Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Satu malam bersama Clara


__ADS_3

Nico pun bertanya apa yang terjadi pada Clara hingga dia bisa jatuh pingsan di dalam kamar mandi?


"Astaga, apa ia aku pingsan di kamar mandi? Aku tidak ingat co, yang aku ingat aku masuk kedalam dan tiba-tiba saja aku jatuh, dan ah kepalaku sakit sekali"


Jawab Clara dengan semua dramanya.


Nico pun tidak tega jika harus langsung bicara mengenai uang yang akan dia pinjam melihat kondisi Clara seperti ini.


"Mau aku antar kamu ke rumah sakit? "


Nico mengajak Clara untuk memeriksakan dirinya.


Clara menolak, dia hanya meminta tolong ambilkan kotak obat di dalam tasnya.


Nico pun membawa kotak tersebut di dalam tas Clara, disana Nico pun melihat ada banyak uang yang mungkin sudah Clara siapkan untuknya.


Nico pun tersenyum melihat uang tersebut, setidaknya dia tidak akan bertanya lagi pada Clara mengenai uangnya.


Nico mengobati luka di kepala Clara dengan hati-hati, dia tidak mau Clara sampai kesakitan.


Clara pun memanggil pelayan hotel untuk mengirim makan dan minuman ke kamarnya untuk mereka makan bersama.


"Itu tidak perlu Clara, aku hanya sebentar ko disini, jadi kamu tidak usah pesan makan untukku"


Ucap Nico menolak pesanan makanan untuknya.


"Tapi aku ingin kamu lebih lama menemaniku malam ini co"


Jawab Clara dalam hatinya.


...


Pesanan pun datang, Clara meminta Nico untuk menemaninya makan, walau Nico terus menolak, Clara pun coba berdiri untuk mengambil air, namum saat dia bangun kakinya terasa sakit hingga dia kembali jatuh ke sofa.


"Kau tidak apa-apa?"


Tanya Nico cemas.


Clara pun mengatakan jika kakinya mungkin terkilir karena jatuh tadi.

__ADS_1


Clara meminta Nico untuk melihat kakinya, Nico tidak bisa menolak perintah Clara saat ini, meski dia tidak mau, karena saat ini dia sangat membutuhkan bantuannya.


Nico pun coba memeriksa kaki Clara, dan disaat itu pula Clara mencampurkan obat perangsang di minuman Nico agar dia tidak bisa lepas darinya malam ini.


Clara pun coba menanyakan keadaan Malika dan anaknya saat Nico sedang memijat kakinya.


"Oh ya, bagaimana keadaan istrimu sekarang? "


Nico pun akhirnya menemukan celah untuk bicara lebih dalam pada Clara untuk meminjam uang untuk biaya persalinan Malika.


Nico menceritakan semua yang terjadi pada Malika dan anaknya, dia juga mencurahkan semua kegelisahannya akan keselamatan keduanya, nampak sekali Nico begitu takut kehilangan Malika.


Dan itu membuat Clara tidak suka.


"Sudah co, kakiku sudah merasa lebih baik, minum lah dulu"


Clara meminta Nico untuk minum airnya, air yang sudah dia campur obat perangsang untuknya.


Nico pun meminum airnya tanpa rasa ragu.


Clara pun mulai menampakkan sikap aslinya pada Nico,


"Aku bisa saja memberimu uang, itupun secara percuma, tapi dengan satu syarat"


Ucap Clara memulai pembicaraannya mengenai biaya persalinan Malika.


Nico pun dibuat terkejut dan takut akan syarat yang Clara akan ajukan padanya.


"Syarat, syarat apa yang kamu maksud?"


"Menikah denganku dan meninggalkan istrimu, maka kamu akan hidup bahagia denganku, atau menghabiskan malam ini bersamaku "


Dia pilihan yang menjadi syarat untuk Nico dari Clara.


Nico sangatvterkejut dengan semua syarat yang Clara ajukan padanya, semua syarat yang tidak akan pernah bisa dia lakukan walau apapun yang terjadi, dia tidak mungkin menghianati Malika dan meninggalkannya, dia juga tidak mungkin menghabiskan malam bersama wanita yang bukan istrinya. Sungguh Nico dibuat dilema saat ini.


"Itu terserah kamu, jika kamu mau Malika dan anakmu mendapat penanganan yang baik di rumah sakit, maka kamu harus memilih diantara dua pilihanku. Tapi jika kamu memang tidak mau, ya tidak apa-apa, aku juga tidak akan memaksa"


"Tapi Clara, adakah syarat lain selain pilihanmu itu, ?"

__ADS_1


Tanya Nico yang tidak mau memilih kedua syarat dari Clara.


Clara pun semakin mendekati Nico yang duduk disampingnya, dia sengaja membuka resleting jaket yang Nico pakaikan hingga terlihat jalan dia belah dadanya yang menggoda.


Clara tahu benar reaksi obat yang dia campur diminum an Nico akan bekerja setelah lima menit.


Itu sebabnya Clara coba mendekati Nico dan menggodanya.


"Ayolah hanya malam ini saja"


Clara memegang bahu Nico dan mengusap wajahnya dengan jari sampai ke dagunya.


Birahi Nico tiba tiba saja naik, entah perasaan apa yang sedang dia rasakan kali ini, saat jari jemari Clara menyentuh wajahnya.


Nico merasakan ada aliran aneh yang mengalir di nadi dan darahnya sehingga dia merasa kepanasan.


"Aku mohon, satu malam saja demi Malika"


Ucap Clara dengan rintihannya yang menggoda.


Nico pun dibuat terbuai dengan semua yang Clara bisikan padanya.


Hatinya mengatakan jangan dan teringat akan Malika, namun raganya tidak bisa menolak dengan semua reaksi perangsang yang Clara campurkan padanya.


Clara yang hanya mengenakan handuk dan jaket kini duduk diatas Nico dan perlahan membuka jaketnya, Nico sendiri tidak mampu menolak godaan yang ada dihadapannya.


Clara segera mencumbu Nico yang masih setengah sadar akan ingatannya pada Malika agar dia benar-benar lupa akan istrinya itu dengan cumbuannya yang panas.


Keduanya kini saling bercumbu mesra dibawah ketidaksadaran Nico.


Clara mencium Nico dengan penuh kasih sayang, Nico pun membalasnya dengan gairah yang luar biasa dengan dorongan sang obat kuat.


Keduanya kini berdiri dan hendak menuju tempat tidur.


Nico mendorong Clara yang sudah tidak memakai sehelai benangpun dengan sangat kasar ke atas ranjang, namun meskipun perlakuan Nico kasar diatas ranjang padanya, namun dia sangat menikmatinya.


***


Di rumah sakit, Malika masih belum sadarkan diri, dokter pun segera melakukan tindakan agar Malika bisa segera sadar.

__ADS_1


__ADS_2