Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
usaha Nico


__ADS_3

Malika sangat murah dan ketakutan saat pria itu memeluknya.


Malika pun memanggil suster untuk melindunginya,


"Pergi kamu,jangan kamu dekati aku"


Teriak Malika pada pria yang ternyata adalah Nico.


Nico sengaja mengintai Malika hingga akhirnya dia tahu jika Malika pergi ke taman bersama suster,


Nico ingin menjelaskan semua yang terjadi padanya dan mengingatkan kembali siapa dirinya.


"Tenang Malika,ini aku Nico,"


"Nico"


Malika terdiam mendengar nama Nico yang terucap di bibir Nico.


Dia merasa tidak asing dengan nama Nico,tapi siapa Malika tidak bisa mengingat semuanya.


"Aku mohon kamu tenang,aku tidak ada niat jahat sama kamu,aku hanya ingin berbicara sebentar sama kamu,untuk tadi ya aku akui jika aku memang bersalah telah memelukmu,aku minta maaf sekali lagi"


Semua ucapan Nico berhasil membuat Malika penasaran akan masa lalunya,dia berpikir mungkin Nico tahu tentang masa lalunya.


Malika pun menyuruh suster untuk selalu ada di sampingnya,kemudian dia duduk di kursi bersama Nico.


Dengan persiapan yang maksimal,Nico yang saat itu sedang duduk bersama Malika merasa jika suasana ini pernah dia rasakan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku,mengapa kamu mengenaliku?"


Nico menghela nafasnya panjang,dia berusaha bersikap tenang di hadapan Malika.


"Malika,dulu kita selalu bersama setiap waktu,masa-masa kita berdua berlangsung dari sejak bangku sekolah SMP.,lanjut SMA kemudian kamu kuliah dan aku kerja,kita saling support satu sama lain"


Malika mendengar semua cerita Nico dengan baik,sembari berusaha untuk mengingat semua secara perlahan.


Suster yang mendengar dan melihat Nico bersama Malika langsung menghubungi Bu Arum dan memberitahu semua jika Malika sedang bersama Nico saat ini.


"Apa,Malika bersama Nico,ini tidak boleh dibiarkan"


Dengan segera Bu Arum menuju taman menemui Malika dia pergi dengan suasana hati yang panas,sehingga raut wajahnya pun sangat tidak bersahabat di lihat.


"Kamu tidak boleh lagi mengganggu anakku Nico,aku tidak akan biarkan itu"


...


Nico merasa jika Malika bisa mempercayainya kali ini jika dia mengatakan bahwa dia adalah kekasihnya.


"Lantas siapa kamu,apa hubungan kita sehingga kamu tahu segalanya tentang aku?"


"Semua tahu jika aku dan kamu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai,bahkan kita sudah berjanji akan saling setia demi cinta kita"

__ADS_1


Malika sangat terkejut mendengar semua penjelasan Nico yang mengakui dirinya sebagai kekasih hati yang berjanji akan setia padanya.


Malika sangat marah mendengarnya,dia tidak bisa terima karena dia tahu jika dia hanya milik Keenan yang sebentar lagi akan menikahinya.


"Itu tidak mungkin,aku sudah bertunangan dengan mas Keenan,aku bukan kekasihnya,sepertinya orang ini hendak menipuku dan memanfaatkan ku dengan ingatan yang hilang"


Pikir Malika tidak segampang itu percaya dengan orang lain.


Nico sangat pandai dan cerdas,dia sangat tahu jika Malika sedang meragukannya,meragukan semua yang dia sampaikan.


"Aku tahu kamu ragu,aku tahu kamu takut dan cemas,aku tahu semua itu,karena aku tahu betul ekspresi wajahmu ketika kamu ragu atau bingung,ketika sedih,bahagia dan semuanya aku tahu semua tentang dirimu,karena aku adalah Nico,kekasihmu"


"BOHONG"


Teriak Bu Arum dari kejauhan kepada Malika dan Nico,Bu Arum tak sengaja mendengar semua ucapan Nico pada Malika.


"Dia pembohong nak,jangan dengarkan dia"


Ucap Bu Arum pada Malika tentang Nico.


Malika dan Nico pun sangat terkejut dengan kedatangan Bu Arum yang tiba-tiba itu.


"Ibu,kau ada disini?"


Tanya Malika dengan nadanya yang lemah karena terkejut.


Sebelumnya suster Sri pernah diberi pesan oleh Bu Arum untuk menjaga Malika,menjaganya dari sakit dan dari Nico.


Bu Arum pun memperlihatkan foto Nico pada sang suster sehingga dia mengetahui jika pria yang sedang bersama anaknya kini adalah Nico.


Malika pun bangun dan berdiri tepat di samping sang ibu.


"Jangan dengarkan pria ini nak,dia pembohong,dia ingin membawamu pergi dari ibu".


Bu Arum memeluk Malika dan mencegah dia pergi dari sampingnya walau hanya sesaat.


Tentunya Malika sangat bingung,siapa yang telah berbohong,Nico atau sang ibu.siapa yang harus dia percayai.


"Aku tidak berbohong Malika,dengarkan aku,aku Nico,kekasihmu"


Bu Arum menarik tangan Malika untuk segera pulang bersamanya,dia pun menghentikan Nico dan memperingatkan nya untuk yang kedua kali jika dirinya tidak boleh lagi menemui anaknya Malika.


"Kamu harus pergi,ayo kita pulang".


"Tapi Bu,,Malika ingin mendengarkan nya sebentar."


Nico memaksa Bu Arum untuk mengijinkannya bicara dengan Malika.


"Saya mohon Bu,izinkan saya untuk bicara pada Malika sebentar saja,".


Nico memohon dengan tulus pada Bu Arum untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Namun Bu Arum melarang nya dengan sangat tegas


"Sekali tidak tetap tidak,


Aku tidak akan pernah membiarkan anakku bertemu denganmu"


Nico merasa sedih karena Bu Arum tidak mau mengijinkannya untuk bicara pada Malika.


Namun dia tidak kehabisan akal,Nico pun berteriak pada Malika seperti saat dimana dia menembaknya dulu saat masih SMP.


Dengan teriakannya, Nico mengucapkan kata cintanya nya pada Malika


"Malika aku mencintaimu,aku berjanji akan selalu setia padamu"


Teriak Nico pada Malika yang membuatnya terdiam dan berusaha mengingat Nico .


"Siapa sebenarnya dia,mengapa aku tidak mengingatnya samasekali"


Lirih Malika yang di jemput paksa oleh sang ibu.


Bu arum Manarik tangan Malika dengan sangat keras sehingga dia merasa kesakitan.


Sesampainya di rumah,


Malika terpukul sekali akan kejadian tadi siang yang menimpanya.


"Sebenarnya siapa pria itu mengapa aku sama sekali tidak mengingatnya, ah..."


Malika kesal pada ingatan nya yang tak kunjung mengingat sedikitpun pada pria itu.


setelah tiba di rumah kemudian Malika pun langsung pergi menuju kamar nya.


Dan disaat itu pula Keenan datang untuk menghibur Malika,meski hatinya masih gelisah memikirkan Kartika.


...


Keenan yang saat itu masih teringat akan Kartika coba mengingat kembali apa yang sudah mereka lalui bersama agar sedikit demi sedikit beban itu lepas dengan sendirinya.


Dia tidak mau jika keadaannya sekarang bisa membuat Malika curiga kepadanya.


Keenan pun berusaha bersikap biasa.


Keenan membawa sekotak donat bertuliskan (SMILE)


lengkap dengan gambar senyum di donat tersebut.


"tersenyumlah seperti donat ini,maka kamu akan terlihat cantik kembali"


Ucap Keenan menghibur Malika yang terlihat sedang kesal.


Malika pun sesaat berpikir mungkin memang benar,pria tadi sedang menipu ingatannya .

__ADS_1


karena dia percaya tidak mungkin Keenan akan membohongi dan menghianatinya.


__ADS_2