
Nico dan Malika pun berangkat, semua perjalanannya lancar, karena sebelum berangkat, Malika memeriksakan dirinya pada dokter apakah dirinya kuat jika melakukan perjalanan jauh,
Sang dokter pun memberinya obat penguat janinnya agar tidak lemah dalam perjalanan.
"Kamu baik-baik saja kan?"
Tanya Nico pada Malika yang sedang bersandar pada bahunya.
Malika pun menikmati setiap perjalannya, terlebih sepanjang perjalanan, kepalanya terus bersandar di bahu suami tercintanya itu.
Bus pun berhenti di terminal, Nico sangat kerepotan karena barang bawaan yang terlalu banyak,
"Biar aku bantu co?"
Nico menolak bantuan Malika, karena dia tidak mau Malika sampai kelelahan.
Setelah turun dari bus, mereka mencari taksi.
Ponsel Malika pun berdering, ternyata ka Suci menelponnya, dia menanyakan keadaan Malika sepanjang perjalanan.
"Malika dan Nico sudah sampai terminal ka, kami sedang mencari taksi untuk menuju rumah kontrakan, Ka Suci tidak usah khawatir, nanti kalau sudah sampai pasti Malika beri kabar"
Belum sempat Malika menyelesaikan pembicaraannya dengan Suci, tiba-tiba saja seorang pria muda menjambret tas dan ponsel Malika dengan mendorongnya hingga dia terjatuh.
"Ah...jambret, tas ku co, ".
Teriak Malika pada Nico yang sedang membereskan barang bawaannya.
Nico yang melihat Malika terjatuh sangat terkejut, karena Malika seperti menahan sakit di perutnya.
"Kamu tidak apa-apa sayang?"
__ADS_1
Nico sangat panik melihat Malika yang terjatuh.
Malika mengatakan jika dirinya tidak apa-apa, hanya saja tas dan ponselnya di jambret, Malika pun meminta Nico untuk mengejar jambret itu, karena di dalam tasnya ada banyak barang berharga miliknya termasuk barang kenangan dirinya bersama Bu Arum.
"Ayo cepat kejar co"
Tanpa berpikir panjang, Nico pun langsung berlari mengejar jambret yang lari membawa tas dan ponsel Malika.
Nico meneriaki pria itu dengan sebutan
"jambret "
Sehingga memancing kepedulian penumpang lain yang ada di terminal, mereka coba membantu Nico mengejar jambret tersebut.
"Jambret jambret,"
Teriak Nico tanpa berhenti mengejar pria tersebut.
Seorang pria asing datang membantu Nico menghentikan jambret tersebut.
"Kembalikan tas dan ponsel yang kamu curi?"
Perintah pria tersebut pada sang jambret,
Malika yang akhirnya tiba di tempat Nico dan jambret itu melihat pria sedang mengajar jambretnya,
Malika tidak kuasa melihat jambret itu terluka.
Hingga dia pun meminta pria dan Nico untuk menghentikan pukulannya.
"Sudah sudah, , jangan sakiti dia lagi, kasian dia"
__ADS_1
Ucap Malika pada Nico dan pria tersebut.
"Ampun pak ampun, "
Jambret itu meminta ampun pada pria yang menangkapnya. Dia juga mengembalikan tas Malika dan ponsel padanya.
Malika pun menerima tas nya dari pria yang menghajar di jambret, namun kemudian Malika membuka tasnya dan memberi uang 5 ratus ribu pada si jambret.
"Ini ambilah, tapi saya minta bapak jangan mencuri lagi ya? Kasihan anak dan istri bapak, ambilah uang ini"
Malika memberikan uangnya pada penjambret itu, dan semua itu membuat Nico sangat terkejut, karena disaat dirinya sedang berhemat untuk hidup nya di Jakarta, Malika justru dengan mudah menghamburkan uangnya untuk diberikan pada orang lain.
"Apa-apaan Malika"
Hati Nico menggerutu.
Si jambret pun menatap wajah Malika sesaat, dan mengambil uang di tangan Malika kalau mendorongnya hingga akhirnya Malika terjatuh dan berhasil pria asing itu selamatkan.
"Awas Malika"
Teriak Nico melihat istrinya hendak jatuh.
Namun untungnya pria yang telah menangkap jambret itu berhasil meraih Malika dengan memeluknya, hingga keduanya saling bertatapan dengan sangat dekat.
Nico yang melihat semua itu sangat marah, dia cemburu berat hingga langsung menarik lengan Malika dari pria yang sedang memeluk istrinya itu.
"Maaf, dia istri saya,"
Ucap Nico kala menarik tangan Malika dari pelukan pria asing itu.
Pria itu pun meminta maaf karena sudah lancang, menangkap dan memeluk Malika.
__ADS_1
"Jangan marah co, dia justru menyelamatkan aku, jika tidak aku akan terjatuh untuk kedua kalinya, bagaimana nanti dengan bayi kita jika sampai aku terus terjatuh".
Ucap Malika meminta Nico untuk tidak memerahi pria asing yang telah menyelamatkannya.