
Bu Ratna mengatakan semua kebenaran yang terjadi di foto itu Pada Nico,
Bu Ratna berhasil meyakinkan Nico bahwa Malika tidak menghianati nya,
Nico merasa menyesal karena telah menyakiti perasaan Malika dengan semua kata-kata dan tuduhannya,
Nico pun berusaha menghubungi Malika,
Namun masih tidak bisa di hubungi,
"Maafkan aku Malika,aku sudah menyakiti perasaanmu"
Ucap Nico menyesali perbuatannya pada Malika,
...
Dan disaat itu pula Malika kembali menemui ibunya,Malika kembali berusaha mendapatkan maaf dari ibunya,
"Bu..buka pintunya Bu,Malika minta maaf,"
Ucap Malika mengetuk pintu kamar Bu Arum,
"Malika mengakui Malika sudah membohongi ibu selama ini,maafkan Malika Bu,Malika tidak sanggup jika ibu mendiamkan Malika,buka pintunya Bu"
Lanjut Malika,
"Untuk apa kamu terus berjanji jika kamu tidak bisa memegang janji itu"
Jawab Bu Arum di dalam kamar,
Malika menangis meminta maaf pada Bu Arum,
Bu Arum pun tidak tega mendengar Malika terus memohon meminta maaf padanya,
Sebagai ibu,dia juga tidak ingin anaknya bersedih,Bu Arum pun membuka pintu kamar ,Malika langsung memeluknya
"Malika minta maaf Bu,Malika mohon"
Ucap Malika,
"Kalau ibu tidak percaya,ibu simpan saja ponsel Malika,biar Malika tidak bisa berhubungan lagi dengan Nico"wa
Malika memberikan ponselnya pada ibunya dalam keadaan nonaktif,semua Malika lakukan agar dirinya tidak bisa menghubungi Nico,
Namun sebelum Malika memberikan ponselnya,
Malika memberi pesan terakhir pada Nico yang menyuruhnya untuk tidak lagi menghubunginya,
"Co,sebelumnya aku minta maaf jika selama ini aku sering membuatmu sedih,aku minta maaf karena selama ini aku belum bisa membuatmu bahagia,
Jika kau memang sudah tidak mencintaiku,maka aku rela kau melepaskan aku,mungkin aku memang bukan untukmu,maafkan aku"
Tulis pesan Malika sebelum mematikan handphone
nya,
Bu Arum hanya diam saat Malika memberikan ponselnya,
Perasaan Bu Arum begitu yakin jika Nico bukanlah pria yang baik untuk Malika,meskipun dia sangat mencintainya,dan Bu Ratna juga sudah menyayanginya,
__ADS_1
Insting seorang ibu selalu benar dan jarang melesat,
Bu Arum pun mengakui jika cinta Malika dan Nico sama-sama besar,namun untuk masa depan,Bu Arum sangat meragukan kriteria Nico yang pemarah dan pencemburu,
"Kali ini, Malika tidak akan berbohong lagi pada ibu"
Ucap Malika,
Bu Arum menerima semua janji Malika kepadanya,
Bu Arum berharap Malika tidak akan mengingkari janjinya lagi,
"Tadi siang ibu mendapat undangan tasyakur dari tetangga baru di depan rumah kita nak,kamu mau temani ibu kan?
Ajak Bu Arum pada Malika,
Malika tidak bisa menolak ajakan ibunya,meskipun dia tahu bahwa tetangga barunya ialah pak Keenan,
"Baiklah Bu,Malika bersiap dulu"
Malika bersiap menemani ibunya pergi ke rumah pak Keenan,
***
Pesan baru diterima
Nico membuka pesan dari Malika,
Betapa terkejut Nico membaca pesan Malika,air matanya berurai,dia tidak bisa percaya jika malika memutuskan hubungannya yang telah sekian lama mereka pertahankan,
"Malika"
Teriak Nico hancur atas keputusan Malika kepadanya,Nico memang merasa bersalah karena telah menghina nya dalam kemarahan,
Namun dia merasa bahwa dirinya hanya terbawa emosi,dia tidak sengaja melakukan semua itu,
"Ini tidak akan baik,aku harus pulang ke Bandung malam ini juga"
Ucap Nico yang kesal karena Malika tidak bisa di hubungi,
Mendengar Nico hendak pulang ke Bandung,Andre langsung memberitahu Clara segalanya,
Kemudian Nico meminta ijin pada Clara lewat telepon untuk pulang dengan alasan ibunya sakit dan sedang membutuhkannya,
Clara yang sudah tahu semuanya dari Andre tidak mengijinkan Nico pulang,
"Maaf co,besok ada klien kita dari Surabaya,mereka ingin bertemu semua karyawan CV merdeka,jadi kamu tidak bisa pulang sekarang,mohon mengerti ya"
Jawab Clara dengan sengaja mencegah Nico untuk pulang,
Ternyata Clara dan Andre sudah bekerja sama,Clara meminta Andre untuk mendekatkan dirinya pada Nico,dia mengakui perasaannya bahwa dia mencintai Nico pada Andre,
Awalnya Andre menolak untuk membantunya,namun dia merasa kasihan pada Clara,Andre melihat Clara memang mencintai Nico,
Nico semakin kesal karena tidak bisa pulang menemui Malika,
Malika juga samasekali tidak bisa di hubungi,
Nico coba menghubungi teman-teman nya Malika di Bandung,namun tidak ada yang merespon,
__ADS_1
Semua teman Malika sudah mengetahui watak Nico yang pemarah,
Setiap kali Malika tidak bisa dihubungi,pasti Nico akan mencari kabar kepada teman-temannya,namun bukannya berterimakasih jika mereka menolong Nico,
Mereka justru mendapat semprotan kemarahan Nico atas masalahnya,
Itu sebabnya mereka tidak merespon panggilan Nico,
Nico coba menghubungi Tiara,sahabat karib Malika,
Tiara menerima panggilan dari Nico,
Nico merasa bersyukur karena Tiara mengangkat telponnya,
Nico menceritakan semua masalah nya pada Tiara,
Tiara pun dengan setia mendengarkan semua cerita Nico,berharap Nico akan sedikit meras tenang akan masalahnya,
"Sebelumnya maaf co,sebenarnya saat ini aku sedang di Surabaya,tapi aku akan coba menghubungi Malika semampuku ya,kamu yang sabar,fokus saja dengan pekerjaanmu,jika tuhan mentakdirkan kalian tetap bersama,maka Malika tidak akan kemana-mana"
Jawab Tiara dengan semua nasihatnya yang memang sedikit membuat perasaan Nico tenang,
"Baiklah Tiara,aku minta maaf karena sudah merepotkan mu,terimakasih juga karena nasihatmu sudah membuat aku sedikit lebih tenang,"
Jawab Nico,
***
Dilain tempat,seluruh tetangga di komplek rumah Malika menghadiri tasyakur rumah baru pak Keenan,
Mereka belum tahu jika pak Keenan adalah atasan Malika di kantor,begitupun Bu Arum,
Malika berpakaian rapi tertutup dengan hijabnya berwarna coklat susu,warna halus yang membuat nya semakin terlihat sangat cantik,
Pak Keenan tidak mengetahui jika Malika tinggal di sebrang rumahnya,saat Keenan menyambut para tamu dan mempersilahkan mereka masuk dengan keramahannya,tak sengaja dia melihat sosok Malika berdiri tepat di hadapannya,
"Kau..."
Ucap Keenan pada Malika,
"Kau begitu tampan nak,semoga kau betah di rumah barumu ini ya"
Ucap Bu Arum pada Keenan yang berdiri tepat di hadapan anaknya,
Malika hanya diam tanpa kata,suasana hatinya masih belum bisa bersahabat dengan sekelilingnya,meskipun dia sedang berhadapan dengan atasannya,Malika hanya diam mengacuhkannya,
Namun saat Bu Arum sedikit mencubit tangannya,Malika pun tersenyum pada Keenan dengan terpaksa,
Keenan merasa lucu melihat senyum Malika yang terpaksa,dia pun tidak banyak merespon karena banyak tamu yang datang,
Sebenarnya,rumah itu bukan rumah baru Keenan,tapi rumah baru adiknya yang bernama suci,
Suci janda beranak satu yang baru setahun ini di tinggal meninggal oleh suaminya saat bertugas di jalur Gaza dalam misi mulianya mewakili negara Indonesia,namun sayang nasibnya sangat malang,dia harus gugur di misi itu,
Tak pernah terpikirkan oleh Malika,mengapa bos nya itu memilih tinggal di perumahan sekitar dirinya,padahal di komplek ini bukan kalangan orang elit atau sosialita yang banyak dilakukan kebanyakan orang kaya lainnya,
Dan ternyata ini memang keinginan suci,dia ingin menepi dari hiruk pikuk keramaian kota Bandung,meskipun kota Bandung di kenal kota damai dan tidak panas seperti hiruk pikuk di Jakarta,.namun suci memang ingin menepi dari semua keramaian itu,
Suci ingin fokus membesarkan anak semata wayangnya yang bernama Alana putra Atmaja,tanpa gangguan dari banyak saudaranya yang haus akan kekayaan keluarganya,
__ADS_1
Suci sangat dekat dengan Keenan kakak tertuanya,
Suci merasa Keenan tidak serakah seperti saudaranya yang lain,itu sebabnya Keenan menemani suci untuk sementara waktu ini,