Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Kekecewaan Bu Arum


__ADS_3

Keenan dan Kartika berniat menemui Bu Arum untuk menceritakan semua yang telah terjadi pada mereka.


Keenan merasa bersalah karena dirinya tidak mampu menepati janjinya pada Bu Arum untuk menikahi Malika.


Meski dia terlalu malu untuk menemui Bu Arum ,namun sebagai pria yang baik,Keenan pun memberanikan diri untuk mendatanginya secara baik-baik.


"Kamu yakin akan bicara dengan ibunya Malika?"


Tanya Kartika pada Keenan yang merasa ragu jika Bu Arum akan memaafkannya.


"Entahlah,tapi aku akan berusaha agar Bu Arum sampai tidak kecewa denganku,kita berdoa saja semoga ini yang terbaik"


Kartika dan Keenan pun mulai akhirnya menuju rumah Malika untuk bertemu dengan Bu Arum,


Disana Tiara masih setia menemani Malika.


"Apa kamu mau menceritakan semuanya pada ibumu ka?"


Tanya Tiara.


Malika masih terdiam,dia seakan masih ragu untuk menceritakan jika Keenan sudah kembali bersama Kartika,dan ingatannya pun sudah kembali.


Malika takut ibunya kecewa pada Keenan,karena dia sudah menyimpan harapan yang sangat tinggi untuk Keenan menjadi suami Malika.


Malika yang masih bingung akhirnya memutuskan untuk bangkit dan berdiri,dia hendak menemui Bu Arum di ruang tengah yang kebetulan Bu Arum sedang membereskan semua pesanan baju pelanggannya.


"Apa yang bisa Malika bantu Bu?"


Ucap Malika yang datang tiba-tiba mengejutkan Bu Arum.


Bu Arum yang terkejut,menghela napasnya dalam karena tingkah Malika,dia pun meminta Malika untuk membantu packing bajunya dengan rapih kedalam plastik.


Malika pun menuruti permintaannya,dalam hati Malika hendak bicara namun masih menunggu waktu yang tepat,karena Bu Arum terlihat sangat lelah.


Namun ketika satu kata hendak keluar dari mulut Malika untuk memulai pembicaraan,tiba-tiba saja suara bel pintu rumah berbunyi.


Ting ...


"Pasti itu pelanggan ibu,coba buka kan pintunya nak"


Pinta Bu Arum pada Malika untuk membuka kan pintu rumah.


Malika pun membuka pintu,namun saat dibuka,ternyata Keenan yang datang,Malika sangat terkejut,karena dia datang bersama Kartika.


"Pak Keenan... Kartika"


Ucap Malika membatu.


"Siapa yang datang nak,suruh masuk saja,"


Ucap Bu Arum pun terhenti kala melihat Keenan datang bersama seorang wanita.

__ADS_1


"Nak Keenan kau... Masuk lah"


Perasaan Bu Arum pun mulai tidak enak,entah apa yang dia pikirkan namun dia merasa jika sesuatu telah terjadi.


Melihat Kartika bersama Keenan,Bu Arum pun memintanya untuk tidak terlalu mendekat dengan Keenan karena sebentar lagi dia akan menikahi anaknya.


Malika pun menarik tangan ibunya yang sedikit menyenggol Kartika,


Dengan kode kecil di mata Malika,dia meminta maaf pada Kartika untuk tingkah ibunya.


Tentunya Kartika memahami apa yang sedang dirasakan oleh Bu Arum,dia tidak suka dengan kedatangannya bersama Keenan.


Keenan dan Kartika pun masuk dan duduk di ruang tamu,Keenan bingung harus memulai dari mana untuk menceritakan semua yang telah terjadi padanya.


"Ada apa nak Keenan,nak Keenan hendak mengajak Malika ke butik ya "


"Malika sana kamu segera bersiap biar Keenan tidak kesal menunggu kamu"


Lanjut Bu Arum pada Malika yang menyuruhnya untuk segera bersiap pergi bersama Keenan.


"Tidak Bu,saya tidak mengajak Malika pergi ke butik tapi saya"


Keenan tiba-tiba saja terdiam,dia kembali tidak enak hati untuk jujur mengenai Kartika.


Malika pun memberi kode untuk Keenan diam dan dia yang akan memberitahu semuanya pada Bu Arum.


Malika duduk dan menggenggam tangan Bu Arum,dia mencium tangannya dan mengusapnya.


"Maksud kamu,ingatan,ingatanmu sudah kembali nak?"


Tanya Bu Arum,


Malika tersenyum dan menganggukkan kepalanya,


Bu Arum terharu dan bahagia karena ini adalah kabar baik untuknya,


Dia merasa senang karena ingatan Malika kembali.


Dia pun memeluk Malika erat dan berusaha syukur kepada sang penguasa takdir untuk kesembuhan anaknya itu.


"Allah mengembalikan ingatanku di waktu yang tepat Bu,dimana jika terlambat sedikit saja,maka akan ada banyak kehidupan yang hancur untuk semua yang akan Malika lakukan"


"Maksud kamu apa nak?"


Bu Arum tidak mengerti dengan semua yang mika ucapkan.


"Bu,, ibu sering menasihati ku untuk menjadi pribadi yang baik kan?pribadi yang jujur dan teladan, Malika ingin memberitahu ibu semua yang telah terjadi"


Malika menghela napasnya panjang.


"Malika dan pak Keenan tidak akan menikah Bu, cinta sejati di hati pak Keenan sudah kembali,Malika tidak akan bisa memaksanya untuk pak Keenan mencintai Malika,begitupun sebaliknya,Malika juga tidak akan pernah bisa memaksakan diri untuk mencintai pak Keenan"

__ADS_1


"Jadi maksud kamu,kalian tidak akan jadi menikah?"


Tanya Bu Arum terlihat sangat sedih.


"Ia Bu,sekian lama pak Keenan terpisah dengan Ka Kartika karena kesalahpahaman. Dan kini mereka kembali bersatu setelah kesalahpahaman itu terungkap,Malika sangat senang mereka kembali bersatu Bu,Malika tidak ingin menjadi perusak kebahagiaannya."


Bu Arum yang terlihat sedih coba bersikap tenang di depan Keenan dan Kartika.


Dia mencoba tegar dengan semua takdir yang seakan mempermainkan dirinya.


Di satu sisi Bu Arum sudah sangat bahagia karena dia akan menikahkan anaknya dengan pria baik seperti Keenan,


Namun sisi lain ,dia juga tidak bisa memaksa Keenan untuk memintanya tetap menikahi Malika di tengah wanita yang dia cintai nya sudah kembali.


"Maafkan Keenan Bu"


Ucap Keenan meminta maaf pada Bu Arum karena tidak bisa menepati janjinya untuk menikahi Malika dan menjadi pendamping hidupnya.


Bu Arum nampak shock,dia masih belum bisa menjawab permintaan maaf Keenan kepadanya,


Bu Arum hanya menutup mulut dan mengusap dadanya untuk semua kebenaran yang telah terungkap.


Karena saat itu pikirannya langsung tertuju pada Nico.


Bu Arum memikirkan jika seandainya Nico tahu Malika tidak jadi nikah dengan Keenan,maka tidak mungkin jika Nico akan kembali mendekati anaknya.


Panas hati dirasa Bu Arum saat itu,sehingga tanpa menjawab permintaan maaf dari Keenan,Bu Arum pun berlalu meninggalkan semuanya di ruang tamu.


Malika kaget karena sang ibu terlihat sangat kecewa dengan semua yang terjadi.


Tiara pun menyuruh Malika untuk tetap bersama Keenan dan Kartika biar dia yang menemani Bu Arum.


Tiara pun mengikuti Bu Arum kedalam kamarnya,


Bu Arum memang menangis dan sedih karena Keenan tidak jadi menikah dengan Malika,dia tidak mau jika Nico kembali di kehidupan anaknya.


Kenangan pahit akan kematian sang suami dan semua nyinyiran tetangganya kembali terngiang di pikirannya.


"Tante,tenanglah,jangan menangis"


Ucap Kartika coba Menenangkan Bu Arum.


"Bagaimana Tante bisa tenang Tiara,Tante sangat takut"


"Tante takut kenapa,justru Tante harusnya bangga dengan Malika,karena dia telah menyatukan cinta yang lama hilang dari pak Keenan"


"Bukan karena itu,tapi tante takut jika Nico kembali di hidup Malika "


Dengan suaranya yang terisak,Bu Arum seakan sesak jika mengingat Nico.


Dan disaat itupun Tiara coba mencari tahu mengapa dia sampai begitu membenci Nico jika masuk di hidup Malika.

__ADS_1


"Tante tidak akan pernah membiarkan Nico kembali di hidup Malika Tiara,Tante tidak akan biarkan itu terjadi,karena dia anak dari pembunuh ayahnya Malika"


__ADS_2