Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Mimpi buruk Malika


__ADS_3

Perlahan Nico membuka pintu kamar Malika, disana terlihat Malika sedang terbaring memejamkan mata karena letih pasca operasi.


Nico berjalan masuk menuju istrinya yang sedang tertidur menunggu kedatangannya.


Nico terus bertanya-tanya, siapa yang telah melunasi semua biaya persalinan istri dan anaknya itu.


Melihat Malika masih terlelap, Nico pun berinisiatif membuka ponselnya untuk mencaritahu darimana dan siapa yang telah memberi Maika uang untuk biaya persalinannya.


Nico membuka ponsel Malika, dia melihat semua chat, namun tidak ada satu pun chat yang mengarah pada sumber uang tersebut.


Nico pun membuka mobile banking Malika, dia melihat mutasi di rekeningnya dan ternyata dia berhasil melihat siapa yang telah memberinya uang sebesar 100 juta.


Uang yang sama dengan yang dia dapatkan dari Clara, itupun dengan semua peluh yang harus dia lakukan demi mendapatkan uang sebanyak itu.


"Apa-apaan ini, Malika kau...


Ternyata semua usaha ku sia-sia, kamu tidak menghargai ku sama sekali."


Ucap hati Nico yang kecewa dengan semua yang Malika lakukan dibelakangnya.


Saat kebencian mulai menyeruak didalam dirinya, Malika pun akhirnya tersadar dan melihat Nico sedang duduk termenung seperti sedang memikirkan


sesuatu.

__ADS_1


"Co, kau sudah kembali?"


Ucap Malika kaa tersadar.


Nico pun terbangun dari semua lamunan akan kemarahannya pada Malika.


Nico tersenyum pada Malika coba menyembunyikan kekesalannya.


Malika pun bertanya darimana saja dirinya?


"Aku sangat menghawatirkan mu co? Kamu dari mana? Aku sampai mimpi kamu bermain cinta dengan wanita lain? Sungguh mimpi yang sangat buruk dan itu membuat aku takut dan sakit hati"


Ucap Malika pada Nico sesaat setelah dirinya terbangun.


Mengapa bisa Malika sampai bermimpi yang sama dengan apa yang sudah dia lakukan dengan Clara.


"Ini pasti hanya kebetulan saja, tenang Nico tenang"


Melihat sang suami berkeringat dan terlihat sangat gugup, Malika pun mulai bertanya apa yang terjadi padanya? Apakah dia sakit?


"Aku tidak apa sayang, bagiamana keadaanmu sekarang? Tadi aku sudah melihat bayi kita "


Jawab Nico mengalihkan pembicaraan agar Malika tidak mencurigainya.

__ADS_1


Mendengar Nico sudah melihat bayinya, Malika pun tersenyum dan menanyakan mirip siapa anaknya? Apakah dia sehat?kapan dia bisa bertemu dengan anaknya?


Tanya Malika pada Nico seakan lupa dengan semua rasa curiganya.


Nico pun menunjukan foto bayi mereka yang dia ambil di ruang bayi.


"Dia sangat tampan ya co, mirip dengan kamu"


Ucap Malika melihat foto bayinya.


"Rasanya aku tidak sabar ingin secepatnya menggendong anak kita?"


Lanjut Malika dengan semua keinginannya.


Namun seketika Malika terdiam, dia seolah ingin bicara sesuatu hal yang penting pada Nico, namun dia sungkan dan takut jika Nico memarahinya.


...


Untuk menghindari pertengkaran, dengan lembut, Malika menggenggam tangan Nico yang masih terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu tenang saja co, aku tahu saat ini kamu pasti sedang memikirkan semua biaya operasi ku dan bayi kita, aku sudah melunasi semuanya, dan semua itu berkat bantuan ka Suci, dia memberiku uang hasil bisnis ibuku sebagai ucapan selamat untuk kehadiran anak kita, maafkan aku karena aku belum sempat bicara semua ini padamu"


Ucap Malika sedikit menjelaskan sumber dana yang sudah membantu biaya persalinannya di rumah sakit.

__ADS_1


Nico berusaha mendengar semua penjelasan Malika meski hatinya sudah rapuh.


__ADS_2