
Akhirnya Nico pun membawa Malika ke klinik yang tidak terlalu jauh dari tempatnya.
"Tolong istri saya sus?"
Ucap Nico pada suster untuk segera menangani Malika.
"baiklah, sebaiknya bapak isi pendaftaran nya terlebih dahulu disana, kamu akan segera menangani istri bapak?"
Jawab suster meminta Nico untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
Nico pun menuruti permintaan suster, sedangkan Malika langsung dibawa suster untuk ditangani.
Namun saat Nico hendak membayar administrasi, tiba-tiba saja dia baru ingat jika di dompetnya tidak ada uang.
"Astaga aku lupa, bagaimana ini?"
Nico merasa cemas dan malu, apa yang harus dia lakukan sekarang, haruskah dia kembali ke rumah dahulu untuk membawa uang Malika di tasnya?
Hati Nico pun mulai berpikir.
"Ayo berpikirlah, apa yang harus aku lakukan"
Ujarnya dalam hati.
"Ah..."
Nico pun mulai kesal, karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang suami untuk Malika.
"Sebentar ya sus, saya tidak bawa uang cash, apa saya bisa pulang sebentar untuk membawa uang cash?"
Tanya Nico.
"Baik pak, silahkan kami tunggu pembayaran administrasinya"
Jawab suster dengan ramah.
Meski suster baik pada Nico, namun Nico merasa malu karena ini kali pertamanya dia seperti ini, disaat istri yang dia cintai sangat membutuhkan uluran tangannya, dia samasekali tidak bisa menolongnya.
__ADS_1
Nico pun merasa menjadi pria paling buruk di dunia ini.
Nico pun terpaksa jalan kaki karena tidak membawa uang sama sekali.
Namun tiba-tiba.
"Nico..."
Seseorang memanggilnya dari kejauhan, sehingga Nico harus mengerutkan keningnya agar dia bisa melihat dengan jelas siapa perempuan yang memanggil dirinya.
Nico pun berbalik dan melihat seseorang yang memanggil namanya,
Dari suaranya, Nico merasa kenal dan tidak asing dengan suara wanita yang memanggilnya itu.
Nico pun berbalik dan melihat ke arah wanita yang memanggilnya.
"Astaga Clara."
Ujar Nico yang terkejut dengan kedatangan Clara kembali di hidupnya.
"Nico kamu sedang apa disini?"
Clara coba bertanya pada Nico yang terlihat sedang kebingungan.
"Clara kau, kenapa kamu bisa ada disini?"
Nico balik bertanya pada Clara,
Clara pun mengatakan jika rumahnya tidak jauh dari daerah sini sekarang, semenjak dirinya pergi dari kehidupan Nico, Clara memutuskan untuk tidak bekerja lagi di tempat lama, karena dia tidak ingin terus teringat akan kenangannya bersama Nico, Clara juga pindah rumah ke daerah yang sama dengan Nico.
"Astaga kenapa kita bis kebetulan seperti ini? Apa memang ini takdir tuhan agar kita bisa bersatu?"
Ujar Clara yang ternyata masih mengharapkan Nico kembali di hidupnya.
"Aku sudah menikah Clara, sekarang Malika sedang ada di klinik itu, dompetku tertinggal, itu sebabnya aku harus kembali membawa uang untuk membayar administrasi Malika"
Jawab Nico dengan tegas mengatakan jika dirinya sudah menikah, agar Clara tahu dan tidak akan pernah memaksakan cintanya lagi pada dirinya.
__ADS_1
Mendengar kabar tersebut tidak membuat hati Clara cemburu, karena sejatinya, cinta bisa berpaling, selama dirinya selalu ada bersama Nico, maka kesempatan untuk memilikinya sangatlah besar, meskipun dia sudah menikah.
"Astaga, itu kebiasaan kamu dari dulu co, pura-pura lupa dengan dompet, ya kan? Hihi, ayolah biar aku bantu kamu, jangan menolak ya, ini kali pertama kita bertemu kembali setelah sekian lama, anggap saja pertolonganku ini sebagai hadiah pernikahan kamu dariku?"
Clara tahu betul jika saat ini Nico memang sedang tidak mempunyai uang, karena Clara bisa melihatnya dari raut wajah nico yang lemas.
Nico pun tidak mau berjalan terlalu jauh untuk sampai ke rumahnya, akhirnya diapun menerima bantuan dari Clara, tanpa sepengetahuan Malika.
...
Nico di temani Clara sampai kembali di klinik tempat Malika di rawat,
"Sepertinya istri bapak harus di rawat sementara waktu, karena dia mengalami dehidrasi dan kekurangan vitamin pak "
Ujar suster pada Nico.
Nico pun dibuat bingung, tapi dia tidak bisa apa-apa karena mungkin Malika memang harus di rawat sementara.
Nico pun berterimakasih pada Clara karena sudah membantunya membayarkan administrasi Malika.
Clara pun hanya tersenyum pada Nico. Dengan senyumnya yang penuh gairah pada Nico.
"Tapi sepertinya aku harus cepat balik deh co, maaf ya aku tidak bisa bertemu dengan istrimu dulu, sampaikan salam saja dariku ya?"
Ujar Clara pada Nico yang kemudian diapun berlalu meninggalkan klinik itu.
Nico pun terus melihat Clara sampai dia benar-benar pergi dan melajukan mobilnya.
Setelah itu, Nico pun masuk ke kamar tempat Malika di rawat.
Di dalam, Malika sedang terbaring lemas, namun tidak pucat saat pertama dia dibawa ke klinik,
Malika pun tersadar.
"Kamu tidak apa-apa sayang?"
Tanya Nico dengan menggenggam tangannya.
__ADS_1