Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Bu Arum tahu


__ADS_3

Malika pun akhirnya pulang,dengan langkah yang sedikit menahan rasa sakit paska urat keperawanannya putus,dia coba melangkah secara normal,karena dia tidak mau jika Bu Arum sampai mencurigainya.


Kebetulan hari itu Malika libur kerja karena tanggal merah,jadi Malika ada waktu untuk merebahkan tubuhnya yang letih pasca ritual terpaksa semalam.


Malika pun masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam.


Bu Arum yang melihat kedatangan Malika langsung merasa tenang dan tersenyum ke arahnya.


"Malika nak,kamu tidak apa-apa kan?kemana saja kamu semalaman,ibu coba hubungi kamu dan Tiara tapi kenapa kalian sangat sulit untuk ibu hubungi"


Tanya Bu Arum yang terlihat sangat cemas akan keadaan anaknya itu.


Malika coba bersikap tenang,dia tidak ingin ibunya sampai tahu kemana saja semalam dia pergi.


Namun Bu Arum sangat mengetahui sekali gelagat anaknya ketika sedang berbohong.


Malika mengatakan jika dirinya semalaman kecapekan setelah jalan bersama Tiara, jadi dia langsung tidur dan mematikan ponselnya.


Wajah Malika yang sedikit kusut dan nampak kusam membuat Bu Arum sedikit mencurigainya.namun dia tidak mencurigai akan kejadian semalam,


Bu Arum hanya mencurigai jika Malika mungkin tertekan dan banyak pikiran setelah dia tidak merestui hubungannya dengan Nico.


"Maafkan ibu nak,pasti kamu lelah karena pikiranmu sedang tidak baik sekarang,andai kamu tahu alasan ibu nak,pasti kamu akan sangat membenci Nico melebihi ibu?"


Ucap hati Bu Arum meminta maaf pada Malika.


"Maafkan Malika Bu,Malika sudah menghianati kepercayaan ibu, Malika tidak bisa menjaga diri dan kehormatan Malika,Malika tidak sanggup jika ibu tahu yang sebenarnya jika Nico telah memaksa aku untuk melakukan semuanya"


Rintihan hati Malika yang menangis karena secara tidak langsung,dia telah mengkhianati ibunya sendiri,ibu yang telah membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang luar biasa besarnya.


Air mata Malika sedikit menetes di ujung kelopak matanya,dengan segera dia pun menyeka air mata itu agar Bu Arum tidak khawatir.


Tanpa banyak bicara lagi,Malika pun pergi menuju kamarnya meninggalkan Bu Arum di ruang tengah.


Di dalam kamar,Malika kembali menangis mengingat kejadian semalam.


"Tidak akan aku biarkan kejadian semalam terulang kembali,cukup untuk satu kali saja kamu bisa memaksaku co,aku tidak akan pernah lagi membiarkan kamu melakukan itu semua kepadaku"


Malika pun kini terbaring di atas kasurnya,dengan bayangan kejadian semalam membuatnya tidak bisa memejamkan matanya walau hanya sesaat.


Bayangan itu terus menghantui pikirannya,entah apa yang harus dia lakukan agar dia bisa melupakan semuanya.


***


Bu Arum menerima sebuah pesan berisikan Video dari nomor yang tidak di kenal,


"Nomor siapa ini,video apa yang dia kirim padaku,oh mungkin ini nomor langganan ku yang baru,Mungkin dia mengirim video contoh design baju yang ingin dia pesan"

__ADS_1


Bu Arum pun membuka video tersebut dan


Prak


Gelas minum yang sedang Bu Arum pegang pun terjatuh karena terkejut melihat kiriman video tersebut.


"Astagfirullah apa ini"


Air mata Bu Arum menetes,dia tidak sanggup meneruskan menyaksikan video tersebut.


Sebuah video yang sengaja Nico rekam tentang apa yang dirinya dan Malika lakukan semalam.


Ponsel Bu Arum pun terjatuh,begitupun dengan tubuhnya,


Bu Arum tak mampu bangkit setelah dirinya terjatuh.


Dia menangis sejadinya setelah melihat sepenggal kisah di dalam video tersebut.


"Malika anakku,kenapa kamu tega melakukan semua itu,tidakkah kau ingat akan ajaran ibumu nak?"


Dalam keterpurukannya,Bu Arum terus menangis dan tidak menyangka jika anaknya bisa melakukan hal yang tidak boleh dia lakukan bersama Nico.


Bu Arum terus menangis,


Mendengar suara tangisan sang ibu,Malika pun turun dari kamarnya dan terkejut melihat ibunya menangis dalam keadaan terjatuh.


Malika coba membangunkan ibunya dan membuatnya berdiri.


Namun seketika Bu Arum melepaskan genggaman nya pada tangan Malika dengan sangat kasar.


"Lepaskan aku,jangan sentuh aku,


Kau bukanlah anakku"


Mendengar semua itu,Malika pun dibuat bingung,mengapa ibunya sampai tega mengatakan itu padanya.


Malika bertanya apa maksudnya,mengapa ibunya bisa bicara seperti itu,lalu kemudian tanpa basa basi Bu Arum pun memperlihatkan kiriman video tentang Malika dan Nico semalam.


"apa ini ?Mengapa kamu tega melakukan semua ini nak?tidak kah kamu mengingat ibu sebelum kamu mau melakukan ini semua."


Ucap Bu Arum yang kecewa pada Malika.


"Maafkan Malika Bu,maafkan Malika,


Malika tidak sengaja melakukan semua itu, percayalah ,Malika hanya di jebak Bu?"


Malika coba membela dirinya walau dia memang bersalah.

__ADS_1


Bu Arum pun tidak serta Merta percaya begitu saja pada Malika


Dia sangat yakin jika Nico dan Malika melakukan hal yang tidak wajar itu dengan sengaja.


Plak ...


Plak ...


Dua tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri Malika,berharap Malika bisa sadar jika semua yang dia lakukan bersama Nico adalah kesalahan yang sangat fatal.


Malika pun menangis,dia sangat kesakitan karena tamparan ibunya.


"Maafkan Malika Bu maafkan Malika,Malika sadar Malika salah Bu,ampuni Malika,Malika mohon"


Malika meminta maaf dan memohon ampun pada ibunya dengan bersujud di hadapan ibunya.


Dengan air mata yang tidak bisa dia tahan,Malika terus menyentuh dan bersujud di kaki sang ibu berharap ibunya bisa memaafkannya.


"Ini bukan perkara memaafkan nak,kesalahanmu sudah sangat besar,kamu bukan hanya bersalah pada ibu dan dirimu sendiri,tapi kamu juga sudah bersalah pada agama dan tuhanmu,"


Jawab Bu Arum pada Malika.


Malika hanya menangis tertunduk menyesali semuanya,dia menangis tanpa henti.


"Kau membuat ibu merasa gagal menjadi seorang ibu yang baik untuk anaknya,kau membuktikan jika ajaran ibu memang salah,kasih sayang ibu tidak ada artinya bagi kamu"


Bu Arum juga menangis,dia tidak kuasa menahan kekecewaan yang teramat besar pada Malika.


"Apa salah ibu nak,apa?"


Bu Arum merasa telah gagal menjadi seorang ibu.


"Bunuh saja ibu nak,daripada harus kami permalukan ibu dan menyiksa ibu dengan semua ini,ibu lebih baik tiada daripada melihat anak ibu satu-satunya yang telah ibu besarkan dengan penuh kasih sayang dan didikan yang maksimal,coba menghianati ibu dan menyakiti ibu"


Air mata Bu Arum tak henti menetes.


Keduanya berurai air mata,ingin sekali Malika memeluk sang ibu berharap Bu Arum bisa memaafkan dan mau memeluknya.


"Maafkan Malika Bu,"


Malika terus meminta maaf pada Bu Arum,dia memohon ampun agar dirinya bisa di maafkan.


Kemudian Bu Arum pun bangkit dan menarik tangan Malika dengan kasar,


Bu Arum membuka pintu dan


"Pergi kamu dari sini,jangan pernah kamu kembali lagi,anggap ibu sudah tiada bagimu,pergilah bersama pria yang kamu cintai,

__ADS_1


Pria yang telah membutakan cinta dan kasih sayangmu,pergi..ibu tidak punya anak sepertimu"


__ADS_2