Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Nico depresi


__ADS_3

Clara masih gelisah mengapa Nico masih belum bisa dia hubungi,dia terlalu gengsi jika harus menanyakan keberadaan Nico pada Andre,


"Biar besok aku tanyakan sendiri pada Nico"


Ucap Clara dalam kegelisahannya,


Malika pun coba menenangkan hatinya yang sebenarnya memang sangat tidak tenang teringat Nico yang sulit untuk dihubungi,


"Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang buruk padamu sayang"


Malika berharap yang baik untuk Nico,


Malika pun mengemas gaun pengantin untuk dikirim besok kepada Bu Sukma,selesai itu,bu Arum pun bertanya bagaimana hari pertama Malika bekerja,tentunya Malika tidak ingin menceritakan tentang kejadian nya bersama Lidya tadi siang,Malika hanya menjawab


"Semua baik-baik saja Bu,doakan saja biar aku bisa menjadi anak yang sukses,biar bisa membuat ibu bangga oke,hehe"


Malika tersenyum dan memeluk Bu Arum,seketika pudar lah semua kegelisahan yang dia rasakan,dalam pelukannya,


***


Tepat pukul 03 pagi,saat Nico tersadar,dia langsung bangkit dari pembaringannya bersama Liora,tanpa membangunkan Liora yang masih terlelap,Nico langsung pergi dari apartemen Liora secara sembunyi-sembunyi,


Nico tidak memikirkan sedang berada di daerah mana dia berada,saat taksi lewat dia langsung memberhentikannya dan menyuruhnya untuk mengantarkan dirinya ke alamat bengkel dia bekerja,


Supir taksi pun mengantarnya ke alamat yang ditujukan Nico,


Sesampainya di depan mes dia bekerja,langkah Nico semakin melemah,kepalanya masih pusing,hingga dia pun terjatuh tak sadarkan diri,


Supir taksi pun terkejut dan memapahnya sampai bisa masuk kedalam mes,


Suasana masih terlihat sangat sepi sekali,belum ada satu orangpun yang bangun,sang supir pun bingung harus membawa Nico ke kamar mana,sang supir terus coba membangunkan Nico,


Sedikit tersadar Nico menyuruh supir mengantarnya ke kamar ujung


Supir pun membawanya ke kamar Nico,pintu tidak terkunci,hingga Nico bisa masuk kedalam,


Andre yang terbangun karena suara pintu terbuka,terkejut dengan kedatangan Nico di papah oleh supir taksi,


"Nico,kau kenapa?"


Andre pun membantu Nico memapah nya ke tempat tidur,


"Terimakasih sudah mengantar teman saya sampai sini pak"


Ucap Andre berterimakasih kepada supir taksi karena telah mengantar Nico,


"Sama-sama mas,kalau begitu saya pamit"


Supir taksi pun pergi,


Andre bingung kenapa Nico bisa pulang dalam keadaan setengah sadar seperti ini,


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi padamu co?"


Andre coba bertanya padanya,Nico masih belum bisa menjawab,suaranya masih melemah karena kepalanya masih terasa berat,


"Kepalaku sangat berat sekali Dre,aku sangat pusing"


Jawab Nico yang lemah,


Andre pun menyuruhnya untuk istirahat,


"Yasudah kau tidur saja dulu,"

__ADS_1


Tak lama kemudian Nico pun terpejam,


Andre pun kembali tidur,


***


Pagi sudah tiba,seperti biasa Malika sudah bersiap untuk berangkat kerja,masih dengan seragam yang sama,Malika berangkat,


"Malika berangkat dulu ya Bu"


Malika mencium tangan ibunya,


"Semoga sukses nak"


Doa Bu Arum pada anak semata wayangnya,


Dan hari ini,adalah hari pertama cucu pak Mahardika menggantikannya,dalam hati Malika bertekad akan memberikan yang terbaik bagi pemimpin barunya sekarang,


Sesampainya di depan kantor Malika melihat seorang pengemis yang hendak menyebrang jalan raya,dia pun langsung menolong pengemis tersebut untuk menyebrang jalan,Malika menggenggam tangan si pengemis tanpa ragu dan tanpa jijik,seperti orang lain lakukan kepada anak jalanan,


Dan momen tersebut di manfaatkan Lidya yang melihatnya untuk merusak citra Malika dihadapan dunia,


Lidya sengaja memotret kebersamaan Malika bersama pengemis tersebut yang hendak menyebrang jalan


Lidya langsung Ng-upload foto tersebut ke laman sosial media nya,


Tak lupa Lidya menulis caption,


"Kerja sampingan yang menjanjikan,nunggu stor kaya deh"


Lidya memposting foto Malika itu agar semua yang melihat foto dan caption nya mengira bahwa Malika sudah menggunakan orangtua untuk mengemis dan,supaya citra baik Malika rusak di hadapan dunia,


***


"Minumlah,kau akan merasa lebih baik"


Ucap Andre


"Sepertinya aku akan pulang ke Bandung Dre"


Jawab Nico dengan segelas air teh nya,


Andre langsung batuk terkejut mendengar jawaban Nico yang akan kembali ke Bandung,


"Loh memangnya kenapa?kamu baru beberapa hari disini?lebih baik jika kamu merasa tidak enak badan,kamu libur kerja saja dulu hari ini,aku akan ijin pada Clara"


Ucap Andre memberi saran,


Andre pun meninggalkan Nico,


Sesaat setelah Andre pergi,Nico meratap di pojok sisi kasurnya,


Hatinya panas,ingin sekali dia marah dan melempar semua benda yang ada disekitarnya,namun dia masih sadar bahwa kini dia sedang berada di perantauan,


Nico merasa dirinya hina dan kotor jika mengingat


kejadian semalam bersama Liora,


"Ah..."


Teriak Nico berharap keresahannya akan terlampiaskan,


Nico ingin sekali pulang ke Bandung bertemu Malika dan menjelaskan semuanya jika itu semua bukan disengaja,Nico sangat takut Malika akan mengetahui semuanya dan meninggalkannya,

__ADS_1


Nico pun membuka ponselnya,banyak sekali panggilan tak terjawab dari Malika kemarin sore,hingga pagi tadi,


"Astaga Malika memanggilku sebanyak ini,apa Malika tahu dengan semua yang terjadi?"


Pikiran Nico semakin tidak karuan,


Nico pun melihat ada chat dari Clara yang menanyakan keberadaannya ,dan mengapa dia tidak menemuinya di cafe yang sudah dia janjikan,


Nico tidak terlalu memikirkan Clara,


Pikiran dan hatinya tertuju pada Malika saja,


Akhirnya dia coba menghubungi Malika,


Malika yang saat itu sudah masuk kerja, tidak mengaktifkan nada ponselnya,hingga panggilan dari Nico tidak dia ketahui,


Nico melihat foto Malika yang sedang mengenakan gaun pengantin ibunya di status sosial medianya,


Nico pun tersenyum dan mengecup foto Malika dengan berucap,


"Aku sangat rindu kamu Malika"


Nico tersentuh membaca caption Malika yang menyebut namanya,


Sementara itu Clara mencari tahu mengapa Nico tidak masuk kerja,dan akhirnya Andre pun membicarakan kondisi Nico yang pulang dini hari dengan keadaan yang memprihatinkan,sontak Clara pun terkejut,dan cemas,apa yang sudah terjadi pada Nico,


Clara semakin terkejut kala mendengar bahwa Nico ingin pulang ke Bandung,


Dia pun memutuskan untuk menemui Nico ke mes nya,


"Baiklah,saya akan melihat kondisi Nico sekarang,kamu pantau semua pekerja disini ya Dre"


Perintah Clara pada Andre,


Andre merasa heran,mengapa Clara sampai segitunya pada Nico,


Saat Clara masuk kedalam kamar,Nico sedang berbaring,Clara membawa sebungkus bubur untuk sarapan Nico,


Sebuah kamar berukuran 2x4 meter itu terasa sempit bagi Clara,namun terasa luas bagi para pekerja,


Mungkin trauma yang mendalam dirasa Nico,saat dirinya melihat Clara masuk ke kamarnya,


Dalam hatinya dia merasa sangat takut,


Dia ingin sekali lari dan menghindar dari wanita yang masuk kedalam kamarnya,


Melihat tingkah Nico yang aneh,Clara pun merasa bingung,mengapa Nico bertingkah aneh seperti itu,


Nico bangun dan menghindar dari Clara,setia Clara bertanya padanya apa yang terjadi,dan mengapa dia menjauh darinya,Nico hanya menggelengkan kepalanya,


Terlihat sekali pandangan takut di matanya,


Clara pun terus mendekati Nico dan berusaha untuk menenangkannya,


"Tenanglah Nico,aku Clara,kau kenapa?"


Clara masih banyak bicara,


"Tidak,jangan mendekat,"


Ucap Nico,


Clara pun berhasil meraih tangan Nico,saat Nico hendak menepis genggamannya,Clara menahan tangan Nico dengan kuat,

__ADS_1


__ADS_2