Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
foto Nico


__ADS_3

Di Keheningan malam,saat angin riuh gemuruh mengeluarkan nyanyiannya sungguh sangat membuat Keenan merasa sedih.


Dan untuk kali ini,Keenan merasakan kesedihan yang sama pada seorang wanita setelah kesedihannya di tinggal Kartika.


Keenan tidak menyangkal jika dirinya mulai menyukai Malika,meski mereka belum lama dekat,namun Keenan merasa ada yang lain dalam diri Malika,bahkan Keenan pun tahu jika Malika mencintai Nico.


"Apa ini sebenarnya,mengapa aku tidak bisa mengendalikan perasaan ini?"


Tanya hati nya sendiri di kegelapan malam.


Keenan terus memikirkan Malika,dia sangat merasa kasihan pada Bu Arum ,Keenan tidak bisa membayangkan bagaimana jika Malika benar-benar hilang ingatan.


Keenan tidak bisa membayangkan jika Malika tidak akan mengenalinya,atau bahkan mengenali dirinya sendiri.


Dendam pun mulai terselubung di hatinya mencari tahu siapa yang telah menabrak Malika dan melarikan diri tanpa bertanggung jawab.


...


Nico pun mulai memejamkan matanya setelah dia memastikan jika Clara benar-benar sudah terlelap,seperti biasa,Nico tidak bisa menghubungi Malika disaat dirinya ingin bercerita mencurahkan semua kerinduan padanya.


"Malika,kau masih tetap sama,setiap aku ingin mencurahkan semua kerinduanku,kau sangat sulit untuk aku hubungi,bahkan tak ada satu pesan pun menanyakan kabarku?"


Ucap Nico yang kesepian akan cinta malika.diapun memutuskan untuk tidur dan akan menghubunginya lagi esok.


Malam pun semakin larut,Clara terbangun karena suara banyaknya notifikasi masuk di ponsel Nico,Clara pun terbangun dan melihat ponselnya,ternyata teman-teman Nico coba memberitahu Nico tentang kecelakaan kekasihnya itu.


Banyak sekali yang men tag Nico tentang kecelakaan malika.clara sangat marah,ingin rasanya dia melempar handphone Nico saat itu juga,namun Clara sadar,diapun mulai berpikir jernih untuk menyembunyikan kabar ini.


Diam-diam tanpa sepengetahuan Nico,Clara menghapus semua notifikasi di ponsel Nico dan memblok semua akun teman-temannya yang berhubungan dengan Nico.


Clara pun kembali mendapat ide,saat dia melihat Nico sedang terlelap pikiran liciknya muncul,Clara membuka baju atasnya,dan kini hanya tinggal memakai bra,Clara duduk di samping Nico yang sedang terlelap di sofa,kamera pun sudah siap,


Clara memotret dirinya bersama Nico seakan sedang tidur bersama di atas sofa,dia juga mengirim foto itu ke nomor Malika.


"Apapun akan terjadi dalam satu atap"


Tulis Clara di ponsel Nico mengirim ke no Malika.


Clara berharap dengan dikirimnya foto itu akan membuat Malika ilfil dan menjauhi Nico.


Clara pun tersenyum licik,setelah cukup puas,Clara pun kembali ke atas kasurnya dan memakaikan selimut pada Nico,kemudian mencium keningnya.

__ADS_1


***


Dokter berhasil menangani Malika,Keenan dan Bu Arum segera menanyakan keadaannya.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?"


Tanya Bu Arum masih dalam keadaan tegang.


Dokter mengajak Bu Arum dan Keenan untuk bicara di ruangannya,dokter pun terlihat sangat serius,Bu Arum dan Keenan pun segera menyusul dokter.


"Sebelumnya saya pernah katakan jika dalam waktu 24 jam anak ibu tidak sadar,maka besar kemungkinan dia akan koma,namun jika dia sadar maka ingatannya akan hilang,dan sekarang itu yang terjadi pada anak ibu,"


Penjelasan dokter mengenai Malika.


"Jadi itu berarti anak saya hilang ingatan?"


Tanya Bu Arum berusaha untuk tegar.


Dokter pun dengan berat hati harus menyampaikan kabar duka ini pada Bu Arum dan Keenan.


"Tapi apa ingatan Malika bisa kembali pak?"


Tanya Keenan berharap masih ada keajaiban yang bisa terjadi pada Malika.


Jawab dokter coba memberi harapan pada Keenan dan Bu Arum.


Keenan pun langsung menyimpulkan jika Malika pasti bisa sembuh,dalam hati dia bertekad untuk menjaga Malika sampai dia sembuh dan mengingat semua.


Keenan berusaha tegar agar Bu Arum ikut tegar bersamanya.


Dokter pun menyarankan Bu Arum untuk terus menemani Malika,namun jangan biarkan dia sampai memikirkan sesuatu yang akan membuatnya stres.


Bu Arum pun masuk ke ruangan Malika,dia duduk di samping Malika dan menggenggam tangannya,Bu Arum menatap wajah anaknya yang penuh dengan luka.


Sebagian wajah Malika masih berbalut kain kasa,namun meskipun begitu,Bu Arum masih mengenali wajah anaknya yang cantik.


Meski dia sedih akan kecelakaan yang menimpa anaknya, Bu Arum berusaha untuk menerima semua takdirnya.


Jika bisa dia menawar kepada Tuhan,Bu Arum ingin sekali menggantikan posisi Malika sekarang yang sedang terbaring.


"Andai aku bisa menawar,hamba rela bertukar nasib dengan putriku ya Allah,hamba tidak tega melihat anak hamba terluka dan terbaring seperti ini"

__ADS_1


Ucap lirih Bu Arum membuat Keenan yang mendengarnya kembali ikut sedih.


Bu Arum pun menanyakan bagaimana proses kepolisan yang menangani tabrak lari Malika,apa posisi sudah menemukan siapa pelakunya.


Keenan pun menggelengkan kepalanya,


"Tapi tenanglah Bu,Keenan akan berusaha mencaritahu dan menangkap pelaku tabrak lari Malika,dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya"


Jawab Keenan dengan yakin.


Bu Arum menanyakan semua barang-barang Malika Saat kecelakaan terjadi.


Keenan pun memberikan tas malika yang dia dapat dari Sherli pasca kecelakaan terjadi.


Bu Arum coba membuka tasnya,Bu Arum melihat isi tas Malika yang penuh dengan foto dirinya bersama Nico.


Foto lama saat Malika masih berhubungan dengan Nico,foto masa sekolah mereka,foto kebersamaan dengan sahabat mereka.dalam.setiao momen mereka terlihat selalu bersama.


Bu Arum merasa sedih karena dia menyadari jika Malika memang msih sangat mencintai Nico.


Bu Arum merasa bersalah karena telah menghalangi hubungan mereka,Bu Arum merasa egois hanya karena Nico anak dari penyebab kematian suaminya,Bu Arum memaksa Malika untuk menjauhi dan tidak berhubungan lagi dengan Nico.


"Bangunlah nak,ibu janji sama kamu,jika kamu sadar,ibu tidak akan lagi menghalangi hubungan kalian"


Ucap Bu Arum terisak memegang tangan Malika.


Bu Arum terus meminta Malika untuk sadar,namun Malika masih belum sadarkan diri.


Keenan menanyakan ponsel Malika pada Bu Arum,karena di handphone Malika ada nomor klien nya yang harus dia hubungi.


"Bu apa saya bisa pinjam handphone Malika sebentar,ada nomor yang harus hubungi,kebetulan handphone saya ke riset semua nomornya"


Bu Arum pun mengeluarkan handphone Malika dari tasnya.


Dan saat Bu Arum menekan tombol ponsel malika,Bu Arum melihat ada banyak pesan yang masuk di ponselnya.


Bu Arum membuka satu persatu pesan yang masuk,semua sahabat dan temannya Malika banyak yang menanyakan kabar Malika,Bu rum terharu membaca semua pesan tersebut,ternyata banyak sekali orang yang sayang dan mencemaskan keadaan anaknya.


Dan satu pesan terakhir yang Bu Arum buka dari nomor tanpa nama,nomor itu mengirim sebuah foto,Bu Arum pun membuka foto itu dan terkejut melihatnya.


"Apapun bisa terjadi dalam satu atap"

__ADS_1


Caption yang Clara tulis di foto nya bersama Nico membuat Bu Arum kembali meragukan karakter Nico.


__ADS_2