
Malika coba mengejar ibunya,namun Bu Arum langsung mengunci pintu kamarnya dengan cepat,Bu Arum tak kuasa menahan air matanya karena kecewa dengan ulah Malika yang pergi tanpa ijinnya,
Ini baru saja berpacaran bagaimana jika nanti Malika sampai menikah dengan Nico,pengaruh buruk apa yang akan dia berikan padanya,
"Malika ibu sangat kecewa sama kamu nak"
Ucap tangis nya dalam hati Bu Arum,
"Maafkan Malika Bu,Malika mohon buka pintunya"
Malika terus menggedor pintu berharap ibunya akan membuka kan pintu untuknya,
Namun tidak ada respon dari Bu Arum,Malika menunggu ibunya membukakan pintu sampai dia terlelap di depan pintu kamar Bu Arum,namun tak kunjung ibunya membukakan nya,
Malika terbangun karena suara dering ponselnya,
Ternyata Nico memanggilnya,Malika tidak berani menjawab panggilan dari Nico,diapun mematikan telponnya,
Malika mengusap air matanya dan kembali ke kamarnya,dia merasa ibunya tidak akan keluar,biarlah dia menemuinya pagi hari,
...
Dilain tempat Nico yang sudah bersiap berangkat hendak mencoba menghubungi ponsel Malika,namun tak kunjung aktif,
Ternyata Malika sengaja tidak menghidupkan ponselnya agar Nico tidak ada menghubunginya,
"Kenapa ponsel Malika tidak aktif dari semalam,apa ponselnya rusak"
Nico berusaha berpikir jernih agar suasana hatinya tidak terganggu,diapun mulai menaiki bus menuju Jakarta,
Dalam hatinya dia berkata
"Sampai jumpa kota Bandung,aku pasti kembali,titip Malika untukku ya"
Dengan senyum nya Nico pun berangkat,
Malika sengaja bangun lebih awal dari ibunya,dia sengaja ingin berbicara dengan ibunya,namun saat Malika mencari ibunya di kamarnya sudah tidak ada,dan suara Bu Arum terdengar di dapur,dia sedang menyiapkan sarapan untuk karyawan dan dirinya juga Malika,
"Bu"
Ucap Malika,
Bu Arum tak menjawab sedikitpun panggilan Malika,bahkan dia tidak mau menatap Malika sedikitpun,
"Bu maafkan Malika Bu,Malika memang salah semalam,maafkan Malika"
Malika terus meminta maaf pada ibunya,namun Bu arum masih tidak meresponnya,
Namun saat Malika berbicara hal yang membuat hati ibunya merasa tenang,Bu Arum pun terdiam dan menghentikan aktifitasnya
"Malika sudah memutuskan Nico Bu"
Ucap Malika pada ibunya,
Mereka berdua pun terdiam,Selang beberapa menit,Malika pun berlari ke kamarnya,
__ADS_1
Di dalam kamar Malika menangis,
"Maafkan aku co,aku terpaksa berbohong pada ibuku demi kita"
tangisnya dalam hati,
Malika sengaja berbohong pada ibunya tentang hubungannya dengan Nico agar ibunya mau memaafkannya,terlebih dalam 3 bulan ini Nico pasti tidak akan muncul karena dia sudah berangkat ke Jakarta,jadi tidak ada halangan untuk Malika berbohong sedikit saja pada ibunya,
Disaat yang sama Bu arum melihat putrinya yang sedang menangis di atas kasur,Bu arum mengira Malika menangis karena dia merasa sedih akan hubungannya yang telah kandas dengan Nico,tapi ternyata Malika menangis karena telah membohongi ibunya sendiri,
Bu Arum masuk kamar dan mengusap rambut Malika,
"Terimakasih nak,kau telah berusaha menuruti permohonan ibu,semua yang ibu lakukan hanya untuk kebaikan dirimu"
Ucap bu Arum, Malika semakin sedih tatkala ibunya berbicara seperti itu padanya,hatinya merasa sangat dosa karena telah membohonginya,namun apalah daya semua sudah terjadi,biarlah Malika menyimpan rahasia ini bersama Nico,dia pun berharap ibunya tidak akan mengetahui kebohongannya,
Malika nanti juga bisa membicarakan ini kepada Nico,
...
Keesokan harinya Malika mendapat panggilan kerja di sebuah kantor ternama sebagai sekretaris keuangan, dia sangat senang sekali,begitupun dengan Bu Arum,
"Selamat ya nak,"
Bu Arum memberi ucapan selamat kepada Malika,
"Ia bu terimakasih,ini semua berkat doa ibu"
Malika pun mencium dan memeluk ibunya,
Ucap hati Malika teringat akan Nico yang harus mengetahui kabar dirinya mendapat panggilan kerja,
Malika pun pamit ke kamar agar Bu Arum tidak mencurigainya,
Malika coba menghubungi Nico,namun tidak ada jawaban,Malika berprasangka mungkin Nico sedang sibuk de okngan pekerjaannya,biarlah nanti dia hubungi lagi Nico untuk memberi kabar tentang pekerjaannya,,
Bu Arum merayakan panggilan kerja Malika dengan membagi makanan kepada semua karyawannya,Bu Arum sangat senang sekali,
Lain hal nya dengan Malika yang mencemaskan keadaan Nico yang sulit dihubungi,
"Bu aku pergi keluar dulu bersama Tiara ya"
Ucap Malika pamit pada ibunya,
Bu Arum pun mengijinkannya,Malika dan Tiara pergi ke alun-alun Bandung untuk sekedar duduk santai menikmati hari-hari mereka,
Malika bercerita semua tentang dirinya dan Nico pada Tiara,semua yang terjadi sebelum Nico berangkat ke Jakarta,
"Entah benar atau tidak,jujur saat itu aku sangat bingung sekali harus bagaimana Ra"
Ucap Malika terlihat bimbang,
Dengan senyum tipisnya Tiara menghela nafasnya dalam-dalam menasihati Malika,
"Ya aku paham kamu tidak berdaya saat itu ka,tapi aku sangat tidak setuju kamu sudah membohongi ibu kamu,karena sebenarnya orangtua melarang atau mengijinkan sesuatu pada anaknya melainkan dia tahu apa yang terbaik bagi anaknya,itu setahuku ka"
__ADS_1
Dengan pikirannya yang dewasa Tiara menjawab semua kegundahan Malika,dia semakin merasa bersalah karena telah membohongi ibunya tentang Nico,
"Mencintai seseorang itu memang tidak salah,tapi kita harus tahu dimana batasan cinta itu "
Lanjut Tiara masih menasihati Malika,
Malika pun berterimakasih kepada Tiara karena sudah mau mengingatkannya,keduanya pun kembali tertawa membicarakan hal lain,
Merekapun memanggil teman yang lain agar acara bermain diluar nya semakin mengasikkan,
Tiara coba menelpon anggun dan Nara untuk datang ke alun-alun Bandung,merekapun segera datang, mereka berempat akhirnya bisa bertemu setelah sekian lama tida bertemu,
"Kangen rasanya sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini"
Ucap anggun memulai perkumpulan mereka,
Merekapun saing berbincang melepas rindu,
"Oh ya ka,bagaimana kabar kamu dengan Nico"
Tanya Nara mengejutkan Malika yang memang sedang memikirkan Nico saat itu,
"Eum aku dan Nico"
Jawab Malika ragu,
"Mereka LDR sekarang ".
Tiara coba membantu Malika menjawab pertanyaan Nara,
Semua pun tersenyum,mengingat Nico tidak bisa jauh sedetik pun dari Malika,
"Hihi apa Nico sanggup LDR an sama kamu ka,aku rasa tidak?"
Jawab anggun menggoda Malika,
"Ia yah,Nico kan sangat cinta sama kamu,sehari tidak bertemu saja gila dia apalagi sekarang LDR an hehe"
Timpal Nara,
Malika tidak tersinggung dengan semua celoteh teman-teman nya itu,karena dia sudah biasa dengan mereka yang selalu asal kalau bicara,beda dengan Tiara yang selalu bijak dalam setiap perkataannya,
"Oh ya besok hari pertama aku bekerja di perusahaan Mahardika grup,doakan aku ya,biar dilancarkan semuanya"
Ucap Malika,
Tentunya sebagai teman-teman yang baik anggun,Nara dan Tiara sangat mendoakan yang terbaik untuk Malika,
"Tentunya ka,akan aku tambahkan doaku untuk kamu,semoga kamu bertemu jodoh kamu disana,hihi"
Timpal anggun,
Gelak tawa pun kembali pecah dengan celoteh anggun,Malika hanya tersenyum dan terbiasa dengan semua celoteh sahabat sahabatnya itu,bagi Malika mereka adalah teman terbaiknya
,
__ADS_1