
Malika sangat terkejut mengapa ibunya sampai menampar dirinya,Malika sangat kesakitan,
Dia mengusap pipinya yang basah karena air mata,
"Ibu benar-benar kecewa dengan kamu"
Ucap Bu Arum pada Malika,
Malika bingung ke apa ibunya bisa berkata seperti itu,apa salahnya,
"Ada apa Bu?"
Tanya Malika,
"Kau masih bertanya kenapa?"
Jawab Bu arum.berlalu meninggalkan Malika di luar tanpa menutup pintu rumah,
"Bu
Ibu,tunggu Bu"
Panggil Malika coba mengejar ibunya ,bu Arum berlari ke kamar nya dengan menangis tersedu-sedu,
Bu Arum mengetahui jika Malika telah membohonginya dengan merahasiakan hubungannya dengan Nico,
Bu Arum mengetahui semua itu dari Bu Ratna,ibunya Nico,karena tadi siang mereka tidak sengaja bertemu di sebuah butik,
Bu Arum yang kala itu mengantarkan pesanan jahitan pelanggannya berniat pergi ke butik untuk membelikan baju untuk Malika,
Namun ternyata,di dalam butik,Bu Ratna juga sedang memilih baju untuk anak bungsunya,adik Nico,
Seperti biasa,Bu ratna menanyakan kabar kepada Bu Arum,dia juga bertanya bagaimana keadaan Malika,
"Nico sempat bicara dengan saya,katanya Malika sudah bekerja ya Bu,syukurlah kalau begitu,semoga Malika menjadi anak yang sukses"
Ucap Bu Ratna pada Bu Arum,
Bu Arum yang heran mengapa Nico sampai menceritakan tentang Malika kepadanya,karena setahunya Malika sudah tidak berhubungan lagi dengan Nico,
Dan saat itu pula Bu Arum mengetahui jika saat ini Nico sedang berada di Jakarta,
"Nico selalu memikirkan Malika,setiap saat dia selalu bilang kalau dia merindukannya,entah kapan dia pulang dari Jakarta,"
Lanjut Bu Ratna,
"Apa,jadi Nico sedang berada di Jakarta"
Tanya Bu Arum,
"Loh kenapa ibu bertanya seperti itu,memangnya Malika tidak bilang sama ibu,kalau Nico bekerja di Jakarta"
Bu Arum hanya menggelengkan kepalanya,
"Nico juga sempat bilang,kalau dia ingin memberi hadiah di hari jadi mereka nanti"
Bu Ratna terus melanjutkan ceritanya dengan antusias,karena dia bertemu dengan calon besannya,
"Jadi ternyata mereka belum putus"
Pikir hati Bu Arum bertanya-tanya tentang hubungan Malika dan Nico,
__ADS_1
Dan sejak saat itu Bu Arum baru mengetahui jika selama ini Malika telah membohonginya,
Hari Bu Arum sakit menerima dirinya telah dibohongi oleh anaknya sendiri,
Air matanya menetes mengingat Malika yang pintar menyembunyikan kebohongannya,
...
Malika terus mengejar Bu Arum hingga dia berhasil masuk kedalam kamarnya,
"Ada apa ini Bu?apa salah Malika? Bicaralah?"
Tanya Malika pada ibunya,
"Dengan gampangnya kau masih bertanya apa kesalahanmu Malika,kau tidak sadar,berapa kebohongan yang sudah kamu ciptakan kepada ibu demi cinta mu itu"
Ucap Bu Arum marah pada Malika,
Malika langsung bisa menebak maksud dari semua yang ibunya katakan,
Dalam hatinya berucap,apa jangan-jangan ibuku mengetahui jika aku belum putus dari Nico,
Dan
"Astaga"
Malika baru ingat,tadi siang,Bu Ratna sempat menceritakan bahwa dirinya telah bertemu ibunya,apa mungkin ibunya tahu dari Bu Ratna,bagaimana ini,
Pikir Malika merasa bersalah,
Malika tidak bisa mengelak dari semua pertanyaan ibunya padanya,
Dengan penyesalan yang teramat,Malika menyadari kesalahannya dan coba meminta maaf pada ibunya karena telah membohonginya tentang hubungan Malika dan Nico,
Ucap Malika meminta maaf,
"Maafkan Malika Bu,Malika memang berbohong kepada ibu,tapi itu semua Malika lakukan karena Malika sayang kepada ibu,Malika sangat mencintai Nico,begitupun sebaliknya"
Lanjut Malika sedih,
Bu Arum kecewa dengan semua yang Malika katakan kepadanya,karena dia lebih memilih cintanya dari pada menuruti ibunya,
"Baiklah jika kau memang lebih memilih cintamu,tinggalkan saja ibumu ini"
Dengan halus,Bu Arum mengusir Malika dari kamarnya,
Malika semakin sedih,belum selesai masalahnya dengan Nico,sekarang dia dihadapkan masalah dengan ibunya,
Sungguh nasib yang malang,
Dengan langkah yang gontai,Malika kembali ke kamarnya,pikirannya terpecah antara masalah dirinya dan ibunya,
Malika pun duduk di samping kasur dan kembali menangis,
"Apa yang harus aku lakukan,haruskan aku tinggalkan Nico untuk ibuku"
Ucap hati Malika
***
Nico,Clara dan Andre kini berada di sebuah taman,
__ADS_1
Andre membeli makanan dan minuman untuk mereka ,Andre juga masih terpikirkan dengan anak buah gang cobra yang dihajar Nico,
"Sebenarnya kamu kenapa co?aku melihat,kau bukan seperti Nico biasanya tadi saat menghajar pria itu?"
Tanya Clara memulai percakapan,
Nico tidak menjawab,
"Dia sedang galau ,gara-gara kekasihnya di Bandung sana selingkuh"
Timpal Andre bantu menjawab pertanyaan Clara,
Seakan ada harapan peluang untuk cintanya,mendengar kekasih Nico selingkuh,Clara semakin semangat dan giat mendekati Nico,
Dia berusaha menjadi sahabatnya untuk bisa dekat dengan Nico dan berpura-pura simpati dengan semua yang terjadi pada kekasihnya,
"Astaga,tapi apa kau yakin jika kekasihmu itu selingkuh?bagaimana kalau itu tidak benar,kau sendiri yang akan rugi "
Ucap Clara dengan topeng manisnya memberi saran,
Mendengar semua itu,Nico pun mulai berpikir,kejadian ini juga sempat terjadi di masa lalu,kejadian disaat ada pria yang ingin menjadi kekasihnya Malika,namun Malika selalu menolak setiap pria yang ingin bersamanya,
Tidak mungkin rasanya Malika bisa melakukan hal seperti ini,
"Kau ada benarnya juga Clara,Malika adalah wanita yang baik,dia sangat mencintaiku,dia tidak akan mungkin menduakan atau mengkhianati ku,terimakasih karena kau telah membuatku sadar"
Ucap Nico memuji Malika,membuat perasaan Clara panas mendengarnya,
Nico berdiri dan memegang ponselnya,dia coba menghubungi Malika,namun tidak tersambung,
Malika sengaja mematikan ponselnya karena dia sedang sedih dengan semua masalah yang dihadapinya,
Malika dilema,dia bimbang sekali dihadapkan dengan 2 pilihan yang sangat membuatnya bingung,
Namun hatinya mengatakan bahwa Malika harus menuruti semua perkataan ibunya,
Sedangkan cintanya mengatakan dia tidak bisa meninggalkan Nico dan mengakhiri semua kisahnya bersamanya,
Malika menatap langit malam di luar jendela,berharap dia temukan jawaban untuk semua masalahnya,
Malika melihat rombongan mobil membawa barang-barang rumah seperti orang yang akan pindahan parkir di sebrang rumahnya,
Sebuah rumah mewah yang berada di sebrang rumahnya yang lama sudah kosong kini terisi,
"Syukurlah,akhirnya rumah itu ada penghuninya"
Ucap Malika tersenyum ke arah rumah di sebrang
Saat Malika melihat dengan seksama wajah orang yang akan pindah,dia sangat terkejut,ternyata dia adalah pak Keenan,
"Pak Keenan"
Ucap Malika saat melihat seseorang diseberang rumah,
"Apa ini jawaban dari semua masalahku,apa aku harus meninggalkan Nico agar ibuku bahagia"
Malika mulai membuka pikiran jernihnya,
Malika mengingat semua penghinaan Nico dan kata-kata kasarnya tadi siang kepadanya,
"Nico memang kasar,tapi aku tahu,dia hanya sedang diliputi rasa cemburu pada foto itu"
__ADS_1
Seberat apapun kesalahan Nico,Cintanya akan terus membela Nico,