Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Tekad Nico


__ADS_3

"ada yang ingin bertemu denganmu nak"


Ucap Bu Arum pada Malika,


Malika tersenyum lebar saat mendengar ibunya berbicara ada seseorang yang ingin menemuinya,Malika mengira pria itu adalah Nico,


Karena biasanya ketika Nico datang ke rumah,Bu Arum akan berkata seperti itu,


Dengan antusias Malika turun dari kamarnya,


Dengan rona bahagia yang terpancar akan bertemu dengan sang pujangga,


Namun apalah daya,Malika kaget saat menyadari bahwa pria yang sedang menunggunya bukanlah Nico,


Melainkan Keenan,


Mengapa Keenan ada di dalam rumahnya,


Tanya Malika dalam hati,


Malika pun berjalan menghampiri Keenan


"Ada apa pak?"


Tanya Malika pada Keenan yang sedang berdiri menungguinya datang,


"Kenapa kamu tidak pernah menceritakan bahwa nak Keenan adalah bos kamu ka?"


Tanya Bu Arum tiba-tiba datang diantara mereka,


"Ibu,aku.."


Jawaban Malika terpotong dengan ucapan ibunya yang mempersilahkan Malika dan Keenan duduk,Bu Arum pun akan segera menyiapkan minum untuk keduanya,


Namun Keenan menepis dengan dalih tidak ingin merepotkan,Keenan hanya sebentar saja bicara dengan Malika,


Bu Arum tidak mendengar semua tepisan Keenan,dengan senang hati Bu Arum membuatkan minum dan makanan cemilan untuk mereka,


"Malika,sebenarnya saya ingin bicara sesuatu hal yang penting denganmu"


Ucap Keenan terasa berat


Malika hanya diam dan menunggu Keenan bicara,


"Saya hanya ingin bicara,,,em "


Keenan terlihat sangat berpikir dan berusaha untuk mengucap sebuah kata yang tak biasa dia ucapkan,


"Bicara apa pak?"


Tanya Malika,


"Em tidak,, tidak penting"


Lanjut Keenan merasa malu jika harus meminta maaf,karena dia tidak biasanya meminta maaf kepada siapapun,meskipun kepada kedua orangtuanya,


"Oh ya pak,sekali lagi saya minta maaf atas apa yang telah terjadi tadi,saya memang telah bersalah,karena telah lancang menggendong anak bapak"


Ucap Malika mendahului meminta maaf kembali kepada Keenan untuk kesalahannya tadi,


"Itulah yang ingin saya bicarakan kepadamu,saya juga ingin meminta maaf atas nama suci karena sudah berlaku buruk kepadamu tadi"


Dengan cepat Keenan berucap minta maaf kepada Malika,


Malika tersenyum kecil,terlihat kecantikannya ketika tangan Malika menutup mulut nya ketika tersenyum,

__ADS_1


Malika tidak menyangka bahwa bosnya yang terlihat sangat dingin dan acuh,bisa berkata minta maaf kepada bawahannya,


"Mengapa kau tersenyum,apa yang lucu".


Tanya Keenan tegas,


Malika menggelengkan kepalanya pertanda tidak ada apa-apa,dia pun terus tersenyum ke arah Keenan,


Keenan terpana melihat senyum manis Malika,dia terus memandang Malika saat tersenyum,


Malika memberi tanda jika dia sudah memaafkan suci dan mengerti dengan sikap suci kepadanya,


"Sudah lupakanlah pak,Its oke,IM fine,semua baik-baik saja,saya mengerti dengan mbak suci"


Ucap Malika setelah Keenan minta maaf kepadanya,


"Ternyata dia sangat cantik"


Ucap hati Keenan memuji kecantikan Malika,


"Tidak,lebih baik aku kembali ke rumah"


Ucap Keenan dalam hatinya tak kuasa menahan pesona kecantikan Malika,


Untuk sesaat perasaan Malika terasa ada yang aneh,di suasana hatinya yang sedang sedih karena hubungannya dengan Nico berakhir,dia bisa tersenyum ceria seperti sekarang bersama Keenan,


"Mengapa perasaanku bisa setenang dan lebih baik seperti ini?"


Karena biasanya,ketika keduanya sedang dilanda maslaah,Malika akan berlarut dalam kesedihannya,dia tidak ingin melakukan hal apapun,makam atau keluar kamar pun dia tidak akan bisa karena terlalu memikirkan Nico,


"Kalau begitu saya pamit pulang,salam buat ibu kamu,maaf saya tidak bisa menunggu lama,"


Ucap Keenan pamit pulang pada Malika tanpa menunggu Bu Arum yang sedang membuatkan minum untuknya,


Jawab Malika kembali melempar senyum nya pada Keenan,


Keenan pun membalas senyum Malika,


Pintu rumah pun tertutup,Keenan kembali ke rumah suci,


Dia merasa lega karena telah meminta maaf atas nama adiknya itu pada Malika,meski dia belum sempat menjelaskan bahwa suci bukanlah istrinya,melainkan adik perempuannya,


***


"Ayo Malika aktifkan handphone mu"


Nico kesal karena seharian ponsel Malika masih belum bisa dihubungi,


Semua sosial medianya juga tidak ada yang aktif


Dia berinisiatif untuk menghubungi ibunya,


Ponsel Bu Arum pun berdering,


Saat Bu Arum melihat siapa yang menelponnya,dia terkejut dan langsung mematikan telpon dari Nico,


Nico merasa heran mengapa ibunya Malika menutup telponnya,


"Kenapa ibunya Malika mematikan panggilanku?"


Tanya Nico berpikir apa yang sebenarnya terjadi,


Dia pun menelpon ibunya dan menceritakan semuanya,


Bu Ratna pun akhirnya menceritakan tentang kebohongan Malika pada ibunya tentang hubungan anaknya dengan Malika,

__ADS_1


"Ya nak,sebenarnya,Bu Arum mengetahui jika kau dan Malika sudah putus,karena Bu Arum meminta Malika untuk tidak lagi berhubungan denganmu,jadi Malika membohongi ibunya jika hubungan kalian sudah putus"


Jelas Bu Ratna,


Nico marah,mengapa ibunya baru menceritakan semuanya sekarang,dan mengapa Bu Arum menginginkan Malika dan Nico putus?apa salahnya?


Pikir Nico


"Setahu ku Bu Arum orang yang baik,tapi mengapa dia ingin memisahkan aku dengan Malika,aku tidak bisa terima ini,aku harus melakukan sesuatu"


Ucapnya dalam hati bertekad kuat untuk mendapatkan cinta Malika kembali,tidak peduli ibunya setuju atau tidak,


Nico pun memutuskan untuk mengambil tindakan esok hari


Entah memaksakan diri pulang ke Bandung atau apapun itu,yang terpenting bagi Nico sekarang,dia harus bisa bertemu dan menghubungi Malika,


***


Keesokan paginya,Malika sudah bersiap berangkat ke kantor,seperti biasa Malika naik ojek online pesanannya,


Malika berdiri di depan pintu rumahnya menunggu ojek datang,


Diseberang jalan,Keenan nampak menghangatkan motornya sebelum berangkat ke kantor,


Ya Keenan lebih menyukai naik motor ketimbang naik mobilnya,


Selain lebih cepat,naik motor juga bisa sedikit menghindari kemacetan di pagi hari,menurut Keenan,


Malika melihat Keenan dan Alana sedang bercanda tertawa sambil menghangatkan motornya,sedangkan suci menyuapi makan Alana,


Alana berlarian seperti kegirangan bercanda dengan Keenan,


Malika tersenyum melihat suasana riang keluarga bos nya itu,


"Andai aku dan Nico bersatu,mungkin nanti kita akan bahagia bersama seperti mereka"


Ucap hati Malika kembali mengingat Nico dan membayangkan semua yang dia lihat di depan matanya adalah bayangan keluarga dirinya dan Nico di masa depan,


Keenan pun tak sengaja melihat Malika tersenyum ke arah nya,


"Baiklah kalau begitu om berangkat ya na,kamu jangan nakal mainnya"


Ucap Keenan pada Alana pamit untuk berangkat kerja,


"Ya om,Alana tidak akan nakal"


Jawab Alana si anak manis itu,


Malika tersadar saat Keenan kini berada di hadapannya,


"Kau sedang menunggu siapa?"


Tanya Keenan,


"Ah pak mengagetkan saja,saya sedang menunggu ojek saya"


Jawab Malika,


"Baiklah kalau begitu"


Tanpa melanjutkan dan mendengar apa yang ingin Malika katakan Keenan langsung melajukan motornya ,


"Pak Keenan memang benar-benar menyebalkan,dia tidak mau mendengarkan sedikitpun perkataan ku,padahal aku hanya ingin memberitahu dia jika kancing baju di dadanya tidak terpasang "


Ucap Malika menepuk jidatnya,

__ADS_1


__ADS_2