
Termasuk sahabat baiknya Tiara.
Bu Arum memberitahu semua yang terjadi pada Malika,Bu Arum meminta Tiara untuk tidak memberitahu Nico jika dia sampai menanyakannya.
"Aku tahu kau sahabat baik Malika,kamu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada sahabatmu,dan sekarang ibu sahabatmu meminta untuk yang pertama kalinya,tolong jangan sampai Nico tahu tentang keadaan Malika yang sebenarnya"
Ucap Bu Arum pada Tiara membuat dia menjadi gelisah,Malika dan Nico sama-sama sahabatnya dia tidak mau menyakiti keduanya.
Hingga pada saat Nico menghubunginya,Tiara pun terpaksa berbohong menutupi semua kebenaran yang terjadi pada Malika.
"Maafkan aku Nico,mungkin ini yang terbaik untuk hubungan kalian"
Ucap hati Tiara kala Nico menghubunginya untuk menanyakan Malika.
Saat Bu Arum selesai membereskan kamar Malika,dia tak sengaja menemukan sebuah kotak berisikan barang-barang Nico yang sengaja Malika simpan sebagai kenangan bersamanya.
Bu Arum tentu ingat dan mengetahui semua barang-barang itu,karena dulu sering Nico pakai jika datang atau menjemput Malika sekolah.
Dalam hati kecil Bu Arum,sebenarnya dia menyadari jika yang dia lakukan sekarang bukanlah hal yang baik,tapi Bu Arum juga tidak mau putri satu-satunya jatuh pada pria yang salah.pria yang suka main perempuan dan kasar seperti nico.terlebih dia anak seorang pembunuh.
"Maafkan ibu nak,ini yang terbaik untuk kamu"
Ucapnya sembari membakar semua barang kenangan Malika dan Nico.
Keenan pun menghubungi rumah Bu Arum,memberi kabar jika dirinya dan Malika sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah.
Dengan senang Bu Arum pun segera menyediakan makanan kesukaan Malika dan Keenan,
Bu Arum juga mengingatkan semua karyawan konveksi nya agar tidak lagi menanyakan Nico pada Malika.
Suci dan Alana membantu Bu Arum menyiapkan hidangan.
***
Kecemasan Nico yang sudah tidak bisa dia tahan akhirnya membuat dia kalap,Nico melempar semua barang yang ada di dalam mes nya hingga membuat semua orang terkejut dan bertanya apa yang terjadi pada Nico.
Sebagai teman satu kamar Andre pun coba melihat keadaan Nico,di dalam kamar mes,Nico duduk di pojok tembok dengan tangan berlumuran darah karena dia telah menonjok sebuah cermin untuk melampiaskan kecemasannya yang kini menjadi sebuah kekesalan di hatinya karena tidak bisa menghubungi Malika,dan mimpi buruk yang masuk di tidurnya tadi.
"Astaga,kau kenapa co?"
Tanya Andre khawatir melihat darah di lengan Nico yang terus bercucuran.
Andre pun segera memanggil rekannya untuk membawakan perban dan Betadine agar darahnya berhenti mengalir.
Clara yang saat itu masih kesal pada Nico berusaha untuk tidak peduli dengan mengerjakan segudang tugas dari pak Hartanto yang belum dia selesaikan.
Namun ternyata pikirannya tetap tidak tenang dan cemas mendengar Andre memberitahu jia Nico terluka.
Akhirnya Clara pun coba melihat Nico dari kejauhan,memastikan jika Nico baik-baik saja.
Dan ternyata saat dia melihat Andre yang sedang memasang perban di tangan Nico,Clara tidak bisa menghentikan langkahnya untuk segera menolong Nico.
"Apa yang terjadi padamu,mengapa kau melukai tanganmu sendiri hah,kau mau bersikap so jagoan disini?"
__ADS_1
Tanya Clara dengan keras dan cemas saat melihat tangan Nico berdarah,dia juga memarahi Nico sembari ikut membantu Andre membalut lukanya.
"Ayo kita periksa tanganmu ke dokter,takutnya infeksi"
Clara sedikit menitikkan air mata kala mengajak Nico untuk memeriksakan diri,dia tidak bisa menahan air matanya melihat Nico terluka seperti itu,
Sesaat Nico melihat Clara yang sangat mencemaskan nya,namun bayangan Clara kini berubah menjadi Malika yang juga selalu mencemaskan nya walau hanya terluka sedikit saja.
"Malika"
Seketika Nico pun memeluk Clara dengan erat,Nico melampiaskan semua kerinduannya pada Malika pada pelukannya dengan Clara,
"Aku mencintaimu Malika"
Ucap Nico yang terus memeluk erat Clara,sehingga membuatnya semakin tidak bisa membendung air matanya,Clara menyadari jika cintanya tidak ada artinya bagi Nico,karena cinta Nico hanya untuk Malika.
Clara coba menerima kenyataan itu,namun cintanya yang buta kembali menutup mata hatinya untuk menerima kenyataan jika cinta Nico hanya untuk Malika.
Clara pun coba melepaskan pelukan Nico,namun Nico tidak mau melepaskannya.dan akhirnya Nico pun melemah dan tidak sadarkan diri.
Melihat itu semua,Clara dan Andre pun langsung membawa Nico ke rumah sakit.
***
Kapten Arkana Sahabat Keenan yang dia beri tugas untuk mencari penabrak lari Malika akhirnya menghubungi Keenan dan memberitahu jika pelaku sudah bisa di lacak.
Dia menyuruh Keenan untuk datang menemuinya di rumah biasa mereka berkumpul.
Keenan merasa lega akhirnya kecelakaan Malika sudah mendapat titik terang setelah sekian lama tidak ada proses.
Jawab Keenan pada Arkana.
Malika pun bertanya siapa yang menelponnya,Keenan menjawab semua pertanyaan Malika dengan apa adanya,tidak ada yang dia tutupi selain kebohongan statusnya kini.
Malika tersenyum kecil dan berdoa semoga penabrak dirinya bisa cepat di tangkap.
Keduanya pun membalas senyum mereka masing-masing.
Hingga sampailah mereka di depan rumah Bu Arum.
"Apa ini rumahku?"
Tanya Malika pada Keenan saat dirinya turun dari mobil.
"Ya ini rumahmu,rumah ibumu,ayo kita masuk"
Malika pun coba melangkahkan kakinya dengan pelan,Keenan memapah tangannya membantu Malika berjalan.
"Apa mau aku gendong?"
Keenan coba menawarkan diri untuk menggendongnya dengan sedikit candaan padanya.
"Apa sih,aku juga bisa hihi"
__ADS_1
Malika pun tersenyum dengan godaan Keenan.
Bu Arum pun membuka kan pintu rumah,dia sangat bahagia melihat Malika akhirnya kembali dan bisa berkumpul bersama lagi dengannya.
"Anakku Malika,ayo cepat masuk nak"
Alana menyambutnya dengan pelukan pada Malika dan Keenan,
"Ka Malika,paman Keenan,Alana sangat rindu dengan kalian"
Ucap nya dengan raut wajah yang bahagia.
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
...
Lidya yang kala itu membuntuti Keenan dan Malika pulang merasa sangat kesal karena Malika ternyata bisa selamat.
Lidya tidak mengetahui jika Malika hilang ingatan,dia juga sangat marah karena Keenan dan Malika semakin dekat.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja Malika,kau tunggu saja,aku pasti akan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu"
Ujar Lidya dengan bara api dendam yang bergejolak di hatinya.
Lidya pun pergi dari depan rumah Malika,dia mencari ide untuk memberinya pelajaran lagi.
Namun sesaat sebelum dia pergi,Lidya melihat Keenan keluar dari rumah Malika,dia penasaran mau pergi kemana dia,akhirnya Lidya pun kembali mengikuti Keenan.
"Mau pergi kemana Keenan?dia sangat terburu-buru"
Tanya hatinya penasaran.
Keenan pun melajukan mobilnya,dia tidak menyadari jika ada seseorang di belakang yang mengikutinya.
Keenan terus melajukan mobilnya hingga sampai di suatu rumah yang tidak asing bagi Lidya.
"Loh bukankah ini rumah Arkana,mau apa dia datang ke rumahnya,ada urusan apa dia dengannya?"
Karena penasaran Lidya pun masuk ke dalam dengan sembunyi-sembunyi untuk mengetahui apa yang akan Keenan lakukan dengan Arkana.
"Hai bro"
Sapa Arkana sebagai sahabat lamanya.
"Langsung saja bro,bagaimana penyelidikan kasus nya,apa kamu sudah menemukan siapa penabrak lari itu?"
Tanya Keenan pada Arkana tanpa basa basi.
Lidya yang mendengar pertanyaan Keenan pada Arkana begitu sangat takut dan cemas jika Arkana bisa mengetahui semuanya jika dirinya lah yang telah menabrak Malika.
Arkana pun menjelaskan jika dirinya sudah mendapatkan plat nomor sedan putih yang menabrak Malika,namun dia belum melacak siapa pemilik mobil tersebut,Arkana juga mengatakan jika di rekaman cctv terlihat jika penabrak nya adalah seorang perempuan.
Lidya semakin cemas mendengar semua penjelasan Arkana pada Keenan.
__ADS_1
"Kira-kira siapa menurutmu wanita yang tega melakukan itu semua?"