
Bu Ratna yang ternyata dendam pada Bu Arum untuk semua yang pernah dia katakan tentang anaknya merencanakan semua jebakan itu demi menjerat Malika agar tidak bisa berpaling dari anaknya.
Karena di samping ingin membuat Bu Arum sedih, Bu Ratna juga tidak ingin Nico menjadi stres hanya karena Malika tidak bisa menjadi miliknya.
Itu sebabnya Bu Ratna meminta Nico untuk menjebak Malika dengan cinta satu malamnya hingga akhirnya kini Malika pun hamil anak Nico.
Tapi meskipun begitu, Bu Ratna sama sekali tidak mengetahui jika Malika adalah anak dari rekan suaminya yang telah dia lenyap kan.
"Syukurlah kalau kamu bahagia atas kehamilan Malika, itu artinya sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah, dan ibu akan jadi seorang nenek ya"
Bu Ratna menjawab semua kebahagiaan Nico dengan ikut berbahagia dengannya.
***
Di tempat lain, Malika yang terpuruk akan keadaanya sangat terlihat sedih dan terpukul, bahkan yang biasa berhasil menghibur Malika, kali ini Tiara tidak bisa membuat Malika tenang,
Karena Malika memang menyadari jika semua adalah kesalahannya.
"Ayo cerita lah, apa yang sebenarnya terjadi?"
Tanya Tiara coba membuat malika merasa lebih baik.
Malika terus menangis tanpa henti dan memeluk sahabatnya itu.
"Jangan tinggalkan aku Nina, aku tidak tahu harus pada siapa lagi meminta pertolongan?"
Ucap Malika dalam kesedihannya.
Tiara pun penasaran, mengapa Malika sangat terpukul seperti itu, memangnya apa kesalahannya hingga dia terlihat sangat depresi.
"Aku hamil Ra"
__ADS_1
Sebuah kalimat yang membuat Tiara terkejut dan tidak menyangka jika sahabatnya itu bisa hamil, dan itu artinya dia telah ternoda.
"Astaga, kamu jangan bercanda Malika, ini tidak lucu, sungguh"
Tiara tidak percaya dengan semua yang Tiara ucapkan padanya.
Karena di matanya Malika adalah gadis baik dan pintar, tidak mungkin dia akan terjerumus pada pergaulan yang salah.
Malika kembali menangis dan meminta maaf pada sahabatnya karena dia telah mengecewakannya, meruntuhkan kepercayaannya. Dan mengkhianatinya.
"Kau yakin sedang tidak bercanda denganku Malika, hei tatap lah mataku, lihat aku, bicaralah yang sebenarnya padaku"
Tiara masih bersikukuh jika Malika sedang bercanda dengannya.
Malika pun menceritakan jika dirinya memang pernah melakukan satu kali hubungan intim bersama Nico di malam sesaat ibunya tidak merestui hubungan mereka.
Tapi Malika menceritakan jika dirinya saat itu dalam keadaan tidak sadarkan diri, karena Nico telah membiusnya dan akhirnya terjadilah semua.yang tidak dia inginkan.
"Kurang ajar Nico, jadi kamu tidak sepenuhnya sadar saat kamu melakukan semua itu?"
Tanya Tiara membuat memori malam itu teringat kembali oleh Malika.
Memori yang ingin dia lupakan kini muncul lagi di ingatannya.
"Aku tidak tahu pasti, tapi yang jelas setelah aku sadar, Nico sudah tidak ada dan aku di tinggal sendiri di kamar hotel"
Tiara yang tersulit emosi karena sahabatnya di perlakukan seperti itu oleh Nico, terpancing untuk memberitahu jika alasan ibunya tidak merestui hubungan mereka karena Nico adalah anak dari pembunuh ayahnya.
Namun rencana itu tidak berhasil dikatakan oleh Tiara, karena Nico datang bersama Bu Ratna untuk menjemputnya.
"Nico, Bu Ratna"
__ADS_1
Malika terkejut dengan kedatangan keduanya di rumah Tiara.
"Ia ini ibu nak Malika, jangan takut, ibu datang kemari secara baik dengan niat yang baik pula"
Ucap Bu Ratna pada Malika.
Malika tidak tahu, niat apa yang di maksud Bu Ratna padanya,
"Ibu ingin menikahkan kamu dengan Nico nak, Nico akan bertanggung jawab untuk semuanya, dia tidak akan lari dari tanggung jawabnya, jadi apa kamu bersedia?"
Sebuah lamaran yang ditujukan untuk Malika di momen yang tidak pas di hatinya.
Dia tidak tahu dan bingung harus berbuat apa dan memberi jawaban apa pada Bu Ratna.
Dalam hati, Tiara menggerutu kesana kemari karena kesal dan marah pada Nico, dia ingin sekali menampar Nico, namun ada Bu Ratna bersamanya.
***
Keesokan paginya, Malika dan Nico tiba di depan rumah Bu Arum,
Suci yang kala itu selalu menjaga dan merawat Bu Arum terkejut dengan kedatangan Nico dan Malika.
" Salam Tante, saya hanya ingin bertemu dengan Bu Arum, apa boleh?"
Ujar Nico pada Suci yang membukakan pintu rumah Bu Arum.
Kedatangan Malika dan Nico dengan mengenakan gaun dan jas resmi, menandakan jika mereka sudah sah menikah walau masih secara agama.
"Bisa aku bertemu ibu ka Suci, saya hanya ingin ibu merestui hubungan pernikahan kami, itu saja, tidak lebih.
Suci pun tidak bisa berkata banyak, dia akhirnya membiarkan Malika dan Nico masuk untuk menemui Bu Arum yang sedang duduk di depan jendela kamarnya.
__ADS_1
" Bu..."