
Dan disaat itu pak Leo pun percaya pada Liora bahwa dia sudah sembuh,namun pada aslinya Liora masih sakit,bahkan lebih parah dari sebelumnya,Liora kini sudah mulai licik dan pintar,
Semua berawal dari depresi berat yang Liora rasakan pasca ditinggal menikah oleh kekasih yang sangat dia cintai,dan dari semenjak itulah kegilaan Liora pada laki-laki berubah drastis,
Liora yang tadinya seorang wanita baik dan sopan,kini berubah bak monster wanita yang haus akan kenikmatan seorang pria,
Kekasih yang dulu sangat dia cintai menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan dirinya,
Liora yang saat itu sudah memberikan segalanya pada pria tersebut merasa kecewa atas penghianatan yang dilakukan pacarnya,
Pernah sekali dia mencari kekasihnya yang telah menikah dengan orang lain,namun tidak dia temukan,kekasihnya telah pindah ke luar negri bersama istrinya,
Hancur perasaan Liora saat itu,hingga dia bertemu dengan seorang pria dan melampiaskan semua kekecewaannya pada pria tersebut,dengan menghabiskan waktu malamnya bersama pria itu,
Dan disaat itu pula menikmati malam bersama seorang pria menjadi candu bagi Liora yang dirundung patah hati,Liora selalu mencari pria yang menurutnya menarik untuk dia ajak bercinta dan bermain di atas ranjang,namun setiap pria yang dia kencani Liora selalu memanggil nama mereka dengan nama yang sama yaitu Kevin,
...
Nico pun terbangun,kepalanya merasa pusing,matanya masih kabur,dia coba menguatkan diri nya agar bisa bangun,
Saat Nico melihat jam menunjukkan pukul 18:45,dia sangat kaget,dia ingat akan menemui Clara di cafe,
Nico pun membuka ponsel nya,dan ternyata ponselnya mati,
"Sial bagaimana ini,"
Perasaan Nico sudah semakin tidak karuan,
Tubuhnya pun mulai terasa kepanasan, efek obat perangsang yang dimasukan Liora pun mulai bereaksi,
"Mengapa tubuhku terasa panas seperti ini,astaga"
Polosnya Nico,dia juga laki-laki, tentunya dia sangat tahu bahwa dirinya sedang merasakan rangsangan hebat dari efek obat itu,
Dalam hati Nico memberontak,namun tubuhnya begitu butuh dekapan seorang wanita saat itu juga,
Perlahan penglihatannya mulai kembali meredup,
Nico membuka seluruh pakaian atasnya,hingga Liora pun mendekap Nico dari belakang,
"Kamu keren sekali"
Bisik Liora membuat hasrat Nico semakin memanas,
Nico sungguh tidak bisa mengendalikan dirinya,
Sementara di tempat lain,Malika sangat merasa tidak tenang,hatinya begitu gelisah,
"Sebenarnya apa yang terjadi,mengapa perasaanku menjadi gelisah seperti ini,seakan sesuatu yang buruk sedang terjadi"
Malika mengusap dadanya,dia menarik nafasnya dalam,
"Semoga tidak ada sesuatu yang buruk terjadi"
Ucap harap Malika,
Dia terus coba menghubungi Nico,namun masih belum bisa di hubungi,
"Apa handphone Nico rusak ya?aduh Nico"
Malika mulai kesal karena sulit menghubungi kekasihnya,
Dan tiba-tiba saja Bu Arum masuk kedalam kamar Malika dan mengagetkan nya,
"Malika sayang,kamu belum tidur nak?"
Tanya Bu Arum membuat handphone Malika jatuh terlempar ke atas kasur,
__ADS_1
"Ibu,Malika belum ngantuk Bu,ibu sendiri belum tidur,"
Tanya Malika balik menanyakan ibunya mengapa belum tidur,
"Kalau begitu bisa bantu ibu sebentar"
Bu Arum meminta Malika untuk membantunya,
Dia pun bersedia dan langsung turun ke ruang tengah bersama ibunya,
"Memangnya ibu perlu bantuan apa ?"
Tanya Malika,tidak mengetahui apa yang harus dia bantu,
Ternyata Bu Arum meminta Malika mengenakan gaun pengantin rancangannya pesanan Bu Sukma,langganan mereka,
"Bu Sukma memesan gaun pengantin untuk anaknya yang gadis itu loh teh, popy kalau gak salah nama gadisnya,Bu Sukma menyuruh ibu untuk mengirimkan potret gaun ini,ibu tidak punya banyak patung untuk memasang gaun ini,jadi ibu minta tolong kamu untuk memakainya ya"
Bu Arum meminta Malika untuk mengenakan gaun pengantin buatannya,
Malika pun dengan senang hati menuruti permintaan sang ibunda,Malika pun memakai gaun pengantin tersebut,
Malika yang bertubuh tinggi dan berisi terlihat sangat pas dan cantik mengenakan gaun buatan ibunya,
Malika terlihat seperti model bintang iklan,
"Kamu cantik sekali nak"
Bu Arum memuji Malika dengan mengenakan gaun tersebut,
"Ah ibu bisa aja"
dan tersenyum pada Malika,Bu Arum pun mulai merapihkan Malika dan gaun yang dipakainya,
"Sebentar ya,ibu bawa dulu handphone nya"
Malika pun berjalan dan melihat dirinya di cermin,
Malika tersenyum sendiri,dia membayangkan mungkin nanti dia pun akan mengenakan pakaian seperti ini jika menikah dengan Nico nanti,
Malika membayangkan betapa bahagianya dia dan Nico berada diatas pelaminan,
Semua sahabat dan keluarganya akan datang menghadiri kebahagiaan mereka nanti,
Malika pun memosting dirinya memakai gaun pengantin di sosial media nya,berharap Nico akan melihat dan memberi komentar baik padanya dan cepat menghubunginya,
Tak lupa Malika pun memberi caption
"Sebentar lagi menuju bahagia bersamamu,Nico"
Tak lupa Malika menyelipkan tanda love di caption tersebut,
Semua sahabat dan rekan kerja Malika memuji kecantikan Malika yang memukau,
Tak ada satupun yang mengeluh akan kecantikannya,
***
Nico terkulai lemas kala Liora terus menerus memaksanya bermain ranjang bersamanya,
Bagi Nico,sungguh ini adalah malam yang sangat buruk,dia tidak bisa berkutik melawan hasrat Liora yang sungguh besar kepadanya,
Nico sempat menepis dengan kesadarannya yang melemah,namun apa daya hasratnya pun mendorong dirinya untuk melayani hasrat Liora,
"Tenang Kevin,ku sudah makan pil anti hamil ko"
Ucap Liora dengan nafasnya yang panas di telinga Nico,
__ADS_1
Dalam hati,Nico terus menggerutu,
"Aku bukan Kevin,aku Nico"
Liora terus mengecup bibir Nico sampai dia puas,dengan segala persiapan yang matang,akhirnya Liora pun merasakan kembali kenikmatan malam nya meskipun bukan dengan Kevin,namun dengan nico,
"Kau sangat baik sekali Kevin"
Satu kecupan lagi mendarat di bibir Nico,
Nico sungguh merasa jijik,meski dia pun merasakan kenikmatan yang sama dengan Liora,
Nico merasa sangat berdosa karena telah melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan bersama Liora,
Dia sangat teringat akan Malika yang selalu menunggu dan mencintainya,Nico merasa telah mengkhianatinya ,
"Maafkan aku Malika"
Lirih hati Nico yang menyesali semua kekhilafannya bersama Liora,
"Aku tidak berdaya Malika"
Dan tanpa terasa,air mata Nico pun menetes seiring dengan kenikmatan hasrat yang dia rasakan,
Air mata Nico menetes karena teringat akan Malika,
Dan di tempat lain,seakan ikatan batin yang kuat,tanpa sebab apapun tiba-tiba saja air mata Malika pun menetes,
"Kenapa aku menangis,apa yang salah dengan baju ini,kenapa rasanya aku jadi mellow begini ya"
Pikir hati Malika,dan saat itu juga pikiran Malika tertuju pada Nico,
Malika tidak mengerti dengan apa yang terjadi ada dirinya,
Dan untunglah Bu Arum datang di waktu yang tepat,
"Kamu kenapa nak?"
Tanya Bu Arum pada Malika yang sedang menyeka air matanya,
"Entahlah Bu,tiba-tiba saja air mataku menetes,aku pun tidak tahu kenapa"
Jawab Malika
"Apa ada yang kamu sembunyikan dari ibu?"
Tanya Bu Arum serius pada Malika,
Malika pun terkejut,dengan semua pertanyaan ibunya,karena dia memang menyembunyikan hubungannya bersama Nico dari ibunya,
Karena setahu Bu Arum,Malika sudah meninggalkan Nico,
"Tidak Bu,aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu,apa yang harus aku sembunyikan darimu?rasanya tidak akan ada"
Jawab Malika berbohong untuk yang kesekian kalinya kepada Bu Arum setelah menyembunyikan hubungannya bersama Nico,
Meski dalam hati Malika merasa bersalah kepada ibunya,dia tidak mempunyai pilihan yang lain,dia harus berbohong demi mempertahankan cintanya kepada Nico yang saat ini sedang mengkhianati nya
***,
Nico dan Liora pun sudah mulai lelah, Liora mengakhiri permainannya setelah beberapa kali merasakan kenikmatan yang luar biasa dari permainan Nico padanya,
Dia akhirnya melepaskan dekapannya pada Nico dan mulai berbaring samping Nico,
"Aku sangat puas sekali kevin,terimakasih"
Ucap Liora berterimakasih pada Nico dengan memanggilnya Kevin,
__ADS_1