
Pagi pun tiba,
Malika mulai tersadar,kepalanya sangat pusing dan berat sekali.
Saat dia membuka mata,seketika tangannya memegang kepala dan merintih kesakitan,seluruh tubuhnya pun juga sama,rasa sakit dan pegal dirasakan olehnya.
"Aduh kepalaku,kenapa sangat sakit sekali,badanku juga rasanya remuk"
Saat menyadari jika dirinya kini dalam keadaan tanpa busana dan hanya tertutup selimut,Malika langsung ingat dan berteriak histeris.
"Tidak..tidak,apa yang sudah terjadi semalam ini tidak mungkin."
Malika menangis sedih karena teringat akan semua yang terjadi semalam,
Meski ingatannya setengah sadar,namun dia mampu mengingat sedikit demi sedikit apa yang telah terjadi semalam.
Malika tidak menyangka jika Nico bisa tega melakukan itu semua padanya.
Malika sangat kecewa pada Nico.
Dalam kelemahannya Malika coba bangkit dan berdiri,perasaannya semakin tidak terkendali kala melihat tetesan darah keperawanannya di menempel di atas sprei kasur kamar hotel.
Air matanya semakin deras,tubuhnya kembali runtuh,dan saat ini Malika menangis di sudut tempat tidur,
"Kenapa kamu lakukan semua ini Nico,kenapa?"
__ADS_1
Kesucian yang selama ini dia pertahankan untuk suaminya kelak,akhirnya telah terenggut begitu saja oleh pria yang memang dia cintai.
Malika tidak bisa membayangkan bagaimana jika sampai ibunya tahu jika Nico sudah merenggut kesuciannya,bukan hanya tidak di restu i, Bu Arum mungkin bisa melaporkan Nico pada polisi.atau bahkan bisa melakukan yang lebih dari itu.
"Brengsek kamu Nico,aku tidak menyangka ini darimu"
Malika pun coba berdiri meski sakit dia rasakan di seluruh tubuhnya terlebih di area sensitifnya,
Dia merasa sangat perih,langkahnya pun tidak bisa dia atur.
Malika pun sampai di kamar mandi,dia kembali menangis di derasnya guyuran air yang mengalir dari kran shower yang membasahinya.
Malika sangat takut dan cemas untuk semua yang telah dia lakukan bersama Nico.
Suara tangisnya pun semakin menjadi.
"Ah..."
Teriak Malika.
...
Bu Arum yang kala itu masih merasakan kegelisahannya tidak bisa tenang karena Malika belum juga pulang.
"Kenapa kamu masih belum pulang Malika?Tiara juga kemana? Kenapa dia tidak bisa di hubungi samasekali?"
__ADS_1
Bu Arum pun memutuskan untuk menyusul Malika ke rumah tiara.karena dia sangat cemas akan keadaannya.
Nico pun tiba di kamar hotel,dia masuk saat melihat hendak memakai baju,sontak Malika pun terkejut dan berteriak mengusir Nico.
Nico pun meminta maaf karena tidak sengaja masuk kamar Malika disaat yang tidak tepat.
"Maafkan aku,baiklah aku akan membalikkan badanku,kau pakailah pakaianmu dulu."
Setelah di pikir Malika,untuk apa Nico membalikan badannya,sedangkan dia sudah tahu seluruh tubuh dan sudah menikmatinya.
Dengan nada sindiran Malika pun berucap untuk apa Nico membalikkan badannya,Malika mengatakan jika dirinya sudah tidak suci lagi,jadi untuk apa Nico berlaga sok benar dihadapannya.
Nico sedikit tersinggung atas ucapan Malika padanya,namun meskipun begitu Nico mengerti dan memahami perasaan Malika yang kecewa kepadanya.
Nico memeluk Malika dari belakang,dia coba menenangkannya,dan minta maaf padanya.
"Maafkan aku sayang,aku tahu kamu kecewa dan sangat marah sama aku,tapi aku melakukan itu karena aku tidak mau kehilangan kamu"
Ucap Nico masih memeluk Malika berharap dia tidak akan merasa sedih lagi.
"Tapi cara kita salah co?"
Jawab Malika dengan air matanya yang membasahi pipi.
Nico pun mengusap air mata Malika,dia mengecup keningnya agar Malika merasa jika dia tidak sendirian didalam kesedihannya,nico.oum turut selalu berada untuk dirinya.
__ADS_1
"Aku akan bertanggung jawab untuk semuanya sayang"
Seketika kedua pandangan mereka pun saling menatap dalam.