
Nico pun akhirnya kembali ke tempat dia bekerja bersama Clara, sedangkan Clara meminta Nico untuk menurunkan dirinya di depan cafe Gemini, karena klien menunggunya disana.
Sepanjang perjalanan Clara tidak banyak bicara pada Nico seperti biasanya, dan itu justru membuat Nico merasa tenang karena tidak harus mendengarkan semua ceritanya.
Nico tidak curiga jika Clara diam karena kesal padanya, dalam hati saat Clara turun dari mobil berkata.
"Mengapa Nico tidak peka dengan kekesalanku, awas kamu Nico"
Gumam Clara yang kesal.
Tanpa sepatah katapun Nico berlalu setelah Clara turun dari mobil.
Dan tanpa sedikitpun merasa bersalah karena sudah menegur Clara tadi.
"Sial.. Nico"
Teriak Clara kesal saat mobil Nico melaju meninggalkan dirinya tanpa satu katapun terucap dari bibir Nico.
Nico pun kembali ke bengkel, dia bekerja seperti biasanya, dengan pikiran masih melayang pada Malika yang sendirian di klinik.
"Aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku agar aku bisa menemani Malika, kasihan dia pasti kesepian".
Pikir Nico kala mengingat Malika.
***
Suster pun masuk ke kamar Malika untuk mengganti cairan infus nya, Malika coba bertanya pada suster kapan dia bisa pulang?
"Oh ya sus, kapan saya bisa pulang, saya sudah merasa lebih baik sekarang?"
Tanya Malika.
Suster pun mengatakan jika sebentar lagi akan ada dokter yang akan memeriksa Malika dan memutuskan kapan dirinya bisa pulang.
"Begitu ya sus, baiklah, terimakasih sus"
Sambil melihat ke arah luar jendela, Malika tersenyum mengusap perutnya sendiri, dia tidak menyangka jika saat ini dirinya sedang hamil anak Nico.
"Aku tidak menyangka jika sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu, terimakasih tuhan karena engkau telah menghadiahkan anugrah terindah ini untuk kami"
Puji syukur Malika untuk semua anugrah yang dia miliki sekarang.
Mengingat Nico semakin hari terlihat sangat menyayanginya dan sangat bertanggung jawab, Malika pun merasa jika dirinya merasa menjadi wanita paling bahagia karena memliki segalanya yang tidak di miliki orang lain, yaitu pria yang sangat mencintainya.
"Aku sangat mencintaimu co, tetaplah seperti ini, mencintaiku selamanya."
Lanjut Malika membayangkan senyum manis suaminya itu.
Tak lama kemudian dokter pun datang untuk memeriksa Malika
__ADS_1
Dengan senyumnya yang ramah dr Gita menanyakan kabarnya.
"Bagaimana kabarnya Bu Malika? Apakah sudah merasa lebih baik?"
Tanya dr Gita.
Malika membalas senyum ramah dr Gita dengan senyumnya dan mengatakan jika dirinya sudah merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.
Dr Gita pun akhirnya memeriksa kembali keadaan Malika dan berkata jika saat ini kondisinya memang sudah lebih baik, namun dr Gita menyarankan pada Malika untuk mencukupi asupan gizinya jangan sampai terlambat makan dan jangan stres.
"Baik dok, saya akan menuruti perintah dokter, tapi kapankah saya bisa pulang?"
"Sore ini juga ibu Malika sudah bisa pulang, biar nanti suster yang memberikan resep vitamin yang harus ibu konsumsi, ingat ya jangan terlalu kecapean"
Pesan dr Gita pada Malika membuat sinar matanya berbinar bahagia.
"Akhirnya, aku bisa pulang, Nico pasti senang dengan kabar ini"
Dalam hati Malika berkata.
Dr Gita dan suster pun pamit keluar dari r
Kamar Malika dan melanjutkan memeriksa pasien lain.
Dengan perasaan bahagia Malika coba menghubungi Nico, panggilannya tersambung, namun tidak ada jawaban.
"Mungkin dia sedang sibuk bekerja"
Pikir Malika, kemudian Malika berinisiatif untuk mengirim pesan pada Nico memberitahukan jika dirinya sudah bisa pulang sore ini.
"Mas, kata dokter sore ini aku sudah bisa pulang, jangan lupa jemput ya, aku menunggumu"
Pesan Malika pada Nico yang ternyata terbaca sepintas oleh Clara.
Ponsel seluruh karyawan memang selalu di kumpulkan ketika bekerja, karena sudah menjadi peraturannya, saat membaca pesan tersebut, Clara pun mempunyai ide untuk mengerjai Nico agar Malika tidak bisa pulang.
...
Di hari pertama nya, Nico bekerja dengan sangat keras, terlebih banyak sekali kendaraan yang hrus dia betulkan, namun meskipun begitu, Nico menikmati pekerjaannya karena memang dunianya di dalam otomotif .
Sore pun tiba, Nico tidak menyadari jika waktu mulai sore, dia juga belum membuka ponsel, sehingga dia tidak tahu jika sore ini Malika sudah bisa pulang.
"Kerja kamu bagus juga ya, ini tips untuk kamu"
Ujar pak Ardi memberi uang tips kepada Nico karena hasil pekerjaannya sangat memuaskan.
Nico pun berterimakasih, pak Ardi pun meminta Nico untuk memperbaiki mesin mobil yang satunya lagi.
"Tapi jika bisa malam ini ingin saya pakai untuk pergi ke acara keluarga saya? Apa kamu bisa benarkan mobil itu?"
__ADS_1
Tanya pak Ardi pada Nico.
"Akan saya usahakan pak, "
Jawab Nico merasa jika kerja kerasnya terpakai.
Pak Ardi pun pergi dengan membawa mobil satunya yang berhasil Nico benarkan.
"Hebat kamu co, baru hari pertama sudah dapat pelanggan yang baik, bagi tips lagi"
Ujar Andre sahabatnya memuji kinerja Nico.
"Bisa saja kamu Dre, ayo kembali bekerja"
...
Malika yang saat itu sudah siap untuk pulang masih menunggu Nico, dia terus menghubunginya namun masih tidak Nico angkat.
"Mas Nico kemana sih, kenapa teleponku tidak dia angkat? Pesan pun tidak dia baca"
Malika mulai cemas jika Nico tidak akan bisa menjemputnya, karena untuk pulang sendiri pun dia masih belum tahu jalan menuju rumahnya.
Nek Rima dan Rishi yang saat itu juga akan pulang melihat Malika sedang menunggu jemputan di ruang tunggu, nek Rima tidak tega melihat raut wajah Malika yang sangat cemas.
"Nak, lihatlah nak Malika, kasihan dia, sepertinya dia tidak ada yang menjemput, nenek temui dia dulu ya?"
Ucap nek Rima pada Rishi membuatnya tidak suka, karena dia masih kesal akan perlakuan Nico padanya tadi siang.
"Sudahlah nek, tidak usah, nanti ada suaminya yang menjemput"
Jawab Rishi tidak mengijinkan neneknya untuk menemui Malika.
Namun nek Rima tetap kekeuh dengan niatnya, akhirnya nek Rima pun pergi menemui Malika yang sedang gelisah.
"Kamu kenapa nak Malika? Kenapa kamu terlihat sangat cemas?"
Tanya nek Rima pada Malika.
Malika pun menceritakan semuanya pada nek Rima tentang kegelisahannya.
"Saya masih belum tahu jalan pulang nek, saya bingung, suami saya juga sangat sulit d hubungi, mungkin karena ini hari pertamanya bekerja"
Jawab Malika pada nek Rima.
"Yasudah kamu ikut saja dengan nenek, biar kami antar kamu sampai ke rumah ya"
Nek Rima yang empati pada Malika pun menawarkan bantuannya untuk mengantar Malika.
Namun hati Malika sedikit menolak, karena dia takut Nico sampai marah padanya, jika sampai Nico tahu dirinya di hantar oleh Rishi dan neneknya.
__ADS_1