Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Wanita di kamar mandi


__ADS_3

Malika sudah bisa pulang,Keenan setia menemani Malika dengan seribu kesibukannya.


Keenan mampu memprioritaskan Malika di nomor satu dari pekerjaannya.


Entah apa yang Malika rasakan saat ini,


Hati kecilnya menolak untuk menikah dengan Keenan,namun melihat kebaikan yang tulus dan sinar cinta di mata Nico membuat nya tidak bisa menolak pernikahan mereka.


"Saya ingin bertanya sesuatu pak?"


"Tanya saja,apa yang ingin kamu tanyakan?"


Sambil menyetir Keenan menjawab pertanyaan Malika.


"Apa kamu sudah benar siap menikah denganku pak?"


Keenan terdiam saat Malika menanyakan hal itu,dia pun menanyakan perasaan Malika kepadanya,dia tidak akan memaksanya jika memang Malika masih belum siap untuk menikah dengannya.


Malika penasaran mengapa Keenan bersikap seperti itu,dia mengira jika Keenan akan merayu atau meyakinkannya untuk menikah dengannya.


Tapi justru sebaliknya,


"Aku tidak berusaha meyakinkanmu karena aku tidak mau memaksakan kehendak yang memang belum siap kamu lakukan,aku akan menunggumu sampai kamu yakin dengan hati kamu sendiri untuk menikah denganku"


Jawaban Keenan kembali membuat keyakinan hati Malika tumbuh,dia merasa jika Keenan memang pantas untuknya.


Di mata Malika Keenan sosok pria baik,tulus,dan penyayang.


Dia juga pekerja keras dan bertanggung jawab,maka tidak ada alasan bagi Malika untuk menolak Keenan yang nyaris sempurna sebagai suami.


"Aku bersedia pak"


"Bersedia apa?"


Keenan tersenyum pada Malika seakan mengerti dan coba menggoda Malika.


"Saya bersedia menikah denganmu"


Sebuah ucapan yang membuat hati Keenan berbunga-bunga.


Dia tidak menyangka jika Malika mau menikah dengannya,namun di hati kecilnya dia pun merasa sedih karena Malika menyetujui pernikahannya dalam keadaan hilang ingatan.


Keenan pun teringat akan Nico,mantan kekasih Malika yang telah menyerangnya tadi siang,


"Jika ingatanmu sudah kembali,apa kamu masih mau bersamaku Malika,apa kamu tidak akan kembali.lahi pada Nico?"


Tanya hati Keenan gelisah.


Malika meminta berhenti sebentar karena dia ingin pergi ke toilet,akhirnya Keenan memberhentikan mobilnya di mall.


"Aku turun sebentar ya,kamu tunggu saja disini"


"Kamu bisa sendiri?"


Keenan menghawatirkan keadaan Malika yang baru saja keluar dari rumah sakit.


Namun Malika berhasil meyakinkan Keenan jika dirinya baik-baik saja.


Malika pun masuk ke mall untuk sekedar numpang ke kamar mandi,namun memang ada beberapa barang yang sekalian akan dia beli.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi,Malika mendengar suara perempuan yang sedang menangis di samping kamar mandi yang dia pakai,


Malika penasaran,karena suara tangisannya terasa sesak Malika rasakan.


Malika seakan turut sedih dengan tangisannya,saat Malika keluar dari kamar mandi,dia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu toilet tersebut.


Tok tok tok...


"Mba tidak apa-apa?"


Malika coba mengetuk pintu dan bertanya pada wanita yang menangis di dalamnya.


Seketika suara tangisan itu pun tak terdengar,pintu toilet pun perlahan terbuka.


Malika tersenyum kecil pada wanita yang ada di depannya sekarang.


"Mba kenapa menangis?apa ada yang mba rasakan?mba mau saya antar ke rumah sakit?"


Tanya Malika pada wanita itu.


"Maafkan aku,jika tangisanku mengganggumu,"


Wanita itu meminta maaf pada Malika karena telah mengganggunya dengan suara tangisannya.


Tentunya Malika tidak bermaksud seperti itu,Malika hanya penasaran apa yang terjadi padanya.


"Terkadang menangis akan membuat kita merasa tenang,maka tidak ada yang melarang kita untuk menangis"


Dengan senyum nya Malika kembali Menenangkan wanita itu.


"Terimakasih,sebenarnya,aku sedang merasa sedih,ini kali pertama aku kembali ke sini setelah sekian lama,namun itu pun karena hal yang sangat membuat saya sedih, kakak saya kecelakaan"


Sebagai pendengar yang baik,Malika pun mendengarkan semua curahan wanita itu,dia tidak mau menambah kesedihannya dengan membiarkan dia sendiri.


"Saya turut sedih dengan semua kesedihan mbak"


Malika pun bertanya hendak kemana tujuan wanita itu pergi setelah dari sini,wanita itu pun menjawab jika dirinya hendak ke rumah sakit Hermina.


Malika menawarkan diri untuk mengantarnya sampai rumah sakit,namun wanita itu menolak tawaran Malika.


"Terimakasih mbak sudah baik kepada saya,tapi tidak,saya bisa pergi sendiri,saya tidak mau merepotkan mba"


Malika pun tidak memaksa wanita itu mau dia hantarkan,kemudian ponsel Malika pun berdering,dia menanyakan keberadaan Malika dimana,dia juga memberitahu jika Keenan menunggunya di depan mall bukan di tempat parkir.


"Kamu bisa langsung keluar pintu depan saja sayang,aku menunggumu di luar"


"Ya baiklah,aku segera kembali"


"I love u".


Ucapan cinta Keenan di ujung telpon membuat Malika tersenyum geli mendengarnya.


"Hihi i love u to"


Dengan senyum yang tak mampu Malika tahan,diapun membalas kata cinta Keenan padanya.


Wanita yang mendengar Malika bicara dengan lawannya di ponsel ikut tersenyum mendengarnya.


"Pasti dia sangat mencintaimu?"

__ADS_1


Tanya wanita itu.


Malika pun hanya menjawab dengan senyumnya.


"Kalau begitu saya keluar duluan ya,mbak tidak apa-apa saya tinggalkan sendiri?"


Tanya Malika sebelum meninggalkan kamar mandi.


Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya.pertanda jika dirinya baik-baik saja.


Malika pun pergi menuju Keenan yang sudah menunggunya di depan.


Mobil Keenan berada di sebrang jalan,Malika perlahan turun dari tangga mall hendak menyebrang menuju Keenan,


Namun tiba-tiba saja,sebuah motor melaju dengan kencang menuju Malika sehingga Malika nyaris tertabrak,Keenan yang melihat dari balik jendela mobil sangat terkejut dan berlari menyelamatkan Malika namun tidak berhasil.


"Malika awas"


Teriak keenan.


Bruk


Sebuah tangan lembut berhasil menyelamatkan Malika di waktu yang tepat.


Malika terjatuh bersama wanita yang telah menolongnya,


Wanita yang dia temui di kamar mandi telah menyelamatkan nyawa malika.


"Ah.."


Malika dan wanita itupun terjatuh hingga membuat keduanya terluka.


Keenan yang menyadari jika Malika selamat,langsung berlari dengan kecemasan yang tinggi berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Malika.


"Malika sayang,bangunlah kau tidak apa-apa kan?"


Keenan memeluk erat Malika dengan kecemasannya.


"Aku baik-baik saja"


Dengan suara lemah Malika pun menjawab


"Tapi dia terluka pak"


Wanita yang telah menariknya ternyata pingsan setelah menyelamatkan Malika.


Keenan pun cemas dan coba memanggil bantuan kepada warga sekitar untuk menolongnya.


"Tolong bawa gadis itu kedalam mobil saya pak"


Keenan menyuruh warga yang datang untuk membawa wanita itu kedalam mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit.


Malika pun teringat akan curahan wanita itu jika dirinya hendak ke rumah sakit Hermina.


Maka Malika pun menyuruh Keenan untuk membawanya ke rumah sakit Hermina.


"Tapi rumah sakit Hermina jauh dari sini,kita harus berputar arah "


"Tidak apa-apa pak,tadi dia sempat bicara jika dirinya hendak pergi ke rumah sakit Hermina untuk menemui kakaknya yang kecelakaan"

__ADS_1


Rambut wanita itu terurai sehingga menutupi wajahnya,Keenan pun tidak bisa melihat siapa sebenarnya wanita itu,mengapa perasaannya tidak menentu.


__ADS_2