Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Bisa pulang


__ADS_3

Hari demi hari Malika lewati dengan kerinduan akan dipertemukannya dengan sang bayi, dan akhirnya di hari ketiga, dokter pun membawa bayinya untuk di pertemukan dengan Malika, karena saat ini keadaan sang bayi dan Malika sendiri sudah lebih membaik dari sebelumnya.


Dokter pun mengatakan jika sore nanti keduanya sudah bisa pulang,


Malika dan Nico merasa senang dengan kabar tersebut,


Perasaan Malika terharu saat untuk pertama kali dia melihat bayinya.


Wajah mungil yang merah itu kini ada di hadapannya.


Lengan Malika dengan kuat memangku tubuh kecil itu, kini Malika benar-benar sedang menggendong bayinya.


Dengan tersenyum, Malika menatap wajah bayinya yang tampan.


"Coba lihat matanya co? Matanya mirip sekali dengan kamu?"


Ucap Malika dengan bahagia bisa menggendong dan melihat bayinya setelah 3 hari ditahan di kamar.


Nico sangat merasa bahagia melihat kedua penyemangat hidupnya tersenyum senang, Nico pun mencium kening Malika dengan membisikan ucapan terimakasihnya karena sudah berjuang dengan keras melahirkan buah cinta mereka.


"Terimakasih, karena kamu sudah berjuang demi buah hati kita"


Malika pun merasa tersanjung dengan semua yang Nico ucapkan padanya.


Keduanya saling menatap dan tersenyum.


Nico bertanya pada Malika akan diberi nama siapa bayi mereka?


Seketika Malika pun terdiam dan mengingat satu moment bersama ibunya, moment tidak sengaja yang membahas tentang seorang nama bayi.


"Muhammad Zidan"


Ucap Malika menyebut satu nama untuk bayi mereka.

__ADS_1


Nico pun bertanya mengapa Malika memberi nama itu pada anaknya, bukankah masih banyak nama lain yang lebih modern dari itu, pikir Nico akan nama yang diberi Malika untuk anaknya.


Malika akhirnya menceritakan moment tersebut pada Nico, moment dimana dirinya sedang berbincang dengan sang ibu yang menginginkan cucu darinya sebelum dia tiada.


Nico pun merasa tidak enak hati jika sudah terikat dengan ibunya Malika, Bu Arum, karena bagaimana pun dia lah yang telah melenyapkan ibunya.


Nico pun akhirnya setuju dan tidak mau berdebat hanya untuk masalah sebuah nama untuk anaknya.


Kedua akhirnya setuju dan bersiap untuk kembali ke rumah kontrakan mereka.


***


"Apa kamu sudah mampu untuk menggendong Zidan?"


Tanya Nico pada Malika khawatir jika Malika masih lemah,


Malika pun mengatakan jika dirinya sudah bisa menggendong Zidan, karena dia memang sudah merasa lebih baik.


Nico pun meminta Malika untuk menunggunya di depan, sementara dia mencari taksi.


"Nak Malika? Apakah ini bayimu?"


Sapa nek Rima menanyakan bayinya, dengan tersenyum Malika mengatakan ia pada nek Rima.


Nek Rima pun ikut bahagia saat melihat bayi laki-laki Malika.


Sementara Rishi hanya terdiam dengan seribu pertanyaan di pikirannya saat melihat Malika Yeng bahagia dengan bayinya.


Apakah Malika tidak tahu jika suaminya telah mengkhianatinya?


Dan bagaimana jika dia sampai tahu ?


Ah ada apa denganku? Mengapa aku harus pusing dengan semua nya?

__ADS_1


Rishi pun akhirnya memilih untuk diam, kemudian Nico pun datang dengan taksi yang akan mengantarnya pulang,


Nico sangat terkejut sekali melihat ada Rishi bersama Malika,


"Bagaimana jika dia memberitahu Malika kalau dirinya ada di hotel malam itu?"


Pikir Nico ketakutan.


Nico pun berusaha untuk bersikap tenang agar Malika tidak mencurigainya,


"Malika ayo"


Ajak Nico untuk segera masuk kedalam taksi, terlihat sekali ekspresi gugup di wajah Nico saat Rishi melihatnya.


Malika pun pamit pada nek Rima,


"Nek Rima jaga diri baik-baik ya, semoga nenek cepat sembuh, Malika pamit nek, assalamualaikum"


Salam Malika pada nek Rima untuk pamit pulang.


Nek Rima pun berpesan pada Malika untuk menjaga kesehatannya juga, tak lupa nek Rima pun mendoakan sang bayi agar menjadi anak yang baik dan sehat.


Malika pun melangkah pergi dari nek Rima dan Rishi,


Rishi pun tidak kuasa menahan semua kebenaran yang dia ketahui setiap kali melihat wajah Nico.


Dan disaat Malika hendak masuk kedalam mobil,


"Tunggu"


Rishi meminta Malika untuk menunggunya,


Nico pun semakin terkejut dan takut, mengapa Rishi menghentikan Malika, apa yang akan dia lakukan? Apakah dia akan mengatakan semuanya?

__ADS_1


Pikir Nico tentang Rishi.


__ADS_2