Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Malika kritis


__ADS_3

Sherli langsung berlari ke arah kerumunan,karena dia juga merasa tidak tenang saat sepintas dia lihat tas Malika tergeletak di jalan dalam kerumunan warga itu.


Dengan langkah yang berlari sgerlinpun tiba di kerumunan warga dan melihat gadisbyang tergeletak tak sadarkan diri.


Sherli begitu terkejut,dia menutup mulutnya seakan tak percaya jika gadis itu adalah Malika sahabatnya.


"Malika..."


Teriak Sherli dengan kencang tak kuasa melihat tubuh Malika yang bersimbah darah,Sherli langsung memegang Malika dan coba meminta bantuan pada warga untuk segera memanggil ambulan.


"Tolong kaka ini ka,tolong,dia telah menyelamatkan aku"


Ucap anak kecil yang Malika selamatkan.


Sherli pun hanya bisa menatap wajah anak kecil itu tanpa bisa menjawabnya karena panik dan cemas dengan keadaan Malika yang memprihatinkan.


"Tolong,ini sahabat saya,siapapun tolong,panggilkan ambulan sekarang juga"


Pinta Sherli dengan berlinang air mata pada warga yang ada di sekitarnya.


"Tenang mbak,kami sudah menelpon ambulan dan melaporkan kecelakaan ini pada polisi,warga yang lain juga sedang mengejar mobil yang sudah menabrak teman mbak"


Ucap salah satu warga pada Sherli menjelaskan semuanya.


Sebagian warga yang lain coba mengejar si sedan yang menabrak Malika,namun sial,sedan itu tidak berhasil warga kejar karena laju mobilnya terlalu kencang.


Ambulan tak kunjung datang,Sherli semakin cemas dengan kondisi Malika yang memperihatinkan,


"Mengapa ambilannya lama pak,tolong cepat selamatkan sahabat saya tolong"


Sherli kembali berteriak meminta pertolongan warga agar secepatnya Malika bisa di bawa ke rumah sakit.


Sherli pun langsung menelpon keenan.


"Hello pak,tolong saya pak,Malika tertabrak mobil,kondisinya sangat memprihatinkan,bisakah bapak jemput saya sekarang juga di dekat resto Asia"


Ucap Sherli terbata-bata menceritakan semua yang terjadi pada Malika,karena tak kuasa menahan air matanya.


Keenan juga begitu terkejut mendengar berita ini,tanpa banyak bertanya,dengan segera Keenan langsung menancap gas mobilnya menuju tempat kejadian tersebut.


Hingga ambulan pun datang,Sherli dan anak kecil tadi langsung masuk kedalam mobil ambulan menemani Malika.


"Malika kamu yang kuat ya,sekarang kita akan ke rumah sakit,"


Ucap Sherli pada Malika yang tak kunjung sadarkan diri,


Sementara anak kecil yang Malika selamatkan hanya bisa menangis sedih.


"Andai Kaka ini tidak menolongku,mungkin Kaka ini tidak akan mengalami kecelakaan"


Anak kecil itu terus merengek menyalahkan dirinya atas peristiwa yang terjadi pada Malika.


Sherli pun coba Menenangkan anak kecil itu dengan semua nasihatnya.


"Semua sudah terjadi dek,kamu doakan saja supaya ka Malika bisa sadar dan selamat ya"


Jawaban Sherli sedikit membuat hati anak itu tenang.

__ADS_1


Keenan pun tiba di lokasi kejadian,disana nampak sejumlah polisi sedang olah kejadian perkara atas kecelakaan yang menimpa Malika.


Keenan menanyakan dimana korban yang menjadi tabrak lari tadi,warga pun menjelaskan jika Malika sudah di bawa ambulan ke rumah sakit sejahtera,rumah sakit yang sama dengan suci di rawat.


Dalam hati Keenan tidak mau mengabari kabar buruk ini dulu pada Bu Arum,Keenan takut Bu Arum akan terpukul dengan berita kecelakaan anaknya.


Keenan pun langsung menuju rumah sakit.


Setiba di rumah sakit,Malika langsung di bawa kedalam ruang UGD untuk mendapatkan tindakan,


Sherli dan anak kecil itu menunggu di luar pintu UGD dengan keadaan yang sangat panik dan cemas.


Melihat Sherli yang nampak panik,Bu Arum yang sedang keluar dari ruang suci untuk membeli makanan ringan,tak tega melihatnya,


Bu Arum berniat ingin menghampiri Sherli untuk coba Menenangkan nya meski dirinya tidak mengenal Sherli.


Namun pada saat Bu Arum melangkahkan kakinya,


Dia melihat ada Keenan mendekati Sherli dan anak kecil itu,Bu Arum pun penasaran siapa wanita dan anak kecil yang bersama Keenan.


"Bagaimana keadaan Malika Sherli?apa yang sebenarnya terjadi"


Tanya Keenan sangat mencemaskan keadaan Malika.


"Keadaan nya sangat buruk pak,"


Dengan penuh air mata Sherli menceritakan semua yang terjadi pada Malika.


Dia menceritakan bahwa dirinya dan Malika hendak makan di luar,namun saat dirinya sedang memarkirkan mobil,Malika pergi menemui anak kecil itu dan memberinya uang karena dia kasihan,namun saat anak kecil itu hendak menyebrang sebuah sedan melaju sangat kencang hingga menabrak Malika.


Sherli pun menambahkan cerita jika tubuh Malika terlempar begitu jauh dan kepalanya terbentur dengan sangat keras hingga tubuhnya berlumuran darah,


Mendengar semua cerita Sherli,Bu Arum tak kuasa menahan dirinya,hingga dia menjatuhkan makanan yang di bawanya.


Bruk


Keenan melihat ke arah sumber suara makanan yang terjatuh.


"Astaga,Bu Arum"


Keenan langsung menahan tubuh Bu Arum yang hendak terjatuh.


"Malika anakku"


Ucap Bu Arum setengah sadar dengan semua berita yang dia dengar.


Keenan pun tak menyangka jika Bu Arum ada disana dan mendengar semua nya,padahal Keenan tidak ingin menyampaikan kabar buruk ini dulu pada Bu Arum.


Keenan pun membawa Bu Arum duduk di ruang tunggu di luar UGD.


"Malika... Malika "


panggilan lirih Bu Arum terus memanggil nama anaknya,dia masih tidak menyangka jika anaknya mengalami kecelakaan.


Keenan merasa sedih melihat Bu Arum terpukul akan kecelakaan malika.


"Maafkan Keenan Bu"

__ADS_1


Keenan coba meminta maaf pada Bu Arum karena tidak bisa menjaga Malika hingga kecelakaan ini terjadi.


***


Nico yang saat ini sedang bersama Clara di rest area masih merasa jika perasaan nya sedang tidak baik-baik saja.


Dia terus teringat pada Malika,dia ingin sekali menghubungi Malika,namun Clara ada bersamanya,sesuai janjinya dia tidak mau ada seorang pun tahu tentang hubungannya dengan Malika yang sudah kembali terjalin dan akan saling percaya satu sama lain.


"Co aku pergi ke toilet sebentar ya"


Ucap Clara pada Nico,kesempatan pun terbuka,dia coba menghubungi Malika karena dia terus teringat padanya.


Nico pun coba menelpon ponsel Malika,namun tidak ada jawaban ,Nico sempat berpikir mungkin Malika masih bekerja,tapi saat dia melihat jam,ini adalah waktu Malika istirahat,diapun kembali menghubunginya.


Dan ternyata seseorang menjawab telpon dari Nico,


"Hello ini dengan sahabatnya Malika, Malika saat ini sedang di UGD,keadaannya sangat kritis,mohon doanya untuk kesembuhan Malika"


Sherli ternyata mengangkat panggilan Nico,


Sherli berani mengangkat telpon dari Nico karena di ponsel Malika nama Nico adalah (best friend).


Mendengar kabar tersebut,Nico pun sangat panik dan tak bisa menjawab Sherli,dia hanya bertanya dimana rumah sakit tempat Malika di rawat?


Sherli pun memberi tahu jika Malika di rawat di rumah sakit sejahtera.


Nico pun bergegas kembali ke Bandung,dia tidak memikirkan Clara yang sedang di toilet.


Nico hanya meninggalkan kunci mobil di tas Clara dan menitipkan nya pada seorang pelayan di rest area tersebut.


Nico sengaja naik ojek motor agar dia bisa secepatnya tiba di rumah sakit untuk menemui malika.


Dia tidak memikirkan berapa uang yang harus dia keluarkan untuk ongkos ojeknya.


Karena yang ada di pikiran Nico saat ini,dia ingin sekali bertemu dengan malika.


"Malika tunggu aku sayang".


Ucapnya dalam hati Nico teringat akan Malika.


...


Clara pun terkejut karena Nico tidak ada di tempatnya,hingga seorang pelayan datang menghampirinya dan memberikan tas dan kunci mobilnya pada Clara,


"Tadi seorang pria menitipkan tas dan kunci mobil ini untuk diberikan pada mbak"


Ucap pelayan tersebut.


Clara pun menanyakan kemana Nico pergi dan kenapa?


Pelayan itu hanya menjawab


Nico terlihat sangat cemas dan terburu-buru pergi naik ojek,tapi entah kemana dia tidak tahu.


Clara sangat marah pada Nico,karena dia sangat tidak sopan meninggalkan dirinya sendiri di pertengahan jalan menuju Jakarta.


"Kemana Nico,bisa bisanya dia tega meninggalkan aku sendiri disini"

__ADS_1


Ucap Clara kesal.


__ADS_2