
Dalam hati, Nico sangat marah besar pada Malika dengan keadaan ini, satu sisi Malika masih dalam pemulihan pasca operasi, satu sisi yang lain Nico tidak bisa menahan luapan emosinya, alhasil dia berdiri dan pergi meninggalkan Malika sendirian tanpa sepatah katapun, dan itu membuat Malika bingung, apa yang terjadi pada suaminya?
" Co, mas Nico"
Panggil Malika saat melihat Nico pergi darinya,
Dalam hati Malika terus bertanya, apa yang terjadi pada suaminya? Mengapa dia bertingkah aneh seperti itu, apakah ada yang salah dengan dirinya?
Malika terus memikirkan semua itu di tengah kondisinya yang masih lemah.
...
Sementara itu, Nico pergi keluar melihat awan hitam di langit
Dibawah langit yang gelap, Nico berteriak sekencang mungkin berharap dia bisa meluapkan semua emosi didalam hatinya yang sedang membara.
"Ah..."
Teriak Nico mencurahkan semua kekesalan, kemarahan, kekecewaannya pada langit malam.
Dalam hati Nico sangat menyesal untuk semua yang dia lakukan dengan Clara.
Dia sangat bersedih karena semua usahanya untuk membahagiakan Malika seakan pupus, Nico merasa seperti suami yang tidak berguna, disaat istri dan anaknya membutuhkan dirinya, dia tidak mampu mencukupi semua kebutuhan mereka.
"Aku memang tidak berguna, bodoh dasar bodoh"
__ADS_1
Namun seketika raut wajah Nico tersenyum bahagia seperti orang tidak waras, Nico tertawa mengingat semua yang dia lakukan bersama Clara.
"Hahahaha hanya aku pria bodoh, jika aku menolak semua kesenangan itu semua"
Nico begitu depresi dengan semua yang terjadi padanya saat ini.
Nico berpikir mungkinkah Malika akan mengetahui hubungan dirinya dengan Clara?
...
Pikiran Malika kini terbagi dua, di satu sisi dia sedang memikirkan anak bayinya yang masih di rawat di ruang inkubator, di sisi lain, dia juga memikirkan perubahan sikap Nico padanya.
"Entah kenapa aku merasa Nico berubah, dia tidak ada disaat aku melahirkan? Kemana dia? Dan saat ini, disaat aku membutuhkan uluran tangan untuk memelukku, dia tiba-tiba pergi. Apa yang terjadi padamu co?"
Tanya hati Malika akan semua yang sedang dia pikirkan.
Flashback Nico pun teringat akan masa lalunya yang indah bersama Malika, masa dimana saat mereka masih pacaran, Nico pun teringat dimana ciuman pertamanya mendarat di bibir mungil Malika saat itu, semua terasa indah.
Air mata Nico pun mulai menetes mengingat semua cintanya yang besar pada Malika.
"Bodoh bodoh aku memang bodoh, tidak seharusnya aku pergi meninggalkan Malika disaat seperti ini, Malika baru saja melahirkan anakku, anak kita, jahat rasanya jika aku tidak ada bersamanya"
Nico pun tersadar akan kesalahannya yang meninggalkan Malika sendiri di rumah sakit.
Dengan segera, setelah tersadar Nico pun balik kembali ke rumah sakit untuk menemani Malika.
__ADS_1
Sepanjang jalan dia berharap Malika tidak akan marah atau kecewa padanya karena telah meninggalkan dirinya.
Setiba di rumah sakit, Nico berjalan menuju kamar Malika, dan setelah dia masuk ke kamar tempat Malika di rawat, ternyata Malika sudah tertidur dengan pengaruh obat dari dokter dan cairan infus yang menempel di nadinya.
Nico berjalan perlahan menuju Malika, dia menatap wajah Malika dengan dalam, di lihatlah wajah perempuan yang sangat dia cintai itu, perempuan yang telah memberinya seorang putra dengan semua perjuangannya.
Nico tersenyum melihat wajah Malika yang terlelap, namun seketika bayangan Clara muncul di wajah Malika yang sedang dia lihat.
"Astaga.. tidak"
Nico menggelengkan kepalanya, berusaha sadar dari semua bayangan Clara dan rasa bersalahnya.
Nico pun kembali melihat wajah Malika dan melihat kelopak mata Malika sembab.
"Matamu sembab sayang, maafkan aku, pasti kamu menangis karena aku pergi darimu"
Ucap Nico menyesali semua yang terjadi.
Melihat air mata Malika yang masih basah di pipinya, Nico pun teringat semua perjuangan hubungan mereka bisa sampai ke jenjang seperti ini.
Sungguh bukan perjuangan yang biasa saja.
Bertahan selama bertahun-tahun menjalani kasih dan meminta restu Bu Arum sampai Nico nekad melenyapkannya hanya untuk bersama Malika.
Tapi sekarang, disaat mereka sudah bersatu, Nico justru mengkhianatinya.
__ADS_1
Nico pun menggenggam tangan Malika dan terlelap disampingnya.