Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Permintaan Bu Arum


__ADS_3

Keenan pun pergi menuju tempat yang sudah di janjikan klien,Keenan melajukan mobilnya dengan tenang karena dia tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang mengikutinya.


Namun di pertengahan jalan,Keenan pun akhirnya menyadari jika ada motor yang mengikutinya sedari tadi.


"Siapa dia?mengapa dia mengikuti ku?"


Pikir Keenan tentang pria yang mengendarai motor itu,


Keduanya pun kini saling mengejar,Nico mengejar mobil Keenan yang laju nya semakin kencang.


Keenan pun akhirnya memberhentikan mobilnya dan ingin tahu siapa yang telah mengikutinya.


Mobil Keenan menepi dan akhirnya motor Nico pun ikut berhenti.


Keenan pun keluar dari mobilnya,begitupun Nico,tanpa membuka helm Nico langsung menyerang Keenan,hingga Keenan pun terjatuh.


Keenan tidak mengenal siapa yang telah menyerangnya saat ini,dia pun melawan dan balik menyerang Nico.


Dalam ilmu bela diri justru Keenan lebih kuat dari Nico,karena selain cerdas di bidang perkantoran dan bisnis,Keenan juga di bekali ilmu bela diri oleh keluarganya untuk bisa menjaga diri dan yang lainnya dari berbagai serangan.


Serangan Keenan pun mulai melemahkan Nico,dia tidak menyangka jika Keenan ternyata lebih kuat darinya.meskipum begitu,dia tidak mau kalah Nico kembali bangkit dan melepaskan helm yang menutupi wajahnya.


"Nico"


Dalam hati Keenan dia mengenal wajah yang saat ini sedang menyerangnya,mengapa dia menyerangnya dan apakah dia mengenalnya.


Keenan pun memancing Nico untuk bicara lebih dulu


"Siapa yang menyuruh kamu untuk menyerang ku?di bayar berapa kau oleh mereka?"


Keenan berlaga tidak mengenal dan mengetahui tentang Nico,


Namun Nico merasa jika Keenan sudah mengetahui siapa dirinya,tidak mungkin jika Bu Arum tidak menceritakan tentang dirinya pada Keenan.


"Kau jangan berpura-pura,kau sudah tahu siapa aku"


Nico kembali menyerang Keenan,keduanya pun kini saling baku hantam.


Dengan satu tendangan mematikan dari Keenan bisa saja dia layangkan,tapi Keenan tidak tega untuk melakukan nya pada Nico,mengingat dia pria yang sangat dicintai oleh Malika.


"Sebenarnya apa mau mu?"


"Aku ingin kau menjauh dari Malika ku,dia milikku dan selamanya akan seperti itu"


Dengan luapan emosi,Nico berteriak dengan lantang pada Keenan jika Malika hanya miliknya.

__ADS_1


"Malika hanya milikku tidak akan ada yang lebih mencintainya selain diriku"


Keenan melihat kesungguhan di mata Nico untuk Malika.


"Kau tidak mencintainya,tapi kau hanya ambisi kepadanya,begitupun dengan Malika,dia tidak mencintaimu,dia sudah melupakan mu"


Jawab Keenan yang tidak mau kalah membela cintanya untuk Malika juga sangat besar.


Tak lama kemudian sirine polisi pun terdengar sehingga membuat Nico dengan rusuh meninggalkan Keenan.


"Hari ini kau selamat Keenan,tapi besok lihatlah aku tidak akan mengampuni mu "


Dengan terburu-buru Nico pergi meninggalkan Keenan sebelum polisi tiba di TKP.


Keenan pun tidak menyangka jika pertemuan pertamanya dengan Nico akan seperti ini,


"Dia memang tempramental,dari nada bicara dan tatapan matanya menunjukkan jika dia bukanlah pria baik untuk Malika."


Ucap Keenan pun juga pergi meninggalkan TKP sebelum polisi datang.


***


Selesai dokter memeriksa Malika.


"Apa aku bisa segera pulang dok?"


Malika pun akhirnya menuruti saran dokter untuk semalam lagi di rumah sakit,Malika melihat Bu Arum sedang termenung,entah apa yang sedang dia pikirkan kali ini,mengapa dia sampai termenung seperti itu,


"Ibu sedang memikirkan apa?"


Tanya Malika pada Bu Arum yang sedang duduk melihat langit di sisi jendela.


"Ibu sedang memikirkan masa depanmu,"


"Loh kenapa memangnya Bu,Malika baik-baik saja,Malika janji,jika nanti Malika sudah sembuh,Malika akan kembali bekerja demi kesuksesan kita"


Malika tersenyum pada Bu Arum dan coba menghiburnya.


"Bukan itu yang ibu khawatirkan saat ini nak,ibu hanya memikirkan kesehatanmu dan masa depanmu, setelah menikah kau akan meninggalkan ibu sendiri di rumah,kau akan pergi mengikuti suamimu kelak"


Malika pun memeluk ibunya itu seraya berkata jika meskipun dirinya sudah menikah,dia tidak akan pernah meninggalkan ibunya dan berjanji akan selalu ada untuk ibunya.


Bu Arum pun mencium kening Malika dan mengusap kepalanya.


Dia meminta Malika untuk kembali istirahat,dan jangan terlalu berpikir macam-macam karena itu akan mengganggu kesehatannya.

__ADS_1


Malika pun berbaring di ranjang nya,sembari bercerita dengan Bu Arum,karena penasaran Malika pun mulai menanyakan tentang hubungannya dengan Keenan.


"Oh ya Bu,kenapa sampai saat ini,Malika tidak pernah mengingat satu peristiwa pun tentang kenangan Malika bersama pak Keenan kenapa ya Bu?"


Satu pertanyaan yang membuat Bu Arum kembali berpikir dan akan berbohong lagi pada Malika.


Bu Arum mengatakan jika semua ingatannya nanti akan muncul dengan sendirinya,mungkin sekarang ingatan dia pada semua kenangan bersama Keenan belum muncul,tapi nanti saat waktunya tiba dia pun akan mengingatnya.


Malika pun tidak memaksa Bu Arum untuk menceritakan tentang kisahnya bersama Keenan.


"Tapi ibu ada permintaan pada kamu nak?"


Malika pun tersenyum dan menanyakan apa permintaan Bu Arum padanya.


"Ibu mau 7 hari setelah kamu pulang dari rumah sakit,kamu harus menikah dengan Keenan ya,"


"Hah 7 hari,mengapa?itu terlalu cepat Bu,Malika pun belum mengingat semua nya,"


"Seiring berjalannya waktu,kamu pun juga akan mengingat kembali semua ingatanmu nak,"


Malika hanya terdiam dengan semua permintaan ibunya untuk segera meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


***


Nico yang sedang kesal karena dirinya tidak berhasil mencelakai Keenan melempar semua barang yang ada di dekatnya.


"Ah sial"


Dia membanting kan gelas yang ada di tangannya hingga membuat Bu Ratna dan kedua adiknya ketakutan.


"Kamu kenapa co,sadar,istighfar nak jangan seperti ini"


Perangai Nico yang pemarah kini kembali setelah sekian lama dia hidup tenang dengan adanya Malika di hidupnya.


"Aku tidak bisa kehilangan Malika Bu,aku tidak akan sanggup"


Dalam kemarahannya Nico pun menitikkan air matanya karena takut kehilangan Malika.


Bu Ratna pun memahami perasaannya.karwna dia tahu jika Nico sudah mencintai satu wanita,maka selamanya dia akan selalu mencintainya.


Kehidupan menyakitkan di masa lalu membuatnya bertekad untuk menjadi seorang pria yang mencintai satu wanita.


Dia tidak ingin seperti ayahnya yang mencintai wanita lain selain ibunya,dia sangat membenci ayahnya .


"Tenanglah nak,tenang, ibu yakin Malika hanya untuk kamu,ibu yakin Malika tercipta untuk hidup bersamamu"

__ADS_1


Bu Ratna coba menenangkan Nico agar amarahnya sedikit meredam.


Nico pun memeluk ibunya dan berlindung pada hatinya.


__ADS_2