Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Tunangan Malika


__ADS_3

Di pagi yang sama,Malika sudah terbangun,saat dia membuka mata,dia melihat ada banyak orang yang menjenguknya,namun dia tidak mengenal satu pun diantara mereka.


"Selamat pagi Malika"


Sapa Sherli dengan tawanya yang riang menyambut Malika di pagi hari.


Malika hanya tersenyum menjawab sapa Sherli,suci pun menghampiri Malika di pembaringan,suci menanyakan keadaannya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang Malika,apa kau sudah merasa baik?"


Tanya suci dengan ramah,


"Tubuhku masih terasa sakit ka"


Jawab Malika dengan polosnya pada suci,membuatnya merasa sedih,


Semua pun sekarang sudah tahu keadaan Malika yang hilang ingatan,mereka ikut sedih dan prihatin akan kondisi Malika,terutama Sherli,dia sangat merasa bersalah karena dia yang mengajak Malika makan diluar saat itu.


Sherli sangat menyesali


"Andai aku tidak mengajak Malika hari itu"


Penyesalan yang menyiksa batin Sherli.


"Sudah nak,semua sudah terjadi,mungkin ini sudah menjadi takdirnya"


Bu Arum coba berusaha tegar meski batinnya juga sangat tersiksa melihat keadaan Malika.


Semua coba memperkenalkan diri mereka kembali pada Malika agar perlahan dia bisa mengingat semuanya.


"Jadi namaku Malika?"


Tanya Malika seakan bingung harus percaya atau tidak kepada semuanya,


Bu Arum pun mengeluarkan ponselnya,dia membuka foto kebersamaan dirinya bersama Bu Arum.


Satu persatu Malika lihat semua foto dirinya di ponsel Bu Arum.


Hingga keraguan Malika pun kini mulai pudar,Malika kini merasa yakin jika dirinya adalah anak dari Bu Arum.


Setelah Bu Arum merasa jika Malika sudah yakin padanya,Bu Arum pun coba memperkenal kan satu persatu semuanya pada Malika.


"Dia adalah Sherli teman satu kantor mu,dan dia adalah suci,tetangga baru kita,adiknya pak Keenan atasan mu,"


Bu Arum coba mengenalkan suci dan Sherli.


"Dan lihat lah dia si cantik Alana,dia adalah anak nya suci,dan itu Arya "


Arya dan Alana pun mendekati Malika dan mencium tangannya.

__ADS_1


Malika tersenyum pada kedua anak kecil itu,Malika menyukai mereka.


"Hai,apa kalian mau berteman denganku?"


Tanya Malika coba bersahabat dengan kedua bocah kecil itu.


Semua pun tersenyum coba menghibur Malika.


Dan seketika kala seseorang datang ke kamar Malika Bu Arum pun langsung memperkenalkannya juga.


"Dan itu adalah Keenan tunangan mu"


Seketika suasana kamar hening kala Bu Arum memperkenalkan Keenan sebagai tunangannya pada Malika.


Suci dan Sherli terkejut dengan pengakuan Bu Arum tentang Keenan,mereka tidak menduga Bu Arum bisa membohongi Malika dengan semua pengakuannya.


Namun yang sebenarnya terjadi ialah Bu Arum terpaksa membohongi Malika dengan status Keenan sebagai tunangannya.


Semalam,selepas Bu Arum kecewa dengan foto Nico dengan seorang wanita,dia menangis Keenan pun coba Menenangkan Bu Arum dan bertanya apa yang telah membuatnya sedih.


Bu Arum pun menunjukan foto di ponsel Malika,dia menceritakan tentang Nico padanya.


Termasuk foto dirinya bersama wanita lain,


"Saat ibu membuka tas Malika,ibu merasa bersalah karena selama ini ibu selalu melarang Malika untuk kembali pada Nico,ibu telah egois untuk kebahagiaannya hanya karena kesalahan keluarganya di masa lalu,Nico adalah putra dari penyebab kematian ayahnya Malika,itu yang menyebabkan ibu tidak merestui mereka,dan itu ibu ketahui belum lama ini,dan kini disaat ibu berniat untuk melupakan kejadian masa lalu dan kembali merestui hubungan Malika dan Nico,ibu sangat terkejut dengan sebuah foto Nico dengan perempuan lain itu,hati ibu kembali ragu padanya "


Ucap Bu Arum pada Keenan,


Bu Arum pun memegang tangan Keenan dan memohon kepadanya,


"Nak Keenan apa kau ingin membantu ibu?"


Tanya Bu Arum pada Keenan.


Jelas Keenan tidak menolak,dia ingin membantu Bu Arum sebisa dia mampu.


"Jika kau berkenan,nikahilah Malika"


Pinta Bu Arum sungguh sangat membuat Keenan terkejut dan melepaskan tangannya.


"Menikahi Malika?"


Ucap Keenan saat melepas tangannya dengan pelan,batin Keenan bergejolak saat Bu Arum memintanya untuk menikahi Malika.


"Ibu tahu,tidak seharusnya ibu memintamu untuk melakukan semua ini,tapi entah mengapa,ibu merasa yakin jika kamu akan bisa membahagiakan Malika meski kau tidak mencintainya,ibu tidak ingin Nico sampai mengambil Malika dariku"


Lanjut Bu Arum menjelaskan semuanya pada Keenan.


Dalam lubuk hatinya,perasaan cinta memang sudah tumbuh pada Malika seiring berjalannya waktu yang selalu mereka habiskan bersama,

__ADS_1


Dan perasaan itu yang membuat Keenan dilema besar,karena ini menyangkut kehidupan Malika,dia tidak mau membohonginya.


"Apa yang harus aku lakukan?apa harus aku menuruti semua permintaan Bu Arum,atau "


Perasaan Keenan gelisah tidak menentu.


"Kau pikirkan saja dulu,ibu tidak akan memaksamu nak,semua ada di tanganmu"


Ucap Bu Arum kembali memasrahkan semua keputusannya pada Keenan.


...


Dan setelah Bu Arum memperkenalkan Keenan sebagai tunangannya pada Malika,Keenan pun berjalan menuju Malika dengan membawakan setangkai bunga mawar merah dan beberapa buah untuk dia makan.


Keenan berdiri tepat di hadapan Malika,dia pun memberikan bunganya pada Malika,


Malika menerima bunga itu dan langsung mencium bau wangi bunga itu.


Malika nampak senang,dia menatap wajah Keenan dengan dalam,


"Pria ini sangat tampan dan berpendidikan,dia juga terlihat gagah dan bijaksana,apa benar dia tunangan ku?"


Tanya hati Malika seakan dia tidak percaya jika dia mempunyai tunangan setampan dan gagah seperti Keenan.


"Bagaimana keadaanmu sekarang Malika?"


Tanya Keenan pada Malika memberikan perhatiannya.


Malika pun tersenyum,semua mengerti dengan kode Bu Arum pada yang lain agar meninggalkan Malika dan Keenan berdua di dalam,


Suci Sherli Alana dan Arya pun pamit keluar pada Malika dengan semua alasannya.


Kini mereka tinggal berdua,Keenan memandang wajah Malika untuk yang pertama kalinya dengan jelas,meski berbalut perban di kepalanya,Malika msih terlihat sangat cantik,goresan luka di pipinya tidak membuat kecantikannya memudar.


"Apa kau benar tunangan ku?"


Tanya Malika menatap mata Keenan,


Keenan pun menggenggam tangan Malika,perasaannya pun tidak karuan,seakan ada aliran energi di rasa Keenan saat menggenggam tangannya.


Keenan terpaksa mengikuti permintaan Bu Arum,karena dia tidak tega dengan kesedihannya,


Dengan memanfaatkan hilangnya ingatan malika,Keenan dan Bu Arum pun melakukan semua ini.


Dan sebenarnya ,Keenan pun mengakui perasaan hatinya pada Malika kepada Bu Arum,bahwa dirinya juga mulai menyukai Malika,sehingga akhirnya Keenan pun setuju untuk menjadi tunangan pura-pura Malika,sesuai dengan permintaan Bu Arum.


"Tapi aku berharap,semoga jika Allah menghendaki,kamu tidak hanya menjadi tunangan pura-pura nya Malika,melainkan jadi jodoh nya "


Harapan hati Bu Arum dalam hatinya.

__ADS_1


...


__ADS_2