Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Akhirnya Nico pun tahu


__ADS_3

Nico memutuskan untuk pulang ke rumah,sedangkan Clara masih belum bisa tenang meninggalkan nya sendirian.


Terlihat sekali kehancuran hati Nico di matanya,Clara gelisah,takut sesuatu yang buruk terjadi pada Nico.


Dia pun memutuskan untuk tinggal beberapa hari di rumahnya dengan seijin Bu Ratna.


"Astaga anakku,apa yang terjadi denganmu nak?"


BB u Ratna terlihat sangat khawatir melihat keadaan Nico yang memprihatinkan.


"Siapa yang melakukan ini semua?"


Nico tetap diam dan duduk untuk sejenak menarik napasnya mengingat Malika.


Nico nampak menatap kosong kala tiba di rumahnya,tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Nico walau Bu Ratna terus bertanya padanya.


Dia pun bertanya pada Clara apa yang sebenarnya sudah terjadi pada anaknya itu,


Clara akhirnya menceritakan jika Nico berusaha menyelamatkan Malika dari penculikan yang menimpanya,itu sebab nya dia bisa terluka.


"Malika di culik?"


Sebagai ibu yang baik,dia tahu jika Nico sangat mencintai kekasihnya itu,Bu Ratna pun mencemaskan keadaan Malika juga,dia banyak bertanya keadaan Malika pada Clara.


Bagaimana keadaannya,apa dia terluka dan lain sebagainya.


Clara pun tidak suka dengan semua pertanyaan yang penuh dengan perhatian itu pada Malika.


Dalam hati Bu Ratna pun bertanya apa Nico tidak mengetahui jika Malika hilang ingatan.


Clara juga menceritakan jika Malika sudah menghianati Nico,dia berani memeluk Keenan di depan Nico tanpa peduli padanya seakan dia tidak mengenalnya.


"Itu wajar nak,"


"Wajar,apa maksud Bu Ratna?"


"Pasca kecelakaan,ingatan Malika hilang,dia tidak bisa mengingat semua masa lalunya termasuk Nico"


Mendengar semua itu,Clara pun tersenyum licik,dia meminta Bu Ratna untuk tidak menceritakan semuanya pada Nico.


Bu Ratna pun ragu dengan semua permintaan Clara kepadanya,karena dia tahu,mungkin Clara sedang berniat buruk pada anaknya dan Malika.


***


Di lain tempat Malika masih memikirkan pria yang telah berusaha menolongnya tadi,dia ingin sekali berterimakasih kepadanya.


"Siapa pria itu,mengapa rasanya aku mengenali dia,tapi siapa?"

__ADS_1


Malika coba mengingat-ingat wajah pria itu,namun tidak bisa.


Malika pun merasakan sakit hebat di kepalanya kala memaksakan diri mengingat wajah pria itu


"Ahh"


Teriak Malika membuat Bu Arum dan Keenan yang masih berada di ruang tamu terkejut mendengar teriakannya yang histeris.


Suster pun langsung memeriksa Malika,


"Ada apa dengan anak saya sus?"


Bu Arum sangat khawatir,


Keenan pun menyarankan untuk membawa Malika kembali ke rumah sakit,agar penanganan dan peralatannya lengkap untuk memeriksa Malika,


Tanpa berpikir panjang,akhirnya mereka pun membawa Malika kembali ke rumah sakit.


Keenan sangat cemas,cinta yang tumbuh di hatinya telah membuatnya takut kehilangan wanita yang dia cintai untuk yang kedua kali.


Di rumah sakit Malika langsung di bawa dokter ke IGD untuk cepat mendapat penanganan yang serius.


Mereka pun menceritakan tentang penculikan yang terjadi padanya.


Dokter cukup lama memeriksa Malika di dalam ruangan,hingga akhirnya dokter pun keluar dan memberitahu jika Malika baik-baik saja,dia hanya sedikit letih,dokter menyarankan agar Malika tidak dulu memaksakan dirinya untuk mengingat akan masa lalunya,karena itu akan berpengaruh pada kesehatannya.


Tanya Bu Arum berharap semua yang tebaik untuk anaknya.


"Semua kembali pada keajaiban Tuhan Bu,berdoalah agar ingatan Malika bisa cepat kembali sesuai dengan harapan kita"


Untuk pertama kali,Bu Arum mendoakan sebaliknya untuk Malika,dalam kesedihannya,dia berharap jika ingatan Malika tidak akan kembali lagi,dia ingin Malika hidup bahagia bersama Keenan tanpa ada bayang-bayang Nico di hidupnya.


...


Nico yang masih memikirkan Malika coba pergi ke rumahnya untuk memastikan semua yang sudah terjadi kepada mereka,dia tidak peduli jika nanti dia bertemu dengan Bu Arum,yang jelas,untuk saat ini dia ingin tahu apa yang Malika inginkan darinya dengan melakukan semua itu padanya.


"Aku tidak peduli jika nanti Bu Arum akan memarahi atau menghinaku dan melarang untuk menemui Malika,aku ingin tahu sendiri mengapa dia tega melakukan itu semua padaku"


Tanpa pamit pada Bu Ratna,Nico pun pergi dengan sepeda motor kesayangannya,motor yang selalu dia pakai untuk mengantar jemput Malika ketika masih sekolah dulu,


Sepintas bayangan kenangannya pun bermunculan di pikirannya.


Nico melihat bayangan Malika yang memeluknya dengan bahagia kala pulang sekolah,dia tersenyum padanya dan berucap kata cinta yang tiada hentinya,sampai dia sendiri yang lelah mengatakan cintanya itu.


Nico pun tersenyum sendiri jika mengingat itu semua,


"Malika,kau sangat polos dan baik sekali "

__ADS_1


Ucapnya merindukan Malika.


Nico pun tiba di depan rumah Malika,


Dari luar,rumah tampak sepi,hanya suara mesin jahit di sebelah rumahnya tempat karyawan Bu Arum bekerja yang terlihat ramai,namun Nico tidak melihat ada tanda kehidupan di dalam rumah Malika.


Dia terus mengetuk pintu dan memencet bel rumah berharap ada satu orang saja yang membukakan pintu untuknya.


Dari sebrang jalan,suci yang melihat Nico terus mengetuk pintu dan melihat-lihat arah jendela merasa cemas,apa mungkin dia pencuri yang hendak masuk ke rumah Bu Arum,pikir suci kala itu.


Dengan membawa pemukul baseball,suci mendekati Nico dari belakang dan hampir saja memukulnya,


Untungnya Nico membalikan badannya sebelum suci menghajarnya.


"Tunggu tunggu,mengapa kau ingin memukulku?"


Tanya Nico yang kesal pada suci karena sudah lancang akan menghajarnya.


"Sudahlah,mengaku saja,kau ingin mencuri di rumah Bu Arum kan?"


Suci kembali menebak semua sikap Nico yang mencurigakan.


"Tidak,saya hanya ingin bertemu dengan Malika sudah lama saya tidak berjumpa dengannya,kalau kau tidak percaya,kau bisa menanyakan aku pada karyawannya Bu Arum,mereka sudah mengenalku"


Nico bisa menebak jika suci adalah orang baru di sekitar rumahnya Malika.


Karena dia baru melihat nya,


Suci pun mulai percaya,dan meminta maaf untuk sikapnya yang berlebihan pada Nico.


"Tapi Bu Arum dan Malika sedang tidak ada di rumah,"


"Memangnya mereka kemana?"


Suci pun mengatakan jika Malika dan Bu Arum pergi ke rumah sakit,karena Malika kembali drop setelah penculikan tadi siang.


Nico sangat terkejut,mengapa Malika sampai drop seperti itu,memang apa yang sudah terjadi kepadanya hingga Malika harus berurusan dengan rumah sakit,karena setahu Nico,Malika wanita yang sehat dan kuat,dia jarang pergi ke rumah sakit walau sedang sakit.


"Bukannya kamu mengenal Malika,tapi mengapa kamu tidak tahu dengan kondisi Malika saat ini?"


Tanya suci pada Nico membuatnya semakin penasaran.


Suci pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpa Malika.


"Malika kecelakaan,dia tertabrak mobil "


"Astaga,mengapa aku tidak tahu,mengapa tidak ada satu orang pun yang memberitahu kejadian ini padaku"

__ADS_1


"Ya,dan karena kecelakaan itu,akhirnya Malika harus di rawat dan di operasi karena dia amnesia,dia hilang ingatan,dia tidak mengenal siapapun termasuk aku dan ibunya dan semua yang selalu ada bersamanya"


__ADS_2