengantar Keenan dan Alana ke rumah sakit,Bu Arum pun mengijinkan,
Malika pun mulai merasa tenang,
Keenan tidak banyak bicara karena dia sangat cemas dengan keadaan suci yang masih tak sadarkan diri,
Setiba nya di rumah sakit,Keenan langsung menyuruh suster dan dokter untuk menangani suci ,
"Bapak pergilah,biar saya yang urus administrasi mba suci"
Ucap Malika seakan bekerjasama dengan Keenan dalam mengurus keadaan suci,
Alana yang masih bersama Malika memaksanya untuk ikut dengan Keenan dan ibunya kedalam,namun Malika berhasil menanganinya dengan semua ucapannya yang lembut,
"Sebentar nak,kamu mau ibu suci cepat sadar kan,?"
Alana menganggukkan kepalanya,pertanda dia sangat ingin sekali ibunya sembuh,
"Kalau Alana ingin ibu suci cepat sembuh,Alana ikut Kaka berdoa untuk ibu yuk"
Malika berinisiatif membawa Alana ke mushola untuk mendoakan suci,sembari menunggu dokter menanganinya,
Alana pun menyetujui semua ucapan Malika,
Disaat yang bersamaan,ketika Malika menyusuri setiap jalan rumah sakit menuju Mushola nya,tiba-tiba saja angin bertiup pelan,membuat rambutnya yang terikat menari pelan karena angin tersebut,
Perasaan Malika pun seakan tak menentu,firasatnya mengatakan jika seseorang sedang memanggilnya,
"Apa ini"
__ADS_1
Ucap hati Malika,
Dia berusaha tenang dan terus berjalan bersama Alana menuju Mushola,
Merekapun tiba di mushola,Alana yang belum paham dengan semua tatacara beribadah di ajari oleh Malika di mulai dari berwudhu hingga sholat,
Alana pun menyukainya,
Alana berdoa dengan begitu khusu mendoakan agar ibunya cepat sembuh dan bisa kembali berkumpul bersamanya,
Malika yang melihat kesungguhan doa Alana merasa sedih dan takjub dengan semua yang Alana lakukan,
Alana pun kembali memeluk Malika,
"Terimakasih ka,apakah Allah akan mengabulkan doa Alana ka?".
Ucap Alana bertanya pada Malika,
"Semoga Allah mengabulkan doamu nak,yakinlah ibu kamu akan segera sembuh oke"
Malika mencium kening Alana,
Mereka berdua pun tersenyum dan terlihat sedikit lebih tenang,
Dan ternyata diam-diam sedari tadi Keenan melihat semua yang Alana dan Malika lakukan di mushola,Keenan sangat kagum pada cara Malika untuk menenangkan keponakannya itu,
"Ternyata kau bukan hanya pintar dalam bekerja Malika,tapi kau juga pintar dalam memberi pelajaran kepada anak seusia Alana,kamu memang hebat Malika,"
Ucap Keenan diam-diam mengagumi Malika,
Keenan pun berlalu,
Malika dan Alana pun keluar dan hendak kembali ke ruang ICU ,
Sepanjang jalan Alana terus bertanya pada Malika seputar ibunya,
Apakah ibu akan sembuh?kapan ibu bisa pulang? Alana ingin sekali menemani ibu?
Semua pertanyaan seorang anak mengenai ibunya membuat Malika belajar menjawab semua pertanyaannya dengan baik dan benar agar Alana bisa tenang,
Tapi tiba-tiba langkah Malika terhenti tatkala dia melihat seorang pria bersama wanita sedang duduk di depan ruang pasien nomor 125,
Malika seakan tak mampu menggerakkan kakinya untuk melangkah saat melihat pria itu memeluk wanita yang ada dihadapannya,
Pria itu terlihat sedang menangis memeluk wanita itu,
Meski terasa berat,Malika coba melangkahkan kakinya perlahan,
"Ka Malika,apa yang terjadi padamu,apa kau tidak enak badan"
Tanya Alana membuatnya berusaha menguatkan langkahnya,
Langkah demi langkah akhirnya Malika paksakan untuk terus berjalan melewati ruang nomor 125 untuk menuju ICU,
Dan saat langkahnya sampai pada pria yang sedang bersandar pada seorang wanita itu,tiba-tiba Malika berhenti dan menitikkan air matanya
"Nico..."
Maaf up nya telat ya reader,,
author habis ikut lomba kemerdekaan dulu, 😁
**Dirgahayu republik Indonesia,
MERDEKA🇮🇩
untuk semua hati yang baik,mohon tinggalkan like,koment vote nya ya
mari bantu dukung supaya author semakin bersemangat lagi nulisnya ,,
__ADS_1
salam merdeka**