Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
pagi hari yang indah


__ADS_3

Pagi pun tiba, Nico sudah bangun lebih awal dari Malika,


Seperti biasa, Nico pun sudah menyiapkan sarapan untuknya.


Malika terbangun karena aroma wangi roti bakar buatan Nico.


"Mm aromanya sangat wangi"


Ucap Malika saat terbangun dari tidurnya.


Nico sengaja membawa roti bakar kedalam kamar Malika agar dia terbangun dengan sendirinya dengan aroma wangi roti buatannya.


Malika pun langsung terjaga, dan tersenyum pada suaminya itu.


"Tidurmu sangat nyenyak sekali ya, "


Ucap Nico menyambut paginya bersama Malika.


Malika yang hanya tertutup selimut, lupa jika dirinya belum mengenakan baju selepas ritual semalam.


"Astaga co, aku belum pakai baju"


Ucap Malika tersenyum manja.


Nico sangat menyukai moment seperti itu, karena disaat itu Malika sangat menggemaskan dia lihat,


Nico yang saat itu sedang pemanasan olahraga mengangkat barbel, langsung menjatuhkan bebannya itu.


Dia langsung menghampiri Malika yang tidak mengenakan baju,


Dengan membawakan roti bakar di piringnya, Nico menyuapi istrinya itu dengan romantis.


Malika pun sangat menyukai sikap Nico yang memanjakannya itu.


Ingin sekali dia memeluk Nico, namun lengannya msih menahan selimut yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja,


"Ayo bukalah, aku kan suamimu, kau jangan malu"


Ujar Nico menggoda Malika yang belum sadar sepenuhnya.


Keduanya pun tersenyum,


"Sudahlah sayang, aku mandi dulu yah?"


Saat Malika hendak beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba saja Nico menggendongnya menuju kamar mandi dengan selimut yang masih menempel di tubuhnya.


Di dalam kamar mandi sebagai pengantin yang masih baru dan hangat, tentunya birahi mereka sedang sangat tinggi sekarang, hingga di setiap kesempatan, mereka pun kembali bermain cinta.


Dan kali ini, Nico memilih kamar mandi sebagai tempatnya memadu kasih bersama Malika.


Sebagai wanita biasa, tentunya Malika juga tidak bisa menolak keinginan sang suami yang sangat dia cintai.


Hingga akhirnya keduanya pun saling menikmati masa indah bercinta mereka.


Suci pun datang mengetuk pintu rumah, namun tidak ada jawaban dari Malika, karena dia masih sedang asik dengan permainan nya bersama Nico.


"Malika... Ini aku Suci"


Panggil Suci pada Malika, namun tetap tidak ada jawaban, Suci pun mengira jika Malika sudah berangkat ke Jakarta.


"Malika...kamu di rumah?"


Panggil Suci untuk yang kedua kalinya. Namun masih belum ada jawaban.


"Apa mungkin Malika dan Nico sudah berangkat tanpa memberitahu aku?"


Kata hati Suci tentang Malika berpikir jika mereka sudah pergi.


Suci pun akhirnya kembali ke rumah dengan hasil yang nihil. Sementara itu, Malika dan Nico masih asik dengan aktifitasnya di kamar mandi.

__ADS_1


Setelah keduanya merasa puas akan permainan masing-masing, Malika akhirnya membersihkan dirinya bersamaan dengan Nico yang merasa lemas kala kenikmatannya memuncak.


Keduanya pun kini sudah selesai membersihkan diri, saatnya mereka bersiap, Nico dan Malika hendak naik bus menuju Jakarta.


"Tidak apa apa kan kita naik angkutan umum?"


Tanya Nico yang sedikit ragu jika Malika mau ikut dengannya naik bus.


Dan ternyata Malika tidak masalah naik apa saja, asalkan bersama suami tercintanya itu.


"Sebentar ya co, aku pamit dulu sama mang elan sama ka Suci"


Malika pun pergi ke rumah ka Suci untuk berpamitan.


Disana Suci memang sedang menunggunya, dan saat Malika masuk kedalam rumah, Suci pun langsung memanggilnya dengan cemas.


"Syukurlah kau masih disini, aku kira kamu sudah pergi tanpa berpamitan dahulu, aku sangat khawatir tahu "


Ka Suci menegur Malika karena cemas.


Malika pun hanya tersenyum melihat ka Suci panik dan sedih. Dia pun memeluknya erat.


Entah ini pelukan terakhir mereka, yang jelas Suci pasti akan merindukannya.


Karena bagaimana pun malika sudah dia anggap seperti adiknya sendiri.


Malika membalas pelukan ka Suci dengan segenap kasih sayangnya.


"Ka Suci jaga diri baik-baik disini ya, titip Alana ya ka, jangan Kaka marahi dia terus, kasihan loh, nanti kalau


dia mencari dan menanyakan aku, bilang saja, ka Malika sedang pacaran dulu sama suaminya ya ".


Pesan Malika pada Suci.


Suci pun tersenyum dengan godaan adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2