
"selama Keenan bertugas disini,kamu yang akan menemani dia dalam hal apapun,saya harap kamu bisa bekerja dengan baik"
Ucap Mr Mahardika,
"Baik pak,saya akan berusaha sebaik mungkin,untuk tidak mengecewakan bapak "
Jawab Malika meyakinkan Mr Mahardika akan kemampuan kerjanya,
Mr Mahardika sengaja ingin mengetes Malika,seberapa baik kemampuannya dalam bekerja, apakah Malika mampu menghadapi Keenan yang sikapnya sangat dingin kepada siapapun,
Tentunya bagi Mr Mahardika dia merasa bahwa Malika pasti tidak akan bisa bertahan lama menghadapi Keenan,
Karena Keenan cucu pria Mr Mahardika yang sangat cuek,acuh,sombong dan tidak bisa sembarangan bergaul dengan siapapun,
Itu sebabnya Mr Mahardika memindahkan Keenan ke Bandung,berharap dia bisa perlahan merubah sikapnya di sekeliling orang Sunda yang terkenal sangat ramah dan santun,dari segi bahasa maupun sikap,
"Kalau begitu kamu bisa mulai kerja,tolong kamu selesaikan berkas ini ya,jika ada yang tidak kamu pahami,kamu tanya saja sama senior kamu"
Ucap Mr Mahardika menyuruh Malika untuk memulai kerjanya,
Dengan semangat yang tinggi Malika pun membawa berkas tersebut dan kembali ke meja kerja yang sudah disediakan untuknya,
Meja Malika berada tepat di samping jendela,diantara meja-meja rekannya yang lain,jadi Malika bisa dengan bebas melihat suasana kota Bandung dari ketinggian kantornya,di balik jendela,
Malika mulai membuka lembar demi lembar berkas yang ditugaskan untuknya,dia paham dan mengerti tanpa bertanya pada seniornya,dan semua berkas itu sangat cepat dia kerjakan,hingga saat Malika memberikan berkas tersebut kepada Mr Mahardika,dia merasa kagum,
"Berkasnya sudah selesai pak,bapak bisa tandatangani disini"
Malika melaporkan pekerjaan pertamanya,
"Kamu sangat cepat sekali mengerjakan nya,apa kamu asal mengerjakannya,"
Tanya Mr Mahardika menerima berkas dari Malika untuk melihat hasil kerja nya,seolah tidak percaya ternyata hasil kerja Malika sangat sempurna dirasa Mr Mahardika untuk karyawan yang masih baru,
" Sempurna Malika,semuanya sesuai dengan yang saya inginkan,"
Ucap Mr Mahardika,Malika pun tersenyum senang dengan pujian pertamanya dari Mr Mahardika,
Seseorang menguping pembicaraan Malika dan Mr Mahardika,dia sangat tidak senang sekali mendengar bosnya memuji Malika si karyawan baru,
...
Ditempat berbeda,
Hari ini juga hari pertama Nico bekerja di bengkel bos Edy di Jakarta,
Bengkel yang cukup besar dan sudah banyak sekali pelanggan disana,
Nico diarahkan ke lapangan oleh Clara,
Dengan seragam berwarna hitam Polet kuning,serta topi yang dia pakai,Nico terlihat cukup tampan diantara karyawan yang lainnya,Clara pun memanggil Nico menemuinya,
"Co,kamu kerjakan mobil pak Dirga ini ya,kamu bisa dibantu oleh Andre"
Ucap Clara, pada Nico,
"Baik mbak,eh Clara"
Jawab Nico membuat Clara tersenyum,keduanya pun saling melempar senyuman,
Andre yang melihat Nico dan Clara mulai akrab pun ikut senang,
Nico pun menuju mobil yang ditunjukan Clara padanya untuk dia perbaiki,disana Andre pun sudah menunggunya,
"Kalau begitu saya mulai kerja Clara"
__ADS_1
Nico berlalu dari Clara dengan senyumnya lagi,
Clara pun kembali membalas senyumnya dengan sedikit menggelengkan kepalanya,
"Dasar bocah kemarin sore,hihi"
Ucap Clara dalam hati,tapi dia sedikit memuji ketampanannya juga dalam hatinya,
"Lumayan lah,buat hiburan"
Lanjut gumam Clara,
"Dre bagian mana yang harus aku kerjakan?"
Tanya Nico memulai pekerjaannya,
Andre menunjukan bagian belakang mobil yang harus Nico perbaiki,sedangkan dia memperbaiki bagian depan mobilnya,
Sebagai karyawan baru Nico pun menuruti perintah seniornya itu,
Meskipun satu kamar,namun di lapangan Nico menghormati Andre sebagai seniornya,
"Kamu lumayan cepat bergaul juga ya co"
Ucap Andre sambil memperbaiki mobilnya,
"Maksudnya"
Nico tidak paham dengan ucapan Andre,
Andre menjelaskan pada Nico bahwa dirinya lumayan bisa cepat bergaul juga,apalagi dengan Clara,sekretaris pak Edy yang sangat cuek Dimata karyawan,
"Tapi kelihatannya Clara orang yang ramah Dre"
"Kamu tidak tahu saja co,bagaimana Clara dulu,sekarang saja dia lumayan baik,dulu dia sangat sombong dan cuek,entah karena pengaruh dari siapa diapun berubah,tapi sifat cuek nya masih belum berubah sih,tapi sama kamu,aku lihat dia menerimamu"
Lanjut Andre ,
Nico pun menepis dan kembali melanjutkan pekerjaannya,
Dalam hati Nico teringat akan Malika,
Dia berpikir ini hari pertama Malika bekerja,dia tidak sempat memberi kabar kepada Malika karena terburu-buru tadi pagi,Nico sedikit kesiangan bangun jadi langsung mandi dan turun ke bengkel,Nico pun tidak sempat melihat ponselnya,
"Semoga dihari pertamamu bekerja di beri kelancaran sayang"harapan Nico,
...
Jam istirahat pun tiba,seseorang mendekati Malika dan menyapanya,
"Hai aku Sherli,"
Sherli mengenalkan dirinya pada Malika,dengan sangat bahagia Malika pun membalas perkenalannya,
"Malika"
Diapun tersenyum pada Sherli,
Sherli karyawan cukup lama disana,matanya yang sipit menandakan dia keturunan China's yang menetap di Bandung,
"Kita makan di kantin yuk?kamu pasti belum tahu kan,makanan disini enak-enak loh"
Sherli mengajak Malika untuk istirahat makan bersamanya,Malika pun dengan senang hati menerima ajakan Sherli,
Sherli menjabat sebagai staf di bagian keuangan di Mahardika grup,dia masih lajang,umurnya 2 tahun di atas Malika,
__ADS_1
Mereka pun pergi menuju kantin untuk mencari makan,
"Siapa tuh Sherli,boleh dong kenalan"
Ucap Diki salah satu rekan Sherli coba menggoda Malika,
"Ah kamu ini,tiap ada karyawan baru pasti mau dikenalin,ayo Malika,acuhkan saja dia,hihi"
Sherli dan Malika pun berlalu dengan mengacuhkan Diki,
Diki pun hanya tersenyum melihat Malika,
"Jadi namanya Malika,cantik juga"
Gumam Diki melihat Malika,
Dari belakang,Malika merasa ada yang sedang mengikutinya,namun setiap dia menoleh kebelakang,tidak ada seorang pun yang mengikutinya,
"Siapa ya,tapi aku sangat yakin,pasti ada yang sedang mengikuti ku"
Ucap Malika dalam hati,
Sherli dan Malika pun duduk di meja yang sudah tersedia,
"Kamu mau makan apa Malika"
Tanya Sherli,
"Apa saja,samakan saja dengan Kaka"
Jawab Malika menyebut Sherli dengan sebutan Kaka,karena dia tahu umurnya dibawah Sherli,jadi untuk menghormati Sherli,Malika menyebut Sherli dengan sebutan Kaka,
"Oke.baiklah,"
Sherli pun mulai memilih menu yang sudah di siapkan,setelah memilih menu,Sherli memanggil si juru masak nya,
"Mas,saya pesan mie bakso urat cabe nya jangan terlalu pedas ya,minumnya es lemon tea 2,oke"
Sherli memesan 2 mangkuk bakso untuk dirinya dan Malika,
"Aku sedang tidak ingin makan nasi,apa kamu keberatan aku pesankan bakso sama denganku?"
Ucap Sherli,
"Tidak apa-apa ka,aku juga memang sedang tidak ingin makan nasi,"
Jawab malika,
Sherli banyak bertanya tentang Malika,
Bagaimana dia bisa diterima di Mahardika grup,lulusan universitas mana,tinggal dimana, semua Sherli tanyakan,
Malika pun menjawab seadanya,
"Sebenarnya dari setelah kelulusan kemarin,dari pihak kampus banyak yang merekomendasikan aku untuk masuk perusahaan besar di berbagai daerah,namun karena aku tidak ingin meninggalkan ibuku sendirian,aku memilih salah satu yang ada di daerah Bandung saja ka"
Jawab Malika sedikit menjelaskan,
"Oh jadi kamu tinggal berdua sama ibu kamu ya,maafkan saya ya? Bukan maksud saya menyinggung kamu dengan bertanya tentang semua ini,"
Sherli meminta maaf pada Malika karena terlalu banyak bertanya tentangnya,hingga.merujuk pada ibu dan ayahnya yang sudah tiada,
Malika pun tidak keberatan,karena semua sudah menjadi masa lalu,
Malika dan ibunya sudah lama bangkit setelah ayahnya tiada,
__ADS_1