Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
ingin bekerja


__ADS_3

Malika berhasil meraih dompet Nico yang berisi surat dari Bu Arum.


Malika pun hendak membuka dompet nya, namun Nico merebutnya dengan keras, hingga membuat Malika terkejut.


"Kamu kenapa co, padahal aku mau memberikannya pada kamu, aku tidak akan menyembunyikannya kok?"


Kata Malika yang tidak suka dengan sikap Nico yang merebut dompet dari tangannya.


Nico pun beralasan jika dirinya sedang terburu-buru membereskan barang bawaan mereka untuk besok pergi ke Jakarta, Nico pun justru meminta Malika untuk segera menyiapkan semua keperluannya.


Hati kecil Malika sangat tidak mau untuk ikut, tapi apa boleh buat, dia harus ikut.


Malika tidak memperpanjang masalah dompet yang di ambil Nico, dia tidak mau membuatnya marah.


Malika pun akhirnya membereskan semua keperluan yang harus dia bawa,


Malika bertanya pada Nico, apa boleh dirinya bekerja?


"Co, saat ini usia kandunganku masih menuju dua bulan, jika kamu nanti pergi bekerja, pasti aku akan merasa kesepian di rumah sendirian, jika kamu mengijinkan bisa gak aku cari pekerjaan juga disana?"


Nico terdiam saat malika meminta ijin padanya untuk bekerja.


"Sudahlah jangan kamu pikirkan masalah pekerjaan dulu, kamu harus sehat dan menjaga bayi kita baik-baik, jangan sampai bayi kita kenapa kenapa"

__ADS_1


Pesan Nico pada Malika dengan memeluk dan mengusap perut Malika.


Nico pun mencium perut Malika dengan penuh kehangatan,


"Ini papa nak, doakan mama dan papa mu ya,"


Malika tersenyum geli melihat tingkah Nico yang sok dewasa.


"Apaan sih co, geli tahu lihat kamu gitu, hihi bayi kita masih kecil tau"


Malika pun bersikap manja pada Nico. Hingga akhirnya keduanya pun saling tertawa dan berbagi canda satu sama lain.


Nico akhirnya berhasil memalingkan pikiran Malika yang ingin bekerja dengan caranya memanjakan Malika di titik kelemahannya, yaitu janin yang tumbuh di perutnya.


Ucap hati Nico berencana untuk berangkat pagi besok.


Malika yang terlihat sedang bahagia, langsung memeluk Nico dan memasrahkan dirinya dalam dekapannya.


"Sekarang kita istirahat dulu yuk, ini sudah malam "


Ucap Malika meminta Nico untuk menghentikan aktifitasnya membereskan semua keperluannya besok.


"Mau istirahat apa mau aku cumbu?

__ADS_1


Ujar Nico membuat Malika kembali tersenyum dan sedikit melupakan kesedihannya akan kehilangan Bu Arum.


"Ayo kita tidur"


Kode Nico pada Malika meminta jatah wajibnya.


Nico menggendong Malika dari kursi riasnya menuju tempat tidur.


Dengan pakaian tidur biru berkancing hitam, Malika terlihat sangat menggemaskan, terlebih bayi yang ada di dalam perut nya masih belum berbentuk, sehingga Malika masih terlihat seperti wanita biasa dengan perutnya yang rata.


Kedua pasang mata kini saling memandang keindahannya masing-masing.


Nico tidak bisa memalingkan tatapan nya pada wajah cantik dan menggemaskan Malika.


Hingga Nico pun tidak tahan dan langsung mengecup bibir Malika dengan penuh hasrat.


"Much "


Kecupan Nico yang begitu indah Malika rasakan, seakan tidak ingin dia lepaskan, Malika pun membalas kecupannya dengan mesra sehingga hasrat di tubuhnya mulai bangkit.


Ritual bermain cinta pun kini sedang mereka nikmati dengan penuh cinta diantara keduanya.


Mereka kini saling menyatu tepat di malam pertama Bu Arum tiada.

__ADS_1


Yang bahkan Malika tidak menyadari malam itu karena terbuai akan cinta Nico.


__ADS_2