Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Hotel Aries


__ADS_3

Nico pun masih menunggu di luar dengan perasaan cemas akan keadaan bayi dan istrinya itu.


Akhirnya Nico pun memutuskan untuk segera menemui Clara.


Untunglah masih ada Bu Marni yang masih setia menemani Malika, Nico pun menitipkan pesan pada Bu Marni untuk keluar sebentar,


"Bu marni, maaf ya sebelumnya, saya pergi keluar sebentar ada urusan penting, bisa kan saya titip Malika sampai saya kembali kesini lagi?"


Pesan Nico pada Bu Marni.


Bu Marni pun tak bisa menolak meski dirinya sudah mulai letih di usia senjanya, namun apa daya, dia tidak tega meninggalkan Malika sendirian.


"Baiklah nak Nico, biar nak Malika ibu yang jaga"


Nico pun segera menghubungi Clara untuk bertemu dengannya.


"Hotel Aries, bisa kan? Aku tunggu kamu disini, karena kebetulan aku ada janji dengan klienku disini"


Jawab Clara pada Nico memintanya untuk datang ke hotel Aries.


Tanpa rasa curiga sedikitpun pada Clara, Nico bergegas menuju hotel dimana Clara berada.


***


Di Hotel Clara sudah mempersiapkan segalanya, uang yang dibutuhkan Nico dengan segala pilihan yang sudah dia pikirkan untuk Nico.


"Ini kesempatanku untuk menjeratmu kembali Nico, aku tidak akan memudahkan jalanmu untuk semua ini, harus ada yang kamu korbankan dalam urusan ini, kamu, atau istrimu "


Kata Clara dengan semua akal liciknya untuk menghancurkan hidup Nico dan Malika.


Nico pun tiba di depan hotel Aries, dia kembali menghubungi clara untuk menanyakan dimana keberadaannya.

__ADS_1


"Masuklah, aku berada di kamar nomor 45 co, aku menunggumu"


Jawab Clara memberitahu nomor kamarnya.


Nico berjalan menyusuri lorong hotel mencari kamar Clara.


Hingga akhirnya dia menemukan kamar yang dicari, Nico mengetuk pintu kamar namun ternyata pintu sudah sedikit terbuka.


"Clara... Kamu disini?"


Nico memanggil Clara di balik pintu.


Tak ada jawaban dari dalam kamar, kemudian Nico pun masuk dan terus memanggil mencari Clara.


"Clara..."


Nico berjalan semakin dalam kedalam kamar, tidak terlihat ada penghuni didalamnya,


Namun Nico melihat di ruang tengah laptop Clara menyala dengan semua berkas yang ada di atas meja.


"Laptop Clara masih menyala, tapi kemana dia?"


Pikir Nico mencari keberadaan Clara, kemudian Nico pun mendengar suara kran air yang tak kunjung berhenti sepanjang dia masuk tadi.


"Astaga apa mungkin Clara..."


Nico pun langsung mengecek kamar mandi untuk mencari Clara, dan benar saja, Clara jatuh pingsan di kamar mandi karena terpeleset saat hendak mandi, kepalanya pun sedikit berdarah dan memar karena terbentur tembok.


"Clara Clara, bangunlah, "


Nico coba membangunkan Clara yang hanya memakai selembar handuk putih yang basah.

__ADS_1


Kini Nico pun dihadapkan pada situasi yang sama dimana Clara dulu hendak menjebaknya.


Namun meskipun Nico mengingat semua perlakuan Clara di masa lalu, dia kini mulai berpikir positif karena Clara sudah berubah, tidak mungkin dia melakukan hal yang sama untuk menjebaknya lagi.


Nico pun membawa Clara untuk


membaringkannya ke atas ranjang.


"Tapi handuknya basah, tidak mungkin aku membaringkan Clara dalam keadaan basah seperti ini"


Akhirnya Nico pun membawa Clara ke sofa dan menyelimutinya dengan selimut, Nico coba mencari pakaian ganti Clara, namun tidak dia temukan, hanya ada beberapa handuk.


"Apa mungkin Clara baru datang ke kamar ini, itu sebabnya tidak ada satupun pakaian yang dia bawa, apa yang harus aku lakukan?"


Nico pun tidak mempunyai pilihan selain membuka jaketnya dan memakaikannya pada tubuh Clara yang putih dan mulus.


Sebagai pria biasa, melihat tubuh wanita secantik Clara secara percuma membuat birahi prianya mulai aktif.


Dua gunung kembar Clara yang segar dan basah berhasil membuat Nico sejenak lupa akan Malika yang menunggunya.


"Sadar co, Malika menunggumu disana"


Nico berusaha sadar akan semua yang dia lakukan dan lihat akan tubuh Clara.


Setelah Clara memakai jaket Nico,


Nico pun coba mengobati luka memar di kepala Clara, hingga akhirnya Clara pun tersadar.


"Ah ... Kepalaku"


Kata Clara dengan memegang kepalanya yang sakit.

__ADS_1


__ADS_2