Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Pemecatan Lidya


__ADS_3

Malika berdiri tepat di belakang Keenan,sedangkan Lidya masih dalam keadaan sujud di kaki Keenan.


Lidya pun bangkit dan kembali berdiri,Lidya berlaga sok polos dan semua itu justru membuat Keenan juga ikut kesal menanggapi sikap Lidya yang terus jahat seperti ini kepada setiap karyawan yang baru.


"Maksud pak Keenan apa?saya tidak mengerti?"


Tanya Lidya dengan polosnya.


"Sekarang juga kamu bereskan semua berkas kamu dan pulang lah"


Sebuah ucapan yang keluar dari mulut Keenan membuat Lidya tercengang,


"Maksud bapak ,apa bapak memecat saya?"


Tanya Lidya dengan ekspresi yang marah,


"Belum cukup jelas kah dengan perintah saya,atau harus saya ulangi lagi,bereskan semua barang-barang kamu disini,dan bawalah surat pemecatan kamu di ruangan ku"


Jelas Keenan mengulangi lagi kata-katanya memecat Lidya,


Malika yang mendengarnya merasa bersalah,


Air mata Lidya kini menetes dengan sendirinya karena pemecatan Keenan,


"Tapi pak,kenapa bapak memecat mbak Lidya,dia tidak melakukan kesalahan apapun pada bapak"


Ucap Malika coba membela Lidya.


Namun semua pembelaan Malika tidak ada artinya,semua sia-sia,Keenan memang sudah dari dulu ingin memecat Lidya karena ulahnya yang sok pintar dan sok senior di kantornya.


Bukan hanya Malika yang menjadi korban kebencian Lidya,ada beberapa karyawan lain sebelum Malika yang nasib nya sama dengan Malika,dan semua berakhir pemunduran dirinya karena tidak tahan lagi dengan sikap Lidya kepada mereka,


Keenan mengetahui semua itu dari semua karyawan lama yang dekat dengan dirinya.


Keenan juga tidak ingin kejadian itu terulang kembali pada Malika,cukup sampai di Malika,tidak akan ada lagi karyawan baru yang menjadi korban Lidya.


"Kau kembalilah ke mejamu,bekerjalah dengan baik,atau kamu juga mau menyusul kawanmu itu si Lidya "


Ujar Keenan sedikit menggoda Malika.


Malika yang mendengarnya sangat terkejut,dia tidak menyangka ternyata Keenan bisa menggodanya juga.


"hah...jangan bicara seperti itu pak,baik saya pergi ke meja saya"


Malika pun berlalu dengan menahan senyum kecil di bibirnya mengingat akan Keenan dan godaannya yang begitu garing namun berhasil membuatnya tersenyum.hihi


Di meja,Lidya terlihat sedang membereskan barang-barangnya,


Karena merasa bersalah,Malika pun menghampiri Lidya dan berniat meminta maaf.


"Mbak Lidya,aku..."

__ADS_1


"Puas kamu,ini kan yang kamu inginkan?"


Timpal Lidya dengan amarahnya pada Malika.


Malika menepis tuduhan Lidya padanya,Malika tidak setuju jika dia sengaja melakukan semuanya pada Lidya.


"Aku tidak mau ini terjadi mbak,aku juga tidak tahu pak Keenan bisa melakukan ini semua pada mbak Lidya"


Malika coba membela diri meski dia tahu semua tidak ada artinya.


Lidya terlanjur membencinya dan kini kebenciannya semakin bertambah.


Setelah selesai membereskan semua barangnya,Lidya pun berdiri menatap Malika tajam.


"Ini belum berakhir,aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang Malika"


Ancaman Lidya pada Malika sebelum pergi dari meja kerjanya.


Semua karyawan yang melihat pun coba Menenangkan Malika yang sedikit terenyuh oleh ancaman Lidya padanya,


"Tenanglah Malika,sudahlah jangan kau anggap semua kata-kata Lidya barusan"


Ucap puji salah satu rekan kerja Lidya,


"Dalam marah seseorang bisa mengatakan apapun yang ada di dalam hatinya,jadi jangan kau anggap ya"


Lanjut Sherli.


Malika pun kembali ke meja kerjanya,dia menarik nafasnya dalam,


***


Di tempat lain,Clara mulai tersadar dari tidurnya semalaman,


Kepalanya terasa sangat berat,


"Kau sudah bangun nak"


Sapa Bu Ratna kala Clara membuka matanya,


Dia coba bangun dan sedikit merefleksikan tubuhnya.


Saat tersadar dengan kejadian semalam Clara langsung menanyakan Nico pada Bu Ratna,


"Dimana Nico Bu"


Clara merasa malu dengan semua yang telah dia lakukan pada Nico semalam,terlebih Nico menolak ajakannya,namun Clara juga coba mengingat bayangan akan ciuman yang dilakukan Nico padanya.


Seakan tidak percaya,Clara terus mengingat kejadian tersebut,


"Apa itu semua kenyataan,atau hanya bayanganku saja"

__ADS_1


Pikir Clara dengan bayangan kecupan Nico padanya.


Nico pun masuk kedalam kamar Clara,


"Kau baik-baik saja Clara"


Tanya Nico terlihat biasa saja pada Clara seakan tidak pernah terjadi suatu apapun padanya.


Clara pun menarik lengan Nico agar duduk disampingnya,


Clara menanyakan apa yang sebenarnya terjadi semalam,karena dia samasekali tidak mengingatnya.


"Sudahlah,tidak ada yang terjadi semalam,sebaiknya sekarang kamu pergi mandi sarapan lalu bersiap,bukankah hari ini kita akan kembali ke Jakarta"


Jawab Nico menjelaskan semuanya pada Clara bahwa tidak terjadi apa-apa semalam.


Clara pun hanya terdiam dan tidak percaya jika semalam tidak terjadi apa-apa,karena dia ingat sekali jika Nico menciumnya walau bayangan itu terlihat samar.


Clara pun bergegas mandi dan bersiap untuk kembali ke Jakarta,


Bu Ratna datang pada Clara,dia mengucapkan terimakasih karena selama ini dia telah menolong keuangan mereka dengan membiayai rumah sakit adik Nico dan seluruh keperluan mereka.


"Tapi ingat Bu,semua itu tidak gratis,ibu masih mempunyai hutang padaku yang tidak cukup dengan ucapan terimakasih,Bu Ratna masih ingatkan dengan kesepakatan kita"


Clara coba mengingatkan kesepakatan mereka bahwa Bu Ratna akan mendekatkan Clara dan Nico.


Dan tanpa sengaja Nico mendengar semua yang Bu Ratna bicarakan dengan Clara,Nico sangat kecewa dengan ibunya,karena dengan tidak sengaja Bu Ratna sama saja sudah menjual Nico kepada Clara,pikir Nico saat itu.


Namun dengan menyadari kondisi keuangan mereka,Nico pun tak kuasa untuk marah pada ibunya.


Nico belajar berpikir dewasa.


"Sudahlah,yang penting adikku sekarang sudah tertangani dan mulai pulih"


Pikir Nico saat itu.


Nico dan Clara pun pergi sarapan,semua bersatu dalam satu meja,Clara merasa sangat nyaman berada di tengah-tengah keluarga Nico yang sempurna,kedua adiknya sangat ramah dan baik,Bu Ratna pun begitu perhatian padanya,baru kali ini Clara merasakan kembali nyamannya sebuah keluarga setelah sekian lama setelah kepergian orangtuanya.


Seperti kita ketahui sebelumnya,orangtua Clara meninggal kecelakaan,Clara pun harus hidup sendirian dan bertahan sendirian,meski kedua orangtuanya meninggalkan sejumlah warisan untuk masa depan nya,namun itu tidak cukup,karena kasih sayang mereka lah yang sangat Clara inginkan.


Tanpa terasa,air mata Clara menetes mengingat kedua orangtuanya,Bu Ratna pun kaget,karena dia mengira jika Clara menangis karena masakannya tidak enak.


"Nak Clara kenapa,apa nak Clara tidak menyukai masakan ibu,kalau begitu ibu ganti ya,biar ibu beli di depan"


Ucap Bu Ratna sangat cemas.


"Tidak Bu,saya baik-baik saja,saya hanya teringat pada kedua orangtuaku yang sudah tiada"


Jawab Clara dengan menyeka air matanya.


Tak ingin berlarut dalam kesedihannya,setelah selesai sarapan Clara pun langsung bangkit dan bersiap untuk berangkat,

__ADS_1


"Kamu cepat sembuh ya dek,jaga ibu baik-baik,jaga kakak mu juga,"


Pesan Nico pada adik bungsunya yang baru pulih pasca kecelakaan.


__ADS_2