Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Rencana Bu Ratna


__ADS_3

Nico,Clara dan Bu Ratna pun pergi dari rumah sakit,Bu Arum melihat mereka melewati ruang operasi,


Bu Arum sangat tidak ingin bertemu dengan Nico,atau bahkan Bu Ratna,dia juga bersyukur karena Malika masih berada di dalam ruangan donor darah bersama Keenan.


Sehingga Malika tidak bisa melihat keberadaan Nico dan keluarganya.


Nico pun menyempatkan diri untuk melihat ke ruang operasi,dan disaat itu pula Bu Arum langsung membalikkan badannya berlaga tidak melihat mereka.


Nico bertanya-tanya kemana Malika,kenapa ruangannya nampak sepi,hanya terlihat Bu Arum yang sedang berdiri cemas dan Alana yang sedang tidur di kursi tunggu pasien.


Nico memikirkan Malika dimana saat itu.


Malika coba untuk bangun,keadaannya memang terlihat seperti biasa saja,Malika tidak merasa pusing sama sekali seperti kebanyakan orang rasakan setelah mendonorkan darahnya,Malika justru terlihat sangat bugar.


Keenan sangat menjaga Malika betul,dia tidak ingin sesuatu terjadi kepadanya pasca mendonorkan darahnya untuk Suci,hingga dia sering bertanya dan menyuruh Malika untuk istirahat saja,jangan dulu banyak bergerak.


Malika tidak bisa seperti itu,dia harus kembali pada ibunya,dia juga menghawatirkan Alana yang sendirian.


Malika pun memutuskan untuk keluar memastikan bagaimana operasi Suci,Keenan pun tidak bisa memaksa keinginan Malika,akhirnya dia membantu Malika untuk bangun,tapi Malika menolaknya dengan lembut.


"Tidak apa-apa pak saya bisa sendiri"


Ucap Malika kala bangun dari pembaringannya.


Dan benar saja,saat Malika berhasil bangun,dia langsung keluar tanpa memperdulikan Keenan yang cemas akan keadaannya,walaupun seperti itu Keenan pun tetap memperhatikan Malika dan mencemaskan nya.


Operasi masih berjalan,Keenan semakin tidak karuan memikirkan Suci,hingga akhirnya operasi pun selesai,dokter keluar ruangan menemui Keenan dan yang lainnya,dengan penuh harap Keenan menanyakan kondisi suci pada dokter,


"Bagaimana keadaan suci dok?"


Tanya Keenan,


"Alhamdulillah,mba suci sudah keluar dari masa kritis nya"


Jawab dokter membuat perasaan Keenan mulai tenang,Keenan tak sabar ingin menemui adiknya itu.


"Tapi suci belum bisa di tengok dahulu pak,biarkan dia istirahat dulu,nanti jika dia sudah mulai sadarkan diri,maka kalian bisa menengok nya,kami akan segera memindahkannya ke ruang pasien"


Jelas dokter pada Keenan.


Bu Arum dan Malika ikut senang dengan kabar yang baik ini,begitupun dengan Alana,dia langsung memeluk Keenan dengan erat,


"Hore ibu sudah sembuh"

__ADS_1


Teriak riang Alana mendengar suci akan di pindahkan ke ruang pasien,


Semua pun ikut merasakan kebahagiaan si kecil Alana.


***


Nico,Clara,dan Bu ratna tiba di rumah nya,Nico masih teringat akan Malika dan Keenan yang terlihat mesra saat itu,dia juga dibuat risih dan bingung dengan sikap Clara padanya yang berlebihan.


"Ayo dek sekarang kamu istirahat ya,biar kamu cepat sembuh".


Ucap Clara memberi perhatian kepada adiknya Nico,dan berusaha mendapat simpatinya.


Bu Ratna pun memuji perhatian Clara pada anaknya,


Nico yang melihat Clara memperhatikan adiknya memang senang,namun dia tidak bisa menyamakan perhatian Clara dengan perhatian Malika kepada kedua adiknya.


Malika sering memperhatikan kedua adik Nico dengan banyak bertanya kabar tentang mereka,Malika juga sering memberi mereka hadiah disaat mereka ulangtahun,semu bayangan itu pun muncul.


Dan inilah salah satu rencana Bu Ratna untuk mendekatkan Clara dan Nico,


Bu Ratna berusaha memuji Clara di depan Nico agar dirinya bisa perlahan membuka hati untuk Clara dan melupakan Malika.


Namun ternyata,mungkin usaha Bu Ratna akan sia-sia saja,karena Nico sudah kembali pada Malika dan berjanji tidak akan pernah meninggalkannya walau apapun yang terjadi,Nico sudah berjanji pada Malika akan memperjuangkan cintanya sampai ibunya Malika merestuinya.


Pada saat Nico pergi membawa kursi roda di rumah sakit,awalnya Bu Ratna menasihati Clara untuk tidak mencintai Nico,karena itu hanya akan sia-sia saja,Clara hanya akan mendapatkan luka dari cintanya kepada Nico,


Namun Clara tidak bisa terima jika Bu Ratna ternyata tidak mendukung hubungannya dengan Nico,sehingga Clara mengajukan sesuatu yang tidak bisa Bu Ratna tolak.


Ya,Clara membahas semua biaya pengobatan anaknya pada Bu Ratna,Clara mengancam akan meminta 10x lipat biaya pengobatan anaknya jika Bu Ratna tidak mau membantunya untuk dekat dengan Nico,


Tentunya Bu Ratna terkejut dan tidak sanggup dengan semua ancaman Clara padanya,namun Clara juga menyodorkan sejumlah uang yang cukup besar pada Bu Ratna agar dia mau membantunya.


Bu Ratna pun terpaksa menuruti semua permintaan Clara padanya,Bu Ratna akan membantu Clara untuk bisa dekat dengan Nico,meski hatinya tidak mau,karena bagaimana pun bbi Ratna juga sudah menyayangi Malika dan ingin Malika dan Nico bersatu .


Bu Ratna pun menyusun rencana untuk bisa mendekatkan Clara pada Nico,


Pujian Bu Ratna pada Clara ternyata tidak membuat Nico terketuk hatinya untuk Clara,Bu ratna pun kembali memikirkan rencana lain untuk bisa mendekatkan keduanya.


...


Di samping itu,Malika yang sedang bahagia karena operasi suci berhasil dibuat sedih kembali kala teringat akan kejadian yang dia lihat tadi di kamar adik Nico.


"Aku benar-benar tidak bisa mempercayai ini co,kamu tega memeluk wanita lain di depan mataku"

__ADS_1


Seakan tidak percaya dengan semua yang dia lihat,Malika coba menghubungi Nico,Malika merasa semua harus jelas,siapa wanita itu dan mengapa dia bisa bersamanya.


Malika pun menelpon Nico,tersambung,namun tidak ada jawaban,kemudian dia kembali menelpon nomor Nico,dan ternyata seseorang menjawab panggilannya,


"Hello ini siapa?"


Terdengar suara wanita yang menjawab panggilannya,Malika pun sangat terkejut,namun Malika berusaha tenang,Malika mengira mungkin itu adiknya.


"Bisa bicara dengan Nico"


Tanya Malika pada wanita yang menjawab telponnya


Namun tak di sangka,Malika begitu sesak saat wanita itu menjawab pertanyaannya,


"Nico sedang tidur bersamaku,jadi jangan ganggu Nico lagi,jauhi Nico,karena dia adalah milikku"


Tanpa menjawab semua ucapan wanita yang didengarnya,tiba-tiba saja telponnya terputus.


Nafas Malika terasa sesak mendengar semua ucapan wanita itu,air matanya kembali menetes,sambil mengelus dadanya Malika tidak menyangka jika benar itu terjadi,lalu untuk apa kemarin Nico berjanji untuk tetap memperjuangkan cintanya.


"Tidak ini tidak mungkin,pasti seseorang ingin memisahkan aku dan Nico"


Keyakinan Malika akan kesetiaan cinta Nico lebih besar,Malika tidak bisa gampang percaya begitu saja dengan semua ucapan wanita tadi.


"Aku yakin,ini pasti ada yang tidak beres"


Ucap Malika pada dirinya sendiri.


Malika pun pamit pulang pada ibu dan Keenan dengan alasan akan membawa baju ganti untuk Alana dan Keenan,


Namun ternyata Keenan tidak mengijinkan,Keenan justru yang akan hendak pulang,karena ada urusan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu,


"Kau tidak usah pulang dulu Malika,biar saya yang bawa baju ganti untuk Alana,tapi jika seandainya kamu memang ingin pulang untuk istirahat,maka pulanglah,kau juga harus beristirahat karena darahmu sekarang bel stabil,pasti kau merasa sedikit pusing"


Ucap Keenan sangat memperhatikan keadaan Malika,


Malika tidak bisa pulang,karena dia tidak tega jika harus membiarkan suci sendirian di rumah sakit hanya dengan Alana saja,ibunya sudah pulang sesaat setelah suci di pindahkan.


Keenan pun akhirnya pamit untuk pulang sebentar pada Alana,


"Kau jangan nakal ya,om pulang sebentar,nanti om bawa makanan kesukaanmu,jaga ibumu ya"


Ucap Keenan pada Alana.

__ADS_1


Alana pun mengangguk dan tersenyum manis,


__ADS_2